Nadia Wulandari
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ERROR ANALYSIS OF ENGLISH CAPTIONS ON INSTAGRAM: A STUDY OF GRAMMATICAL, LEXICAL, AND PRAGMATIC ERRORS Aisyah Amru; Nasywa sakinah; Nadia Wulandari; Izzati Amirah Sari; Siti Ismahani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.12528

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesalahan kebahasaan yang ditemukan dalam caption berbahasa Inggris di Instagram dengan berfokus pada aspek gramatikal, leksikal, dan pragmatik. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan dari caption yang ditulis oleh mahasiswa sebagai penutur non-asli bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan gramatikal merupakan jenis kesalahan yang paling dominan, khususnya pada penggunaan verba dan struktur kalimat, diikuti oleh kesalahan leksikal dan pragmatik. Kesalahan-kesalahan tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh interferensi bahasa pertama, overgeneralisasi, dan keterbatasan paparan terhadap penggunaan bahasa Inggris yang autentik. Penelitian ini berargumen bahwa media sosial, meskipun sering dianggap sebagai ruang komunikasi informal, mencerminkan produksi bahasa yang nyata sehingga memberikan wawasan berharga mengenai perkembangan interlanguage pembelajar. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa integrasi media sosial ke dalam pembelajaran bahasa dapat meningkatkan kesadaran pembelajar terhadap ketepatan (accuracy) dan kesesuaian penggunaan (appropriateness) bahasa Inggris. This study examines linguistic errors found in English captions on Instagram, focusing on grammatical, lexical, and pragmatic aspects. The research employs a qualitative descriptive design, with data collected from captions written by students as non-native speakers of English. The findings reveal that grammatical errors are the most dominant, particularly in verb usage and sentence structure, followed by lexical and pragmatic errors. These errors are largely influenced by first language interference, overgeneralization, and limited exposure to authentic English use. The study argues that social media, while often perceived as informal, reflects genuine language production and therefore offers valuable insights into learners’ interlanguage development. The findings suggest that integrating social media into language instruction can enhance learners’ awareness of both accuracy and appropriateness in English usage.
STUDENTS’ PERCEPTIONS AND USE OF YOUTUBE FOR IMPROVING ENGLISH SPEAKING SKILLS AMONG ENGLISH EDUCATION STUDENTS AT UINSU Dhea Salsabila; Harshanda Rafika Putriana; Didik Santoso; Nadia Wulandari; Ajrul Khair
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.13012

Abstract

ABSTRACT In the digital era, technology plays an important role in supporting English language learning, particularly in developing speaking skills in EFL (English as a Foreign Language) contexts, where students have limited exposure to authentic communication. This study aimed to investigate students' perceptions and their use of YouTube in improving English speaking skills among students of the English Education Study Program at Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). The study employed a quantitative descriptive survey design involving 50 students from the 2023 cohort selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire distributed via Google Forms and analyzed using descriptive statistics and the Pearson Product-Moment Correlation test. The findings revealed that students had positive perceptions of YouTube (M = 4.22), frequently used it for speaking practice (M = 4.08), and perceived improvements in their speaking skills (M = 3.96). Correlation analysis indicated significant positive relationships between students' perceptions and speaking skill improvement (r = 0.648; p < 0.001), as well as between YouTube use and speaking skill improvement (r = 0.732; p < 0.001). These findings provide additional empirical evidence on the relationship between students' perceptions, YouTube use, and speaking skill development in higher education EFL contexts. The study also highlights the potential of integrating YouTube as a complementary digital learning medium to enhance students' oral communication competence. ABSTRAK Pada era digital, teknologi memegang peranan penting dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris, khususnya pengembangan keterampilan berbicara pada konteks EFL (English as a Foreign Language), ketika mahasiswa memiliki keterbatasan paparan terhadap komunikasi autentik. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi persepsi mahasiswa dan penggunaan YouTube dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Penelitian menggunakan desain survei deskriptif kuantitatif dengan sampel 50 mahasiswa angkatan 2023 yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert melalui Google Forms dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta Korelasi Pearson Product-Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap YouTube (M = 4,22), sering menggunakannya untuk latihan berbicara (M = 4,08), dan merasakan peningkatan keterampilan berbicara (M = 3,96). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara persepsi mahasiswa dan peningkatan keterampilan berbicara (r = 0,648; p < 0,001), serta antara penggunaan YouTube dan peningkatan keterampilan berbicara (r = 0,732; p < 0,001). Temuan ini memperkaya bukti empiris mengenai keterkaitan persepsi mahasiswa, penggunaan YouTube, dan peningkatan keterampilan berbicara pada konteks EFL di perguruan tinggi. Implikasi penelitian menegaskan bahwa YouTube layak diintegrasikan sebagai media pendukung pembelajaran berbicara untuk meningkatkan kompetensi komunikasi lisan mahasiswa.