Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, perilaku, dan tampilan pasar ternak babi di Pulau Adonara. Penentuan sampel dilakukan melalui empat tahap, yaitu: (1) penentuan dua kecamatan contoh secara acak; (2) penentuan tiga desa contoh secara acak; (3) penentuan peternak sebagai responden menggunakan teknik acak nonproporsional; dan (4) penentuan pedagang menggunakan metode snowball sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk memperoleh data primer, yang didukung dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi guna melengkapi data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structure, Conduct, Performance (SCP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar ternak babi di Pulau Adonara pada tingkat peternak mengarah pada pasar persaingan sempurna, sedangkan pada tingkat pedagang lokal dan pedagang antar pulau cenderung mengarah pada struktur pasar oligopoli. Perilaku pasar menunjukkan adanya integrasi yang tidak sempurna. Sementara itu, tampilan pasar ditunjukkan melalui margin pemasaran, di mana pedagang lokal memperoleh margin sebesar Rp2.500.000, sedangkan pedagang antar pulau memperoleh margin sebesar Rp3.000.000. Biaya pemasaran pada pedagang lokal sebesar Rp417.500, sedangkan pada pedagang antar pulau sebesar Rp725.000. Nilai farmer’s share pada tingkat I sebesar 100%, pada tingkat II sebesar 66,67%, dan pada tingkat III sebesar 62,5%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran ternak babi di Pulau Adonara tergolong efisien. Kata kunci: perilaku pasar, struktur pasar, tampilan pasar, ternak babi