Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Seserahan Dalam Perkawinan Adat Betawi: Sejarah dan Makna Simbolis Jenny Sista Siregar; Lulu Hikmayanti Rochelman
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the series of Betawi traditional marriages is Seserahan. Seserahan is an event where the prospective groom gives things to the woman that has meaning. The purpose of this study is to provide a comprehensive description of Seserahan and its symbolic meaning. This study uses a qualitative method. Data were collected using observation and interviews with informants and continued by analyzing Symbolic Interaction theory. The findings in the field show that Seserahan has differences in terms of what is written in the Betawi marriage book which is written in general even though the purpose is the same. In Seserahan, the prospective groom gives Seserahan objects to the woman which are divided into three categories, namely Compulsory, Customary, and Sunnah (may or may not be implemented). Mandatory objects are symbols of the groom's seriousness towards a wife based on religion, Customary objects are symbols of strengthening the bonds of brotherhood which indicate the distinctive characteristics of Betawi culture, Sunnah objects are symbols of prosperity and gratitude to face the household. Seserahan is given as a form of husband's readiness to his wife, a form of appreciation and respect for women
Pengaruh karakteristik generasi muda terhadap pelaksanaan adat perkawinan kabupaten kepulauan anambas Dwi Ratin Yulistya; Sri Irtawidjajanti; Jenny Sista Siregar
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 04 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik generasi muda yang dalam hal ini terdiri dari karakteristik berdasarkan usia, pendidikan dan pendapatan terhadap pelaksanaan adat perkawinan Melayu di kabupaten kepulauan Anambas. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif, dimana data yang diperoleh ialah data yang berbentuk angka. Populasi pada penelitian ini ialah keseluruhan generasi muda yang terdapat di kepulauan Anambas, oleh karena jumlahnya tidak diketahui maka digunakan rumus cochran untuk menemukan sampel dan diperoleh hasil sebanyak 97 responden penelitian. Metode analisis data yang dilakukan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil yang diperoleh ialah karakteristik berdasarkan usia memiliki nilai signifikansi 0,004 (0,003 < 0,05), karakteristik berdasarkan pendidikan memiliki nilai signifikansi 0,001 (0,001 < 0,05) dan karakteristik berdasarkan pendapatan memiliki nilai signifikansi 0,198 (0,198 > 0,05). Dengan demikian, maka kesimpulan yang diperoleh ialah karakteristik generasi muda berdasarkan usia dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan adat perkawinan melayu di kabupaten kepulauan Anambas. Sedangkan karakteristik berdasarkan pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan adat perkawinan melayu di kabupaten kepulauan Anambas.
Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan Keluarga Melalui Tradisi Begalan di Desa Kalimandi, Kecamatan Purwareja Klampok Banjarnegara Nia Rahmawati; Sitti Nursetiawati; Jenny Sista Siregar
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 04 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara lingkungan sosial dengan minat calon pengantin wanita dalam pemilihan tata rias pengantin muslim hijab modern. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Sample dari penelitian ini meliputi calon pengantin wanita dalam pemilihan modern hijab yang ada di sanggar X sebanyak 30 orang dan dipilih menggunakan purposive sampling. Uji normalitas menyatakan bahwa data dari kedua variabel terdistribusi normal. Lalu uji yang dilakukan untuk membuktikan hipotesis, yaitu uji korelasi product moment dimana jika hasil yang diperoleh tersebut menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel artinya dapat dinyatakan bahwa kedua variabel memiliki hubungan. Nilai thitung = 6,377 lebih besar dari ttabel 2,0484, artinya terdapat hubungan positif antara lingkungan sosial dengan minat calon pengantin wanita dalam pemilihan tata rias pengantin muslim hijab modern. Dengan nilai korelasi sebesar 0,770 menunjukkan korelasi yang kuat. Maka, semakin tinggi lingkungan sosial maka semakin banyak minat calon pengantin wanita dalam pemilihan tata rias pengantin muslim hijab modern.
Adaptasi Nilai Budaya Adat Perkawinan Suku Jawa di Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Nurul Fitri Annisa Saragih; Sitti Nursetiawati; Jenny Sista Siregar
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 04 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku Jawa di Kecamatan Sidamanik merupakan alih generasi dan hidup berdampingan dengan suku asli Simalungun dalam kurun waktu yang lama. Sehingga terjadi pergeseran pada ritual-ritual dalam siklus hidup manusia, salah satunya adalah pada Upacara Pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adaptasi budaya dalam pelaksanaan ritual adat Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian etnografi yang dilakukan dengan studi di lapangan dan studi kepustakaan. Hal pertama yang dilakukan adalah menentukan tempat, waktu dan 6 informan sebagai sumber data primer. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan lamanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Suku Jawa di Simalungun beradaptasi dengan baik sehingga mempengaruhi tata upacara perkawinan menjadi lebih fleksibel. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pengurangan dalam prosesi tata upacara perkawinan yang didasarkan pada fungsi praktis dan ekonomis. Bagian-bagian yang ditiadakan diantaranya pada proses sebelum upacara perkawinan sebelum melamar seharusnya ada tahap nakoke (menanyakan), siraman dan midodareni sebelum akad nikah, pada tahap setelah pembentukan panitia seharusnya diadakan janggolan (selamatan), dan penebusan kembar mayang setalah upacara midodareni. Kesimpulan dari penelitian ini secara garis besar yaitu ada tiga bagian yang mendasar pada adaptasinya, yaitu perubahan prosesi upacara, perubahan atau pergeseran fungsi sosial dan perubahan esensi atau nilai yang terkandung didalamnya.
Revitalisasi Sortali pengantin Batak Karo Sumatera Utara Devi Juliyanti; Jenny Sista Siregar; Sitti Nursetiawati
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 3 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020232180

