Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimizing the Role of Nurses: Self-Efficacy and Nurse Effective Communication as the Key to Patient Satisfaction Titik Suhartini; Frieska Piesesha; Bima Ardiyanto Wibowo
AACENDIKIA: Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): AACENDIKIA: Journal of Nursing
Publisher : Althar Cendikia Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-efficacy is a crucial determinant affecting the quality of nursing care. Nurses who lack confidence in their ability to deliver quality patient care may precipitate unforeseen incidents that adversely affect the standard of nursing care (Nita & Agustika, 2023). Therapeutic Employee Performance is essential; it is a deliberately strategised and concentrated form of Employee Performance that seeks to facilitate the patient's recovery. All actions and communications from the nurse must be therapeutic for the patient. This study examines nurses' self-efficacy and therapeutic Employee Performance models regarding patient satisfaction. The employed research strategy is a correlational analysis using a cross-sectional design. The sample comprises 100 inpatients at Wijaya Kusuma Hospital, chosen through accidental sampling. The research variables include self-efficacy, therapeutic employee performance, and patient satisfaction. Data collection was conducted via questionnaires, and the data were processed through editing, coding, scoring, and tabulation steps. Subsequently, it underwent analysis using regression testing. The research revealed a P-value of 0.000, demonstrating a significant link among self-efficacy, therapeutic employee performance, and patient satisfaction. This strong association indicates that self-efficacy and therapeutic employee performance may significantly enhance patient satisfaction, thereby benefiting patient visits.
Penguatan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Melalui Edukasi Kesehatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Dan Gizi Seimbang Titik Suhartini; Muh Arfah; Muamar Afdhal Mahendra; Frieska Piesesha; Bima Ardiyanto W; Lidia Aditama Putri
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/1qaqph64

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan sekolah merupakan kunci pencegahan penyakit menular serta peningkatan status kesehatan anak usia sekolah. Salah satu indikator utama PHBS di sekolah adalah kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan konsumsi makanan bergizi. Namun, berbagai studi menunjukkan praktik CTPS dan pemilihan jajanan sehat pada siswa sekolah dasar di Indonesia masih rendah sehingga anak rentan diare, infeksi saluran pernapasan, dan masalah gizi. Tujuan kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik PHBS, khususnya CTPS enam langkah dengan sabun dan air mengalir serta kebiasaan memilih makanan bergizi, pada siswa UPT SD Negeri 35 Gresik melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan pembiasaan sebelum makan. Sasaran utama adalah siswa kelas rendah dan menengah, dengan melibatkan guru serta orang tua sebagai pendukung keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan: (1) persiapan dan koordinasi dengan sekolah, (2) asesmen awal pengetahuan dan praktik siswa, (3) edukasi dan demonstrasi CTPS dan gizi seimbang, (4) praktik dan pembiasaan rutin sebelum waktu makan, serta (5) evaluasi perubahan pengetahuan dan perilaku. Luaran yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan CTPS yang benar, meningkatnya kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan setelah aktivitas berisiko, serta terbiasanya siswa memilih makanan bergizi, didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif. Hasil pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat khususnya kepada anak sekolah dasar kelas 4 (empat) diperoleh bahwa sebelum dilakukan penyuluhan tentang Penyuluhan Kesehatan PHBS Tentang Cuci Tangan Pakai Sabun Dan Makanan Bergizi belum teridentifikasi kemampuan anak dalam mengimplementasikan PHBS cuci tangan pakai sabun,  setelah dilakukan intervensi berupa penyuluhan kesehatan, anak mampu memahami dan mengimplementasikan PHBS cuci tangan pakai sabun. Hasil pelaksanaan kegiatan juga didapatkan bahwa belum teridentifikasi pemahaman anakt, setelah dilakukan penyuluhan, kepada dapat teridentifikasi terbukti dengan beberapa anak dapat mempraktikkan secara langsung cara cusi tangan pakai sabun dengan baik. Hasil secara keseluruhan diperoleh bahwa dengan dilakukannya kegiatan PKM khususnya kepada anak sekolah dasar kelas 4 (empat) sangatlah berguna. Penjelasan yang telah diberikan dapat memberikan kepuasan kepada sasarna/anak. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini juga tidak terlepas dari peran dan konstribusi dari para tim PKM, kepala sekolah dan guru kelas yang juga sangat maksimal membantu terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat ini, yang di sekolah.