Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Deep Learning pada proses pembelajaran Manicure SPA di SMK Negeri 7 Tangerang Selatan. Latar belakang penelitian didasarkan pada perlunya penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan praktik, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan peserta didik dalam menghadapi dunia kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan triangulasi data. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru mata pelajaran Manicure SPA dan sembilan peserta didik kelas XI Program Keahlian Kecantikan Kulit dan Rambut. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan sesuai model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Deep Learning pada pembelajaran Manicure SPA telah terlaksana dengan baik melalui kegiatan briefing, demonstrasi, diskusi, praktik langsung, tutor sebaya, refleksi, dan evaluasi. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong peserta didik aktif membangun pengetahuan, memahami fungsi alat dan bahan, menganalisis prosedur kerja, serta menerapkan keterampilan Manicure SPA secara tepat. Faktor pendukung penerapan Deep Learning meliputi kompetensi guru, penggunaan jobsheet, demonstrasi, tutor sebaya, fasilitas laboratorium, dan pengalaman belajar dari industri. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan beberapa alat praktik, waktu menunggu giliran praktik, serta perbedaan kemampuan peserta didik dalam memahami materi. Dengan demikian, penerapan Deep Learning terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan praktik, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran Manicure SPA sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.