Rinawati
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan tentang Common Cold dan Pijat Common Cold dalam Upaya Mengatasi Gejala Batuk Pilek pada Bayi/Balita Annisa Mastri Wahyu Nurjati; Icca Oktavia Noor Hidayati; Rinawati; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The common cold is an upper respiratory tract infection that frequently affects infants and toddlers. A situation analysis in Pringsari Village, Pringapus District, Semarang Regency, found a high incidence of coughs and colds in infants and toddlers, as well as low maternal knowledge regarding non-pharmacological treatment, such as common cold massage. Therefore, this community service program aims to improve mothers' knowledge and skills in performing common cold massage to address cough and cold symptoms in infants and toddlers. Babies are weak individuals and require an adaptation process. Every baby must be able to go through a physiological adaptation process consisting of the cardiovascular, respiratory system, hematopoiesis system, metabolism, body temperature, digestive tract system, endocrine glands, immunoglobulin system, glucose metabolism, integumentary and reproductive systems. Performing a Common Cold massage consisting of stages of massage for babies with coughs and colds consisting of the following movements: toward bridge nose & under the cheekbone, cheek rain drop, open book, butterfly, toby top intercostal, chest rain drop, positioning the baby face down, back and forth, sweeping neck to bottom, sweeping neck to feet, back circle, back rain drop, pitching and relaxation. Counseling on Common Cold Massage for Babies and Toddlers as an Effort to Overcome Coughs and Colds in the Pringsari Village Area, Pringapus District, Semarang Regency, which was attended by 15 respondents who were mothers who had babies. The Community Service Implementation was carried out on Saturday, May 9, 2026, starting at 09.00 – 11.30 WIB offline, with a method with an introduction first, then filling out the pre-test, then the presentation of the material and continued with a demonstration of Common Cold massage with 13 stages, followed by a question and answer process, then filling out the post-test and finally closing. The counseling participants understood and comprehended how to do Common Cold Massage to Overcome Coughs and Colds in Babies and Toddlers and good communication was established between the proposing team and the mothers who conducted the counseling. There was an increase in the knowledge and skills of mothers, as seen from the good percentage data of 53.3% (pretest) to 93.3% (posttest). It is hoped that mothers can practice Common Cold massage at home independently when their children have coughs and colds.   Abstrak Common cold merupakan salah satu gangguan saluran pernapasan atas yang sering terjadi pada bayi dan balita. Berdasarkan hasil analisis situasi di Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, ditemukan masih tingginya kejadian batuk pilek pada bayi dan balita serta rendahnya pengetahuan ibu mengenai penanganan nonfarmakologis berupa pijat Common Cold. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat Common Cold sebagai upaya mengatasi gejala batuk pilek pada bayi dan balita. Bayi merupakan individu yang lemah dan memerlukan proses adaptasi. Setiap bayi harus dapat melalui proses adaptasi fisiologis yang terdiri dari kardiovaskuler, sistem pernafasan, sistem hematopoiesis, metabolisme, suhu tubuh, sistem traktus digestivus, kelenjar endokrin, sistem imunoglobulin, metabolisme glukosa, sistem integumen dan reproduksi. Melakukan pijat Common Cold yang terdiri dari tahapan pijat bayi batuk pilek yang terdiri dari gerakan berikut melakukan gerakan toward bridge nose & under the cheek bone, cheek rain drop, open book, butterfly, toby top intercostal, chest rain drop, memposisikan bayi telungkup, back and forth, sweeping neck to bottom, sweeping neck to feet, back circle, back rain drop, pitching dan relaksasi. Penyuluhan Pijat Common Cold Pada Bayi dan Balita Sebagai Upaya Mengatasi Batuk Pilek di Wilayah Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang yang diikuti oleh 15 responden Ibu yang memiliki bayi. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dilakukan Hari Sabtu, 9 Mei 2026 mulai pukul 09.00 – 11.30 WIB secara luring (offline), dengan metode dengan perkenalan terlebih dahulu selanjutnya pengisian Pre Test, kemudian pemaparan materi dan dilanjutkan demonstrasi pijat Common Cold dengan 13 tahapan, berikutnya proses tanya jawab kemudian pengisian Post Test dan terakhir penutup. Peserta penyuluhan mengerti dan memahami cara melakukan Pijat Common Cold Untuk Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi dan Balita dan bisa terjalin komunikasi baik tim pengusul dan para ibu yang melakukan penyuluhan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu, yang dilihat dari data presentase baik 53,3% (pretest) menjadi 93,3% (Post Test). Diharapkan ibu-ibu dapat mempraktikkan pijat Common Cold dirumah secara mandiri saat anaknya mengalami batuk dan pilek.