Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Viral Based Policy dan Krisis Kepercayaan Publik: Komunikasi Pemerintah pada Kenaikan BBM Non Subsidi dalam Perspektif SCCT (Situational Crisis Communication Theory) Arie Purnama; Wawan Hernawan; Fahmi Hasan
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v10i1.6072

Abstract

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi telah memperburuk krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah, sekaligus menciptakan tantangan bagi kebijakan berbasis viral yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemerintah dalam menghadapi krisis kepercayaan publik melalui pendekatan Situational Crisis Communication Theory (SCCT). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif untuk menggali perspektif masyarakat dan respons pemerintah terkait isu ini. Kerangka analisis yang dipakai adalah Situational Crisis Communication Theory (SCCT), yang berfungsi untuk menilai bagaimana pemerintah menyusun respons komunikasi guna melindungi reputasi dan mempertahankan kepercayaan publik dalam konteks krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip SCCT sangat penting dalam memperbaiki citra pemerintah. Strategi komunikasi yang efektif dapat membantu membangun kembali kepercayaan yang hilang, serta meningkatkan reputasi pemerintah di mata masyarakat. Kehadiran rekomendasi berdasarkan SCCT tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga mengokohkan posisi pemerintah di hadapan pemangku kepentingan dalam jangka panjang. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan komunikasi yang tepat dalam menghadapi krisis untuk meminimalkan dampak negatif terhadap kepercayaan publik.
PUBLIC SPEAKING STRATEGIES OF WOMEN FIGURES IN BUILDING PUBLIC CREDIBILITY AND TRUST: A CASE STUDY OF NAJWA SHIHAB, SRI MULYANI INDRAWATI, AND RETNO MARSUDI IN THE DIGITAL ERA (2020–2025) Amalia Azmi Sitorus; Afni Yoana Tjahyani Gusma; Fahmi Hasan
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i3.2937

Abstract

This study specifically examines how the public speaking strategies used by three Indonesian female figures, Najwa Shihab, Sri Mulyani Indrawati, and Retno Marsudi, generated strong credibility and public trust in different communication domains during the period 2020–2025. Using an instrumental qualitative case study approach with cross-case analysis, this study analyzed 47 documented public communication events including 18 interview episodes (Najwa Shihab), 16 press conferences and policy speeches (Sri Mulyani Indrawati), and 13 diplomatic speeches (Retno Marsudi) triangulated with academic literature and public trust survey data. Based on Source Credibility Theory (Hovland & Weiss, 1951; McCroskey, 2006), Narrative Paradigm (Fisher, 1984), and Authentic Leadership Communication (Northouse, 2021), this study found that the effectiveness of female public speaking in building credibility and public trust is determined by four pillars that work integratively: (1) demonstrated professional competence, (2) consistent communication that builds integrity, (3) social empathy that creates emotional resonance, and (4) authenticity that strengthens value trust. Based on the synthesis of findings, this study proposes the PSCT Framework (Public Speaking Credibility Trust) as a conceptual model that explains credibility as a mediating variable between public speaking strategies and the formation of sustainable public trust, with moderating factors of gender and the digital media environment.