This Author published in this journals
All Journal Wahana Peternakan
Kristina Enjelina Jigha
Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEK PENGGUNAAN SARI BUAH MELON (Cucumis melo L.) SEBAGAI ADITIF PADA PENGENCER SITRAT–KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN BEKU BABI PERANAKAN LANDRACE: The Effect of Using Melon Juice (Cucumis melo L.) as an Additive to Citrate-Egg Yolk Diluent on the Quality of Frozen Semen From Landrace Crossbred Pigs Kristina Enjelina Jigha; Thomas Mata Hine; Ni Made Paramita Setyani; Wilmintje Marlene Nelley
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah melon (SBM) dalam pengencer sitrat–kuning telur (S-KT) terhadap kualitas spermatozoa beku babi peranakan Landrace. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu P0: S-KT, P1: S-KT 90% + SBM 10%, P2: S-KT 80% + SBM 20%, P3: S-KT 70% + SBM 30%, dan P4: S-KT 60% + SBM 40%, masing-masing ditambahkan 4% gliserol. Semen diperoleh dari empat ekor babi jantan Landrace berumur 2–3 tahun. Spermatozoa berkualitas baik diencerkan menggunakan S-KT, kemudian dilakukan holding time selama 2 jam pada suhu ruang (24–26°C), disentrifugasi (3000 rpm, 15 menit), dan diencerkan kembali (1:1). Sampel dibagi ke dalam lima perlakuan dan dimasukkan ke dalam straw 0,5 mL. Ekuilibrasi dilakukan selama 2 jam pada suhu 3–5 °C, dilanjutkan dengan pra-pembekuan di atas nitrogen cair selama 10 menit, kemudian disimpan dalam nitrogen cair. Thawing dilakukan pada suhu 37°C selama 30 detik sebelum evaluasi. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance dan uji Duncan terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan recovery rate. Hasil menunjukkan bahwa penambahan SBM tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap seluruh parameter, namun motilitas pasca-thawing tertinggi terdapat pada P3 (23,15±3,75%). Disimpulkan bahwa penambahan sari buah melon dalam pengencer sitrat–kuning telur belum mampu meningkatkan kualitas semen beku babi peranakan Landrace secara signifikan.   Kata Kunci: gliserol, sari buah melon, sitrat-kuning telur, spermatozoa babi Landrace