Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Sekam Bakar Sebagai Amandemen Tanah Dalam Budidaya Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Nisiyari Halawa; Aguswita Gulo; Jefon Citrawan Halawa; Karisman Putra Gulo; Yoel Melsaro Larosa
Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2025): PENARIK - Agustus
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/penarik.v2i2.678

Abstract

The productivity of peanut (Arachis hypogaea L.) is greatly influenced by the quality of the soil in which it is cultivated. Poor soil structure and low organic matter content are among the main limiting factors for optimal peanut growth. One potential solution is the use of rice husk charcoal (biochar) as a soil amendment. Rice husk charcoal has been shown to improve the physical and chemical properties of soil, such as enhancing porosity, cation exchange capacity (CEC), and soil pH. This study is based on a literature review of various scientific sources discussing the application of rice husk charcoal in crop cultivation, particularly legumes such as peanuts. The review indicates that rice husk charcoal can increase nutrient availability, improve soil aeration and water retention, and support root development and pod formation. Several studies also report yield increases of up to 20–30% in peanuts when appropriate doses of rice husk charcoal are applied. Therefore, rice husk charcoal can be recommended as an environmentally friendly soil amendment for sustainable peanut farming systems.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN BUBUK JAHE SEBAGAI PRODUK BERNILAI TAMBAH BAGI MASYARAKAT DESA BAWOFANAYAMA Florentina Agusmawati Duha; Ayu Indah Purnama Mendrofa; Beril Fernanndo Zendrato; Karisman Putra Gulo; Dian Agung Sanora Larosa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.3067-3074

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) merupakan komoditas hortikultura unggulan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Bawofanayama, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Selama ini petani cenderung menjual jahe dalam bentuk segar sehingga harga jual yang diterima relatif rendah dan mudah mengalami penyusutan mutu akibat masa simpan yang singkat. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi dan pelatihan pengolahan jahe menjadi bubuk jahe sebagai produk olahan bernilai tambah. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Program Studi Agroteknologi Universitas Nias pada 27 Juni 2026 dengan pendekatan penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung bersama warga. Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi dengan aparat desa, penyiapan bahan dan alat, penyampaian materi tentang potensi ekonomi jahe, demonstrasi teknik pengolahan, praktik pembuatan dan pengemasan produk, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman peserta terhadap materi mencapai lebih dari 80 persen, kemampuan praktik membuat bubuk jahe di atas 75 persen, dan partisipasi peserta melampaui 75 persen dari target yang ditetapkan. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis olahan jahe sebagai sumber pendapatan tambahan. Keberlanjutan program disarankan melalui pendampingan usaha secara berkala, penguatan strategi pemasaran, dan pembentukan kelompok usaha bersama di tingkat desa