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui jenis jenis pemakaian busana Adat Karo, 2) Untuk mengetahui pelestarian busana dan aksesoris perkawinan adat Batak Karo yang dilakukan LKP LONARI Medan, 3) Untuk mengetahui proses dan teknik revitalisasi aksesoris Sortali pada busana perkawinan adat Batak Karo yang dilakukan oleh LKP LONARI Medan, dan 4) Untuk mengetahui makna Pemakaian Busana Adat Karo. Hasil penelitian terhadap revitalisasi aksesoris Sortali pada busana perkawinan adat Batak Karo di Provinsi Sumatera Utara menunjukkan bahwa:  1) Perhiasan pengantin Karo berdasarkan jumlah yang dipakai oleh pengantin laki-laki sebanyak 8 motif yang terdiri dari 4 jenis perhiasan yang berbahan kuningan disepuh emas. Perhiasan tersebut adalah Rudang Emas-emas, Sertali layang-layang Kitik, Uis Beka Buluh yang dikenakan di kepala. Kemudian ada 1 jenis perhiasan yang dikalungkan yaitu Sertali Layang Layang Besar dan ada 2 jenis kain Uis Beka Buluh sebagai cengkok-cengkok atau diletakkan pada bahu dengan dilipat membentuk segitiga, Uis Gara-gara sebagai selempang dari bahu kanan ke arah tangan kiri serta ada 1 gelang yang dipakai di tangan yaitu Gelang Sarung. Jumlah perlengkapan yang dikenakan oleh pengantin laki-laki yaitu ada 4 jenis perhiasan yang terbuat dari kuningan sepuhan emas dan ada 4 jenis kain yang dikenakan di kepala, di bahu dan di pinggang; 2) Upaya yang dilakukan oleh LKP LONARI untuk melestarikan busana pengantin adat Batak Karo adalah menentukan kriteria hal yang akan dilakukan revitalisasi pada aksesoris Sortali, memberikan penilaian terhadap hal yang akan direvitalisasi pada aksesoris Sortali, melihat potensi keberhasilan revitalisasi dengan cara mempertimbangkan keefektifan hasil dari revitalisasi yang telah dibuat dengan membuat rancangan dari sistem yang akan direvitalisasi dan Pengelompokan kegiatan, 3) Proses dan teknik revitalisasi pada aksesoris Sortali pada busana perkawinan pengantin adat Batak Karo yang dilakukan oleh LKP LONARI Medan diantaranya : membuat Konsepsi revitalisasi, mengindikasi revitalisasi yang mempengaruhi vitalitas hal yang belum terbedaya seperti mengalaminya penurunan fungsi hal yang harus diberdayakan lagi, mengindikasikan revitalisasi seperti fungsi, dan pemanfaatan revitalisasi tersebut, serta peningkatan kegunaan hal yang akan direvitalisasi, 4) Selain itu, perlu adanya regenerasi dalam memodernisasikan pakaian Batak Karo untuk menarik minat generasi muda dalam menggunakan pakaian adat dengan tidak mengurangi ciri khas dari pakaian adat itu sendiri.
Pelestarian upacara perkawinan adat Makassar Sulawesi Selatan menggunakan model pembelajaran savi (somatic, auditori, visual, intelektual) Emil Hanafi; Sitti Nursetiawati; Jenny Sista Siregar
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 3 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020232284

