p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Wahana Peternakan
Ulrikus Romsen Lole
Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Universitas Nusa Cendana

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK BABI DI KECAMATAN ADONARA TIMUR, KABUPATEN FLORES TIMUR: Feasibility Analysis of Pig Farming Business in Adonara Timur District, Flores Timur Regency Dionisius Riantobi; Maria Yasintha Luruk; Sirilus Subaraya Niron; Ulrikus Romsen Lole
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.2619

Abstract

Ternak babi dari segi sosial ekonomi, menjadi sumber pendapatan bagi peternak skala rumah tangga dan juga menjadi tabungan keluarga serta dapat memenuhi kebutuhan keluarga.  Kecamatan Adonara Timur memiliki potensi dalam mengembangkan usaha ternak babi, namun kurang didukung oleh ketersediaan informasi tentang tren populasi ternak babi, skala usaha ternak babi, serta minimnya informasi terkait kriteria kelayakan usaha ternak babi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur populasi ternak babi, skala usaha ternak, dan kelayakan usaha ternak babi di Kecamatan Adonara Timur secara finansial. Pengambilan contoh dilakukan dengan dua tahap, yaitu penentuan desa dan kelurahan contoh secara purposive sampling, penentuan peternak contoh secara non-proportional random sampling. Data dikelompokkan menjadi tiga kelompok berdasarkan skala usaha sesuai dengan volume penjualan. Analisis yang digunakan adalah analisis struktur populasi, penentuan skala usaha ternak, analisis input-output untuk mengetahui tingkat pendapatan peternak, analisis kelayakan usaha untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur populasi ternak babi sudah menunjukkan tren populasi yang baik karena memiliki 22,32% ternak babi betina dewasa dan dari 22,32% tersebut digunakan sebagai induk adalah 70%. Terdapat kelompok peternak yang menjalankan usaha ternak babi sebagai usaha pokok. Usaha ternak babi ini sudah layak secara finansial. Kelompok satu nilai R/C 3,45, B/C 2,45, PBP 0,30 tahun, BEP unit 1,59 ST, BEP harga Rp12.828.424, dan ROI 371%. Kelompok dua nilai R/C 4,54, B/C 3,54, PBP 0,19 tahun, BEP unit 1,60 ST, BEP harga Rp6.881.786, dan ROI 588%.  Kelompok tiga nilai R/C 5,40, B/C 4,40, PBP 0,23 tahun, BEP unit 1,70 ST, BEP harga Rp5.448.624, dan ROI 442%.   Kata kunci: finansial, kelayakan usaha, R/C, struktur populasi, volume penjualan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS KONSUMEN AYAM BAKAR DI KOTA KUPANG (STUDI KASUS PADA RUMAH MAKAN WONG SOLO): Factors Affecting Consumer Loyalty for Grilled Chicken in Kupang City (Case Study at Wong Solo Restaurant) Marini Ratu Rihi; Maria Yasintha Luruk; Sirilus Subaraya Niron; Ulrikus Romsen Lole
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.2620

