Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Strategis Akses Pasar dalam Memediasi Pengaruh Kebijakan Pemerintah dan Luas Lahan terhadap Pendapatan Petani Kelapa Sawit Swadaya di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi Yudika Ester Kejutini Sigiro; M. Farandika Akbar; Muhammad Abdurrokhim; Puja Triandini; S. Bherliana Maharani Setiawati
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 10, No 1 (2026): "JASc" JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v10i1.29804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis akses pasar dalam memediasi pengaruh kebijakan pemerintah dan luas lahan terhadap pendapatan petani kelapa sawit swadaya di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 100 responden, data dianalisis menggunakan Partial Least Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM).Hasil evaluasi model menunjukkan daya prediksi yang sangat kuat terhadap pendapatan (R2 = 0,884). Secara langsung, luas lahan ditemukan sebagai faktor paling dominan yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan (f2 = 5,420), diikuti oleh akses pasar yang juga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan. Namun, kebijakan pemerintah, partisipasi keluarga, pendidikan, dan pengalaman tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pendapatan petani. Secara tidak langsung, kebijakan pemerintah dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan melalui mediasi akses pasar. Kebijakan pemerintah menjadi variabel paling berpengaruh dalam membentuk akses pasar (f2 = 0,680), yang mengindikasikan fungsinya sebagai fasilitator struktural daripada pemberi pendapatan langsung. Sebaliknya, pendidikan formal dan pengalaman berusahatani menunjukkan pengaruh negatif terhadap akses pasar, yang mencerminkan adanya resistensi terhadap inovasi pemasaran modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan akses pasar merupakan prasyarat mutlak untuk mentransformasikan kebijakan pemerintah menjadi peningkatan kesejahteraan nyata bagi petani swadaya.