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ibu O Umur 28 Tahun G3P1A1 di PMB Istiqomah, S. Tr. Keb., Bdn. Rinawati; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant health is an important component in improving public health, so comprehensive and continuous midwifery services are needed through the Continuity of Care (CoC) approach. CoC allows for comprehensive assessment and assistance starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, to family planning, so that changes in maternal and infant conditions can be monitored consistently and early risk detection can be carried out optimally. This study aims to describe the process and results of the implementation of continuous midwifery care for Mrs. O, 28 years old, G3P1A1 at PMB Istiqomah, S. Tr. Keb., Bdn. Pringsari Village, Pringapus District during the period of March 2, 2026 to April 19, 2026. The method used is a case study with a descriptive approach through data collection using in-depth interviews, observations, physical examinations, and document reviews. The results of the assistance show that during pregnancy, Mrs. O did not experience complications, fetal growth was according to gestational age, and third trimester complaints such as anxiety and back pain could be overcome through health education and prenatal yoga. The birth was spontaneous, safe, and without complications, with the baby having a strong cry, good muscle tone, and normal vital parameters. During the postpartum period, uterine involution proceeded physiologically, lactation was smooth, there were no signs of infection, and the mother was able to care for herself and her baby independently. Newborn care also showed good results, including adequate elimination, normal neonatal reflexes, and smooth umbilical cord care. During the family planning phase, the mother chose the 3-month postpartum injectable contraceptive method. Overall, the implementation of the CoC provided tangible benefits in improving maternal readiness for each stage of reproduction, ensuring standardized care, and strengthening the quality of maternal and infant health monitoring. These findings emphasize the need for continued strengthening of continuous midwifery care as a strategic effort to support the reduction of maternal and infant morbidity and mortality. Abstrak Kesehatan ibu dan bayi merupakan komponen penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan pelayanan kebidanan yang komprehensif dan berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care (CoC). CoC memungkinkan penilaian dan pendampingan menyeluruh mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, asuhan bayi baru lahir, hingga keluarga berencana, sehingga perubahan kondisi ibu dan bayi dapat dimonitor secara konsisten dan deteksi dini risiko dapat dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. O, umur 28 tahun, G3P1A1 di PMB Istiqomah, S. Tr. Keb., Bdn. Desa Pringsari Kec. Pringapus selama periode 2 Maret 2026 sampai 19 April 2026. Metode yang digunakan adalah studi penelaahan kasus dengan pendekatan deskriptif melalui pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumen. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa selama kehamilan, Ny. O tidak mengalami komplikasi, pertumbuhan janin sesuai usia gestasi, dan keluhan trimester III berupa kecemasan serta nyeri punggung dapat diatasi melalui pendidikan kesehatan dan prenatal yoga. Persalinan berlangsung spontan, aman, tanpa penyulit, dengan bayi lahir menangis kuat, tonus otot baik, dan parameter vital normal. Pada periode nifas, proses involusi uterus berjalan fisiologis, laktasi lancar, tidak ditemukan tanda infeksi, dan ibu mampu merawat diri serta bayinya secara mandiri. Asuhan bayi baru lahir juga menunjukkan hasil baik, meliputi eliminasi adekuat, refleks neonatal normal, serta perawatan tali pusat yang berjalan tanpa masalah. Pada tahap keluarga berencana, ibu memilih KB Suntik 3 Bulan pasca salin. Secara keseluruhan, penerapan CoC memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesiapan ibu menghadapi setiap tahap reproduksi, memastikan pelayanan sesuai standar, serta memperkuat kualitas pemantauan kesehatan ibu dan bayi. Temuan ini menegaskan bahwa asuhan kebidanan berkelanjutan perlu terus diperkuat sebagai upaya strategis dalam mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi.