Jahe (Zingiber officinale) merupakan komoditas hortikultura unggulan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Bawofanayama, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Selama ini petani cenderung menjual jahe dalam bentuk segar sehingga harga jual yang diterima relatif rendah dan mudah mengalami penyusutan mutu akibat masa simpan yang singkat. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi dan pelatihan pengolahan jahe menjadi bubuk jahe sebagai produk olahan bernilai tambah. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Program Studi Agroteknologi Universitas Nias pada 27 Juni 2026 dengan pendekatan penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung bersama warga. Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi dengan aparat desa, penyiapan bahan dan alat, penyampaian materi tentang potensi ekonomi jahe, demonstrasi teknik pengolahan, praktik pembuatan dan pengemasan produk, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman peserta terhadap materi mencapai lebih dari 80 persen, kemampuan praktik membuat bubuk jahe di atas 75 persen, dan partisipasi peserta melampaui 75 persen dari target yang ditetapkan. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis olahan jahe sebagai sumber pendapatan tambahan. Keberlanjutan program disarankan melalui pendampingan usaha secara berkala, penguatan strategi pemasaran, dan pembentukan kelompok usaha bersama di tingkat desa
Copyrights © 2026