Kesantunan berbahasa memiliki peranan penting dalam menjaga keharmonisan antarmanusia agar terhindar dari konflik sosial. Dalam praktiknya, banyak individu yang belum menerapkan kesantunan berbahasa secara tepat, salah satunya disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap prinsip kesantunan. Dalam interaksi verbal, tuturan yang melanggar kesantunan kerap mengandung maksud tersirat. Pelanggaran terhadap prinsip kesantunan dan kemunculan implikatur dapat dijumpai dalam berbagai konteks komunikasi, termasuk media digital seperti youtube. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa serta implikatur yang dihasilkan pada tuturan Rocky Gerung dalam tayangan YouTube bertema Pilpres edisi Februari 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak, teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Sumber data penelitian terdiri atas empat tayangan youtube yang menampilkan Rocky Gerung sebagai pembicara. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik pilah unsur penentu (PUP) dan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan adanya 45 data pelanggaran prinsip kesantunan, yang meliputi maksim kebijaksanaan (7 data), kedermawanan (7 data), penghargaan (5 data), kesederhanaan (2 data), dan kemufakatan (24 data). Selain itu, ditemukan 42 implikatur konvensional dan 3 implikatur nonkonvensional. Temuan ini mengindikasikan bahwa tuturan Rocky Gerung cenderung bersifat terbuka, kritis, dan menunjukkan perbedaan pandangan terhadap lawan tuturnya.