Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Optimalisasi Produktivitas Kakao melalui Rehabilitasi Tanaman Non Produktif dan Penguatan Kapasitas Petani pada Kelompok Tani Kakao Lingkungan Rape-Rape Ulfah Zakiyah Hamdani; Eka Pratiwi Tenriawaru; Rosmalah Yanti; Nurul Fuady Adhalia; Irwan Syarif
Jurnal IPMAS Vol. 6 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.6.2.2026.1579

Abstract

Rendahnya produktivitas tanaman kakao masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi petani akibat tingginya proporsi tanaman non produktif, keterbatasan penerapan teknologi rehabilitasi, dan kurangnya pengetahuan petani dalam pengelolaan kebun secara optimal. Kondisi tersebut juga ditemukan pada Kelompok Tani Kakao Lingkungan Rape-Rape yang sebagian anggotanya memiliki tanaman kakao berumur tua dengan produktivitas yang menurun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas kakao melalui rehabilitasi tanaman non produktif dan penguatan kapasitas petani. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi dan identifikasi kondisi tanaman kakao non produktif, rehabilitasi tanaman menggunakan teknik sambung pucuk, serta pendampingan pemeliharaan, monitoring, dan evaluasi pasca rehabilitasi. Kegiatan edukasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kakao dan kriteria tanaman yang layak direhabilitasi. Selanjutnya, dilakukan identifikasi tanaman sasaran dan peragaan teknik sambung pucuk sebagai metode rehabilitasi tanaman. Tahap akhir berupa pendampingan pemeliharaan dan monitoring untuk memastikan keberlanjutan penerapan teknologi yang telah diperkenalkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani mengenai identifikasi tanaman kakao non produktif, teknik rehabilitasi melalui sambung pucuk, serta pentingnya pemeliharaan pasca rehabilitasi. Keterlibatan aktif petani dalam setiap tahapan kegiatan juga meningkatkan keterampilan praktis dalam penerapan teknologi rehabilitasi tanaman kakao. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa bertambahnya kapasitas petani dalam pengelolaan kebun kakao dan meningkatnya kesiapan petani untuk menerapkan teknologi rehabilitasi secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi, rehabilitasi tanaman, dan pendampingan lapangan merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kapasitas petani dan mendukung upaya optimalisasi produktivitas kakao melalui keterlibatan aktif masyarakat.