p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Wahana Peternakan
Wilmintje Marlene Nelley
Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEK PENGGUNAAN SARI BUAH MELON (Cucumis melo L.) SEBAGAI ADITIF PADA PENGENCER SITRAT–KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN BEKU BABI PERANAKAN LANDRACE: The Effect of Using Melon Juice (Cucumis melo L.) as an Additive to Citrate-Egg Yolk Diluent on the Quality of Frozen Semen From Landrace Crossbred Pigs Kristina Enjelina Jigha; Thomas Mata Hine; Ni Made Paramita Setyani; Wilmintje Marlene Nelley
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah melon (SBM) dalam pengencer sitrat–kuning telur (S-KT) terhadap kualitas spermatozoa beku babi peranakan Landrace. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu P0: S-KT, P1: S-KT 90% + SBM 10%, P2: S-KT 80% + SBM 20%, P3: S-KT 70% + SBM 30%, dan P4: S-KT 60% + SBM 40%, masing-masing ditambahkan 4% gliserol. Semen diperoleh dari empat ekor babi jantan Landrace berumur 2–3 tahun. Spermatozoa berkualitas baik diencerkan menggunakan S-KT, kemudian dilakukan holding time selama 2 jam pada suhu ruang (24–26°C), disentrifugasi (3000 rpm, 15 menit), dan diencerkan kembali (1:1). Sampel dibagi ke dalam lima perlakuan dan dimasukkan ke dalam straw 0,5 mL. Ekuilibrasi dilakukan selama 2 jam pada suhu 3–5 °C, dilanjutkan dengan pra-pembekuan di atas nitrogen cair selama 10 menit, kemudian disimpan dalam nitrogen cair. Thawing dilakukan pada suhu 37°C selama 30 detik sebelum evaluasi. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance dan uji Duncan terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan recovery rate. Hasil menunjukkan bahwa penambahan SBM tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap seluruh parameter, namun motilitas pasca-thawing tertinggi terdapat pada P3 (23,15±3,75%). Disimpulkan bahwa penambahan sari buah melon dalam pengencer sitrat–kuning telur belum mampu meningkatkan kualitas semen beku babi peranakan Landrace secara signifikan.   Kata Kunci: gliserol, sari buah melon, sitrat-kuning telur, spermatozoa babi Landrace
PENGARUH SUBSTITUSI PAKAN KOMPLIT KOMERSIAL DENGAN TEPUNG DAUN KELOR TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERINGDAN BAHAN ORGANIK BABI FASE GROWER: Effect of Commercial Complete Feed Substitution with Moringa Leaf Flour on the Digestibility of Dry Matter and Organic Matter of Grower Pigs Faustus Jusing; Wilmintje Marlene Nelley; Ni Nengah Suryani; David Agustinus Nguru
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi substitusi tepung daun kelor (TDK) dalam pakan komplit komersial (PKK) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik ternak babi fase pertumbuhan. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi jantan kastrasi peranakan landrace yang berumur 3-5 bulan dengan bobot badan awal 38-55 kg dengan rataan 45,17 kg (KV=13,31%). Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing perlakuan yang dicobakan adalah R0: 100% PKK, R1: 90% PKK + 10% TDK, R2: 85% PKK + 15% TDK, R3: 80% PKK + 20% TDK. Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Disimpulkan bahwa substitusi pakan komplit komersial dengan tepung daun kelor dari level 10%-20% dapat diberikan pada ternak babi fase grower.   Kata kunci: babi fase grower, bahan kering, bahan organik, kecernaan, tepung daun kelor