Abstract

Persaingan ketat dalam industri kuliner menuntut pelaku usaha untuk menjaga loyalitas konsumen sebagai kunci keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh citra dan identifikasi merek ayam bakar terhadap loyalitas konsumen di Rumah Makan Wong Solo, Kota Kupang. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dan kualitatif dengan jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 155 yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Kriteria responden mencakup konsumen yang pernah membeli dan aktif membeli setidaknya satu kali setiap bulan. Data diperoleh melalui observasi langsung dan kuesioner, kemudian dianalisis memakai korelasi, regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Analisis mengindikasikan bahwa citra merek berpengaruh secara nyata dan positif pada loyalitas konsumen ayam bakar di Rumah Makan Wong Solo. Begitu pula dengan identifikasi merek yang memberikan pengaruh nyata dan positif pada loyalitas. Berdasarkan penelitian ini, disarankan agar Rumah Makan Wong Solo terus menjaga dan meningkatkan citra merek melalui perbaikan mutu produk dan layanan. Selain itu, identifikasi merek perlu diperkuat dengan optimalisasi pemanfaatan media sosial guna meningkatkan kesadaran serta menjaga konsistensi identitas merek. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep loyalitas konsumen dan dapat dijadikan acuan oleh para pelaku usaha kuliner dalam menyusun strategi pemasaran berbasis hubungan jangka panjang.   Kata kunci: accidental sampling, citra merek, konsumen, loyalitas, merek
ANALISIS PEMASARAN TERNAK BABI DI PULAU ADONARA KABUPATEN FLORES TIMUR: Pork Livestock Marketing Analysis in Adonara Island, East Florest District Monika Fernandez Aikoli; Matheos Filipus Lalus; Maria Rosdiana Deno Ratu; Solvi Mariana Makandolu; Ulrikus Romsen Lole
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, perilaku, dan tampilan pasar ternak babi di Pulau Adonara. Penentuan sampel dilakukan melalui empat tahap, yaitu: (1) penentuan dua kecamatan contoh secara acak; (2) penentuan tiga desa contoh secara acak; (3) penentuan peternak sebagai responden menggunakan teknik acak nonproporsional; dan (4) penentuan pedagang menggunakan metode snowball sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk memperoleh data primer, yang didukung dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi guna melengkapi data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structure, Conduct, Performance (SCP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar ternak babi di Pulau Adonara pada tingkat peternak mengarah pada pasar persaingan sempurna, sedangkan pada tingkat pedagang lokal dan pedagang antar pulau cenderung mengarah pada struktur pasar oligopoli. Perilaku pasar menunjukkan adanya integrasi yang tidak sempurna. Sementara itu, tampilan pasar ditunjukkan melalui margin pemasaran, di mana pedagang lokal memperoleh margin sebesar Rp2.500.000, sedangkan pedagang antar pulau memperoleh margin sebesar Rp3.000.000. Biaya pemasaran pada pedagang lokal sebesar Rp417.500, sedangkan pada pedagang antar pulau sebesar Rp725.000. Nilai farmer’s share pada tingkat I sebesar 100%, pada tingkat II sebesar 66,67%, dan pada tingkat III sebesar 62,5%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran ternak babi di Pulau Adonara tergolong efisien.   Kata kunci: perilaku pasar, struktur pasar, tampilan pasar, ternak babi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING BABI DALAM RANGKA UPACARA REBADI KECAMATAN BAJAWA: Factors Influencing Demand Pork in the Context of the Reba Ceremony in Bajawa District Karmelia Klaudia Wea; Ulrikus Romsen Lole; Diana Mariani Sabat; Maria Rosdiana Deno Ratu
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3281

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bajawa untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan daging babi dalam rangka upacara Reba serta elastisitasnya. Metode yang digunakan adalah survei dengan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui penentuan lokasi secara purposif di dua desa (Beriwaali dan Wawowaer) dan dua kelurahan (Jawa Mezzer dan Susu), serta pengambilan 100 responden secara acak nonproporsional, sedangkan data sekunder berasal dari instansi pemerintah dan literatur terkait. Analisis menggunakan regresi linier berganda, fungsi Cobb–Douglas dan korelasi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi daging babi sebesar 10 ± 5,75 kg/tahun (KV 0,56%). Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan permintaan adalah harga daging babi (X₁), pendapatan konsumen (X₄), jumlah tamu yang diundang (X₆), dan tradisi (X₇). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,735, yang berarti 73,5% variasi permintaan dapat dijelaskan oleh variabel tersebut. Permintaan daging babi bersifat elastis dengan nilai elastisitas 1,013. Secara parsial, tradisi (X₇) bersifat elastis, sedangkan harga, pendapatan, dan jumlah tamu bersifat inelastis. Dengan demikian, permintaan daging babi terutama dipengaruhi oleh jumlah tamu yang diundang dan tradisi, dengan rata-rata 10 kg/tahun.   Kata kunci: daging babi, elastisitas, faktor pengaruh, permintaan, upacara Reba