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelestarian upacara perkawinan dan tata rias pengantin adat Makassar yang dilakukan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Makassar, proses dan pelaksanaan pembelajaran upacara perkawinan dan tata rias pengantin adat Makassar yang dilakukan oleh Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Makassar menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditori, Visual, Intelektual), dan mengetahui hasil/ dampak yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran upacara perkawinan dan tata rias pengantin adat Makassar menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditori, Visual, Intelektual). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan analisis kualitatif. Hasil atau dampak yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran upacara perkawinan dan tata rias pengantin adat makassar dengan menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditori, Visual, Intelektual) adalah dapat mengetahui prosesi upacara perkawinan adat makassar dan memahami maksa yang terkandung di dalam upacara perkawinan adat makassar secara teori maupun praktik.
Analisis Pelaksanaan Perkawinan Adat Banjar Kalimantan Selatan di DKI Jakarta Febyola Febyola; Jenny Sista Siregar; Lilis Jubaedah
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5146

Abstract

The Banjar tribe has a tradition of being called "nyonya" which means wandering or migrating to various corners of the archipelago or abroad for business, preaching and studying. In the Nyonya show, the Banjar tribe community is influenced by various factors such as economic factors for survival, the need to study and preach. Migration of the Banjar tribe also occurred to Java. In this region, the Banjar tribe mixes with other tribes such as Arab-Indonesian, Gujarati, Malay, Bugi and local Javanese tribes. The development of the Banjar tribe on the island of Java is usually due to economic reasons (looking for a life in Banua Urang) and seeking knowledge. The method used in this research is qualitative which aims to find out the truth of all symptoms, variables or circumstances without testing certain hypotheses. Banjar traditional marriage has 3 (three) stages, namely before marriage, during marriage and after marriage. All expert informants expect and recommend carrying out the entire series in the Banjar traditional wedding ceremony, because each series contains meaning and cultural values that need to be preserved. This could be one way to preserve Banjar traditional culture, especially for the Banjar tribe people who live in DKI Jakarta. Even though they are overseas, they still have to remember their cultural origins. This is done so that the Banjar tribal people who are overseas can have knowledge about the origins of culture and the series of traditional Banjar marriage ceremonies, and the Banjar tribal people in DKI Jakarta are aware of the importance of maintaining and preserving the culture that has been handed down by their ancestors so that the values This culture is embedded in oneself and can be useful for future life.
Persepsi Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Tata Rias terhadap Profesi Guru SMK Tata Kecantikan Fahrani Manikkamila Assyar Halim; Jenny Sista Siregar; Dwi Atmanto
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7391

Abstract

This study aims to identify the perceptions of undergraduate students majoring in Beauty Education towards the profession of vocational school (SMK) beauty teachers, examined from the cognitive, affective, and conative aspects of perception. This study employs a descriptive method with a quantitative approach. The sample consists of 55 students selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire measured on a Likert scale. The results show that the majority of students have a relatively positive perception of the profession of SMK beauty teachers. In the cognitive aspect, students demonstrate a strong understanding of the professional and social competencies of teachers. However, the affective aspect is categorized as low, reflecting less positive attitudes towards teachers' personal competencies and the status and recognition of the profession. The conative aspect shows a moderately positive perception, where students express an interest in pursuing a career as SMK beauty teachers but also consider other career opportunities in the beauty industry. This study suggests increasing awareness regarding the career prospects of SMK beauty teachers to attract more student interest.
Pengembangan Video Tutorial Penataan Modifikasi Hijab Pengantin Akad Nikah Fatimah Nabila; Jenny Sista Siregar; Aniesa Puspa Arum
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7551

Abstract

Limited time and learning media in bridal hijab styling material in the Cosmetology Education Study Program creates difficulties in the learning process. From the results of the needs analysis, 100% of respondents agreed that a video tutorial on how to modify the bridal hijab for their wedding ceremony was carried out. This research focuses on developing learning media, namely by producing video tutorials which makes this research included in the Research and Development (R&D) type of research using the ADDIE development model, but is limited to the development stage. The aim of this research is to develop video tutorials so that they can serve as information and references for students and the general public to improve their skills in arranging bridal hijab modifications. The data analysis technique uses a mix method, namely data collection and analysis is carried out using quantitative and qualitative research. This development research was carried out through a validation test process by material experts and media experts, as well as student practicality tests. In the material expert assessment I at stage I it was 67.69% and at stage II it was 86.15%. Then, the results of the material expert validation test II were 96.92% so it was included in the "Very Eligible" category. Meanwhile, the score obtained from the media expert validation test in stage I was 92% and in stage II it was 97.33%, so it was included in the "Very Eligible" category. At the practicality test stage carried out on 2020 and 2021 UNJ Cosmetology Education students, there were One to One trial results of 97.43% and Small Group trials of 91.07% which fell into the "Very Practical" category. Thus, video tutorials for arranging modifications to the bridal hijab at the wedding ceremony can be used as a learning medium.