Sri Rahayu
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Partisipasi Ibu Hamil dalam Program Skrining BBL Skrining Hipotiroid Konginental (SHK) Melalui Pendekatan Edukatif Sri Rahayu; Sarah Anissa; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congenital hypothyroidism is a metabolic disorder that may lead to impaired growth and neurodevelopment if not detected and treated early. Newborn Screening, particularly screening for Congenital Hypothyroidism (CH), is a crucial strategy to prevent disability and developmental delay in children. However, the coverage of CH screening at primary healthcare facilities remains suboptimal, partly due to limited maternal knowledge and lack of awareness regarding the importance of early screening. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of mothers of newborns and healthcare providers regarding the importance of congenital hypothyroidism screening as an early detection effort. The activity was conducted in the working area of a primary healthcare center through health education sessions, interactive discussions, and technical assistance in newborn screening implementation. The participants included mothers of newborns and healthcare workers involved in maternal and child health services. The results showed an improvement in mothers’ understanding of the purpose, benefits, and timing of congenital hypothyroidism screening. In addition, healthcare providers demonstrated better readiness in performing screening procedures according to established standards. This community service activity contributes to increasing awareness among both the community and healthcare providers regarding the importance of early detection of congenital hypothyroidism, which is expected to support the prevention of growth and developmental disorders in children.   Abstrak Hipotiroid kongenital merupakan salah satu kelainan metabolik bawaan yang dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Skrining Bayi Baru Lahir (SBBL), khususnya skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), menjadi upaya strategis dalam pencegahan kecacatan dan keterlambatan perkembangan pada anak. Namun, cakupan pelaksanaan skrining SHK di tingkat pelayanan kesehatan dasar masih belum optimal, salah satunya disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan ibu dan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya skrining pada bayi baru lahir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu bayi baru lahir serta tenaga kesehatan mengenai pentingnya skrining SHK sebagai upaya deteksi dini hipotiroid kongenital. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas melalui metode edukasi kesehatan, diskusi interaktif, dan pendampingan pelaksanaan skrining bayi baru lahir. Sasaran kegiatan meliputi ibu bayi baru lahir dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu mengenai tujuan, manfaat, dan waktu pelaksanaan skrining SHK. Selain itu, tenaga kesehatan menunjukkan kesiapan yang lebih baik dalam melaksanakan prosedur skrining sesuai standar. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam mendukung peningkatan kesadaran masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap pentingnya deteksi dini hipotiroid kongenital, sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan tumbuh kembang anak di kemudian hari.
Edukasi Pijat Common cold untuk Mengatasi Gejala ISPA pada Balita Nora Yuni Intasari; Heni Setyowati; Siti Hafsyah Mubarokah; Iness Irmayanty Saragih; Delvina Nor Dahlia; Sri Rahayu; Ekasari; Irma Kurnia; Artha Prihati Ningsih; Melianna Silaban; Astri Purnamasari Mustar
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Common cold is a common health problem in infants and toddlers due to upper respiratory tract viral infections. This condition can cause discomfort, sleep disturbances, decreased appetite, and increase parental anxiety in caring for children at home. One non-pharmacological effort that can be used to help relieve symptoms of cough and cold is common cold massage. However, mothers' knowledge and skills regarding this massage technique are still limited. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of mothers of toddlers in applying common cold massage as an effort to overcome cough and cold in toddlers. The activity was carried out on May 30, 2026 at the Sakura Integrated Health Post (Posyandu) in the Sekatak Community Health Center Working Area, involving 10 mothers of toddlers. The method used was hybrid learning through counseling, demonstrations, direct practice, and evaluation using pretest and posttest questionnaires. The pretest results showed that most respondents had a low level of knowledge, as many as 9 people (90%) with an average score of 45.33%. After being given education and demonstration of common cold massage, most respondents had a good level of knowledge as many as 8 people (80%) [lH2.1] with an average of 86.67. These results indicate that education accompanied by practical demonstrations is effective in increasing mothers' understanding of the benefits and techniques of common cold massage. This activity has been proven to be able to increase mothers' knowledge in providing non-pharmacological care to toddlers with coughs and colds. Therefore, education on common cold massage needs to be carried out continuously through integrated health post activities and community health programs.   Abstrak Batuk pilek (common cold) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi dan balita akibat infeksi virus saluran pernapasan atas. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, gangguan tidur, penurunan nafsu makan, serta meningkatkan kecemasan orang tua dalam merawat anak di rumah. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala batuk pilek adalah pijat common cold. Namun, pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai teknik pijat ini masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam menerapkan pijat common cold sebagai upaya mengatasi batuk pilek pada balita. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2026 di Posyandu Sakura Wilayah Kerja Puskesmas Sekatak dengan melibatkan 10 ibu balita. Metode yang digunakan adalah hybrid learning melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (90%) dengan nilai rata-rata 45,33%. Setelah diberikan edukasi dan demonstrasi pijat common cold, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 8 orang (80%) dengan rata-rata 86,67. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi praktik efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai manfaat dan teknik pijat common cold. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan ibu dalam melakukan perawatan nonfarmakologis pada balita yang mengalami batuk pilek. Oleh karena itu, edukasi pijat common cold perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan posyandu dan program kesehatan masyarakat.