Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bimbingan Belajar Privat dalam Meningkatkan Pemahaman Hukum Fikih Peserta Didik Sudi Raharjo; Makmur; Diauddin Ismail; Muzakir Muhammad Amin; Ida Zahara Adibah; Karimuddin Abdullah Lawang
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Saweu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program bimbingan belajar privat dalam meningkatkan pemahaman hukum fikih peserta didik merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di pondok pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan belajar secara intensif melalui metode privat dengan pendekatan personal agar peserta didik mampu memahami materi fikih secara lebih mendalam dan aplikatif. Setiap kelompok kecil peserta dibimbing oleh seorang guru privat dalam ruang belajar khusus yang kondusif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep-konsep dasar fikih serta perubahan positif dalam sikap kedisiplinan dan keterlibatan belajar. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan budaya belajar yang positif. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan dan dikembangkan sebagai model pembelajaran alternatif di lingkungan pendidikan pesantren guna memperkuat kualitas pendidikan keagamaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Bimbingan Belajar Privat dalam Meningkatkan Pemahaman Hukum Fikih Peserta Didik Sudi Raharjo; Makmur; Diauddin Ismail; Muzakir Muhammad Amin; Ida Zahara Adibah; Karimuddin Abdullah Lawang
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Saweu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program bimbingan belajar privat dalam meningkatkan pemahaman hukum fikih peserta didik merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di pondok pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan belajar secara intensif melalui metode privat dengan pendekatan personal agar peserta didik mampu memahami materi fikih secara lebih mendalam dan aplikatif. Setiap kelompok kecil peserta dibimbing oleh seorang guru privat dalam ruang belajar khusus yang kondusif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep-konsep dasar fikih serta perubahan positif dalam sikap kedisiplinan dan keterlibatan belajar. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan budaya belajar yang positif. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan dan dikembangkan sebagai model pembelajaran alternatif di lingkungan pendidikan pesantren guna memperkuat kualitas pendidikan keagamaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Meningkatkan Kewaspadaan Terhadap Pengaruh Pemikiran Extrim Radikal dalam Beragama Melalui Program Bimbingan Keagamaan Bagi Pemuda-Pemudi di Kabupaten Pekalongan Sudi Raharjo
Mandalika Journal of Community Services Vol. 2 No. 1 (2025): Mandalika Journal of Community Services
Publisher : Penerbit Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjcs.v2i1.221

Abstract

Radikalisme dalam beragama menjadi tantangan serius yang dapat mengancam keharmonisan sosial dan persatuan bangsa. Di Kabupaten Pekalongan, fenomena ini semakin perlu mendapat perhatian, terutama di kalangan pemuda-pemudi yang rentan terhadap pengaruh pemikiran ekstrem. Program Bimbingan Keagamaan bagi Pemuda-Pemudi di Kabupaten Pekalongan bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pemikiran ekstrem radikal dalam beragama serta membangun pemahaman keagamaan yang moderat dan inklusif. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, serta pendekatan berbasis komunitas dengan melibatkan tokoh agama, akademisi, dan praktisi pendidikan keagamaan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, mulai dari identifikasi pemahaman keagamaan peserta, pelatihan wawasan kebangsaan, hingga pembinaan lanjutan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan yang toleran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai bahaya pemikiran radikal, pentingnya sikap moderasi dalam beragama, serta peran aktif pemuda dalam menjaga keharmonisan sosial. Selain itu, program ini juga berhasil membangun jejaring komunitas keagamaan yang lebih terbuka dan saling mendukung dalam menangkal pengaruh ekstremisme. Dengan adanya program ini, diharapkan terbentuk generasi muda yang lebih kritis terhadap pemikiran radikal serta memiliki wawasan keagamaan yang lebih inklusif dan toleran. Program serupa perlu terus dikembangkan di berbagai wilayah dengan pendekatan yang lebih luas guna memperkuat ketahanan sosial dan keagamaan masyarakat.