Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pernikahan dan Syarat Sah Talak Abdul Hadi Ismail
Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/intiqad.v11i1.3131

Abstract

The word marriage comes Arabic namely nakaha and zawaja, and the meaning is to join and nakaha means marriage while aqad means agreement. So a marriage contract means a sacred agreement to bind yourself in marriage between men and women to form a happy family that is in accordance with Islamic law as devout moslims we will not be separated from Islamic law as a law that must obeyed by all moslims throughout the world.One of Islamic law is to regulate marriage, talak, divorce and refer to, these four things have been regulated in Islamic law, both in the quran and in the hadith. Marriage is an event that we often encounter in society even every day the Islamic community does marriage.
Pemberian Wasiat Wajibah kepada Istri Non Muslim Menurut Putusan Mahkamah Agung RI NO. 16K/AG/2010 Abdul Hadi Ismail
JURNAL MERCATORIA Vol 13, No 2 (2020): JURNAL MERCATORIA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/mercatoria.v13i2.4060

Abstract

Beragamnya agama yang ada di Indonesia, menyebabkan perkawinan beda agama rentan terjadi. Perkawinan beda agama akan berimplikasi kepada adanya kewarisan beda agama jika salah satu pasangan meninggal dunia, sehingga akhirnya akan menjadi sengketa waris. Para ulama fikih telah sepakat bahwa antara muslim dengan non muslim tidak saling mewaris, meskipun sebagian ulama membolehkan terjadinya peralihan harta melalui wasiat wajibah. Secara normatif tidak ada hukum positif yang mendasari pemberian wasiat wajibah kepada istri yang tidak beragama Islam. Kompilasi Hukum Islam hanya mengatur wasiat wajibah kepada anak angkat atau orang tua angkat.  Kekosongan hukum tersebut kemudian mendorong Mahkamah Agung Republik Indonesia memberikan putusan untuk memberikan bagian harta dari suami/istri non muslim melalui mekanisme wasiat wajibah. Berdasarkan konsideran tersebut, maka perlu dipertanyakan bagaimana wasiat wajibah terhadap non muslim dalam perspektif KHI, serta apa yang menjadi dasar Putusan Mahkamah Agung RI memutuskan pemberian wasiat wajibah kepada istri non muslim. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan sumber data berasal dari data sekunder. Hasil penelitian ini adalah bahwa pertimbangan yang menjadi dasar terbitnya Putusan Nomor 16 AK/G/2010 itu adalah rasa keadilan serya kemanusiaan, disebabkan istri telah mengabdikan dirinya selama 18 tahun dan bergaul dengan suami secara rukun dan baik.
WAGES IN ISLAMIC LAW Abdul Hadi Ismail; Riyan Pradesyah
Proceeding International Seminar of Islamic Studies INSIS 5 (March 2023)
Publisher : Proceeding International Seminar of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah Almighty created humans as beings who cannot live without helping each other. One of the human activities in Muamalah is wages, in Fiqh it is called Ujrah. Wages are an issue that cannot be solved through discussion by parties or organizations, both private and government. It's as if wages are a task that always makes management think about setting policy. Islam offers the best solution to the wage problem to protect the interests of workers and employers without violating the legal rights of employers. The concept of Wages is established in the most appropriate way without putting pressure on any party. This type of research is descriptive qualitative and uses secondary data collection techniques. The results showed that  the pillars and wage requirements were as follows:  Wages and Workers (Mu'jir and Musta'jir), Shighat (Ijab Qabul), wages or rewards, and the existence of expediency.  Wages can be grouped into two parts, namely as follows: The wages already mentioned (Ajrul Musamma) Y i.e. the wages mentioned at the beginning of the transaction, the condition is that when it is mentioned it must be accompanied by a willingness (received) by both parties, Commensurate wages (ajrul mistli) Is a wage that is commensurate with its work and commensurate with the conditions of work.  In general, the provisions of islamic law regarding the determination of the payment of wages are as follows:  Wages are paid as soon as possible, Wages are given according to their ability and achievements, Wages are mentioned before work begins, and Wages are paid appropriately
Pelatihan Pembuatan Kompas Kiblat pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Abdul Hadi Ismail; Abu Yazid Raisal; Fadilla Sayu Ananda; Rihan Yuhyi
Azkayra: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Sosial Vol 1, No 1 (2024)
Publisher : Azkayra: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55311/azkayra.v1i1.9

Abstract

Kompas kiblat adalah alat yang digunakan untuk menentukan arah kiblat dengan memanfaatkan medan magnet bumi.  Alat tersebut dapat mengukur arah kiblat dengan mudah. Pengabdian bertujuan untuk melatih mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dalam membuat kompas kiblat. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap pendahuluan, tahap pembuatan, dan tahap evaluasi. Mahasiswa beranggapan bahwa pelatihan ini mudah dan menyenangkan. Selain itu, pelatihan ini dapat membuat mahasiswa lebih memahami bagaimana cara menentukan arah kiblat dengan mudah. Kendalanya hanya pada proses perhitungan arah kiblat menggunakan trigonometri bola karena tidak semua mahasiswa baik dalam melakukan perhitungan. Keyword : Kiblat, Kompas kiblat, Ilmu Falak.
SUPPORT SYSTEM LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DALAM PENGEMBANGAN UMKM HALAL KOTA MEDAN Abdul Hadi Ismail; Khairunnisa Khairunnisa; Riyan Pradesyah; Al Bara
Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol 23, No 2 (2023): JAP : Vol. 23, No. 2, Agustus 2022 - Januari 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jap.v23i2.6401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat support system yang dilakukan oleh lembaga keuangan syariah kepada UMKM halal yang ada di kota Medan. Selama ini banyak Lembaga keuangan yang memberikan pembiayaan kepada UMKM tanpa adanya pembinaan kepada pengusaha untuk melakukan pengembangan usaha. Dimana Lembaga keuangan hanya memberikan uang dan nasabah wajib mengembalikan, tetapi Ketika pengusaha ingin mengembangkan produknya, bank atau Lembaga keuangan tidak mampu untuk memberikan edukasi terkait pengembangan yang akan dilakukan pengusaha. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dimana peneliti melakukan wawancara kepada objek yang dinginkan, kemudian menarasikannya dan mengambil kesimpulan dari hasil wawancara yang dilakukan. Dari hasil penelitian yang didapatkan, bahwa bank syariah atau Lembaga keuangan syariah, ada yang memberikan pelatihan tentang pengembangan usaha, ada juga yang hanya sekedar memberikan pembiayaan. Pembiayaan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan akad murabahah bil wakalah.
SUPPORT SYSTEM LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DALAM PENGEMBANGAN UMKM HALAL KOTA MEDAN Abdul Hadi Ismail; Khairunnisa Khairunnisa; Riyan Pradesyah; Al Bara
Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol 23, No 2 (2023): JAP : Vol. 23, No. 2, Agustus 2022 - Januari 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jap.v23i2.6406

Abstract

This study aims to see the support system carried out by Islamic financial institutions to halal MSMEs in the city of Medan. So far, many financial institutions have provided financing to MSMEs without any guidance to entrepreneurs to carry out business development. Where financial institutions only give money and customers are obliged to return, but when entrepreneurs want to develop their products, banks or financial institutions are unable to provide education related to the development that entrepreneurs will make. This research is a descriptive qualitative research, where the researcher conducts an interview with the object that is cooled, then narrates it and draws conclusions from the results of the interview conducted. From the results of the research obtained, that Islamic banks or Islamic financial institutions, some provide training on business development, some are just providing financing. The financing used in this study used the murabahah bil wakalah contract