Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evolusi Pemikiran Islam dari Periode Klasik, Pertengahan, hingga Modern: Analisis Historis dan Perkembangan Epistemologis A. Nurhalifa Jumastan; Nurlaelah Abbas; Mahmuddin
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 6 No. 01 (Januari) (2026): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12259/jsib.v6i01 (Januari).48878

Abstract

Pemikiran Islam merupakan hasil interaksi antara ajaran normatif Al-Qur’an dan Hadis dengan konteks sejarah, sosial, budaya, dan intelektual yang terus berkembang sepanjang zaman. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah perkembangan pemikiran Islam serta periodisasinya yang meliputi periode klasik, pertengahan, dan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-historis dengan menelusuri dinamika pemikiran Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga era modern. Pada periode klasik (650–1250 M), pemikiran Islam berkembang pesat seiring meluasnya wilayah kekuasaan Islam dan kontak intelektual dengan peradaban Persia, Yunani, serta Romawi, sehingga melahirkan perkembangan ilmu fikih, teologi, filsafat, dan sains. Periode pertengahan (1250–1800 M) ditandai dengan kemunduran politik dan ilmiah akibat runtuhnya Baghdad serta melemahnya pusat-pusat peradaban, meskipun sejumlah kerajaan besar seperti Utsmani, Safawiyah, dan Mughal tetap menjadi penopang budaya dan keagamaan. Sementara itu, periode modern (1800 M–sekarang) menunjukkan munculnya kembali semangat pembaruan (tajdid) sebagai respons terhadap kolonialisme Barat, kemunduran internal, dan tuntutan modernitas, sehingga melahirkan tokoh-tokoh reformis di dunia Islam dan Nusantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Islam bersifat dinamis dan terus bertransformasi sesuai tantangan zaman, serta memiliki relevansi penting bagi pengembangan umat Islam pada masa kini dan masa depan.