Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bajawa untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan daging babi dalam rangka upacara Reba serta elastisitasnya. Metode yang digunakan adalah survei dengan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui penentuan lokasi secara purposif di dua desa (Beriwaali dan Wawowaer) dan dua kelurahan (Jawa Mezzer dan Susu), serta pengambilan 100 responden secara acak nonproporsional, sedangkan data sekunder berasal dari instansi pemerintah dan literatur terkait. Analisis menggunakan regresi linier berganda, fungsi Cobb–Douglas dan korelasi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi daging babi sebesar 10 ± 5,75 kg/tahun (KV 0,56%). Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan permintaan adalah harga daging babi (X₁), pendapatan konsumen (X₄), jumlah tamu yang diundang (X₆), dan tradisi (X₇). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,735, yang berarti 73,5% variasi permintaan dapat dijelaskan oleh variabel tersebut. Permintaan daging babi bersifat elastis dengan nilai elastisitas 1,013. Secara parsial, tradisi (X₇) bersifat elastis, sedangkan harga, pendapatan, dan jumlah tamu bersifat inelastis. Dengan demikian, permintaan daging babi terutama dipengaruhi oleh jumlah tamu yang diundang dan tradisi, dengan rata-rata 10 kg/tahun. Kata kunci: daging babi, elastisitas, faktor pengaruh, permintaan, upacara Reba