Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Beater Portable Mixer untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi dan Kualitas Bakso Ikan pada Kelompok Ganomay menuju Usaha Berkelanjutan Khairi Khairi; Andriani Lubis; Mustaqimah Mustaqimah
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 1, Juni 2026
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/dcs.v3i1.317

Abstract

Kelompok Ganomay merupakan usaha mikro yang bergerak dalam pengolahan bakso ikan sebagai bahan siomay upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal. Namun, proses produksi masih menghadapi kendala pada tahap prnggilingan/pencampuran adonan yang dilakukan secara manual, sehingga menyebabkan waktu produksi relatif lama, kapasitas terbatas, kualitas adonan kurang homogen, serta tekstur produk yang belum konsisten. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi proses produksi, mutu bakso ikan, dan kapasitas sumber daya manusia melalui implementasi beater portable mixer sebagai teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan introduksi alat, pelatihan pengoperasian dan perawatan, pendampingan proses produksi, serta monitoring dan evaluasi menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Keberhasilan program dievaluasi berdasarkan perubahan waktu pencampuran, kapasitas produksi, efisiensi tenaga kerja, homogenitas adonan, kualitas tekstur bakso, serta peningkatan pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan beater portable mixer mampu menurunkan waktu pencampuran dari 30 menit menjadi 12 menit per siklus (60%), meningkatkan kapasitas produksi dari 20 kg menjadi 40 kg per hari, serta mengurangi kebutuhan tenaga kerja pada proses pencampuran sebesar 50%. Selain itu, kualitas adonan menjadi lebih homogen sehingga menghasilkan bakso dengan tekstur yang lebih kenyal dan seragam. Nilai rata-rata pengetahuan peserta juga meningkat dari 58 menjadi 90 setelah pelatihan. Implementasi teknologi tepat guna ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas, kualitas produk, dan kompetensi anggota kelompok, sehingga mendukung pengembangan usaha bakso ikan yang lebih efisien, mandiri, dan berkelanjutan. 
Perbaikan Teknologi Pengupas dan Perajang Berbasis Teknologi Tepat Guna Untuk Produksi Janeng (Dioscorea hispida Dennst) Di Desa Riting Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar Muhammad Yasar; Mustaqimah Mustaqimah; Raida Agustina; Khairi Khairi; Zulham Zulham; Eka Chandra Lina
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 2 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 2 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v2i2.80

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Riting Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar dalam memperbaiki teknologi pengupas dan perajang janeng (Dioscorea hispida Dennst) melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) agar memiliki nilai ekonomi dan produksi yang lebih tinggi dibanding konvensional. Pelaksanaan Program dilakukan melalui metode Tutorial/Penyuluhan dan Implementasi/Praktek Langsung di Lapangan. Tutorial/Penyuluhan dilakukan melalui pertemuan tatap muka antara tim pengabdi dengan mitra dan masyarakat penerima manfaat. Sedangkan Implementasi/praktek langsung di lapangan dilakukan melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang disampaikan pada saat tatap muka dengan cara pembuatan alat TTG di lahan/bangunan yang telah disediakan oleh Pemerintah Gampong/Desa. Tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri-dari fase persiapan, fase koordinasi, fase pelaksanaan, fase pembinaan dan pendampingan, dan fase evaluasi kegiatan. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat membantu proses pengupas dan perajang janeng masyarakat baik dari segi kuantitas maupun kualitas hasil sehingga mewujudkan desa industri pengolahan janeng yang berkelanjutan guna mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.