Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Kecenderungan Penelitian Tesis Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar Tahun 2012-2013 Mahmuddin Mahmuddin
AL-Fikr Vol 20 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah; 1) Untuk mengetahui isu-isu penelitian yang paling banyak diteliti oleh mahasiswa program magister pada kurun waktu antara tahun 2012-2013, 2) Untuk mengetahui isu-isu penelitian yang memungkinkan untuk diteliti lebih lanjut oleh mahasiswa program magister pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif. Penelitian ini mengikuti langkah-langkah; 1) mengumpulkan semua data yang dibutuhkan dan terkait dengan penelitian baik yang bersifat primer maupun sekunder; 2) data tersebut kemudian diseleksi kevalidannya; 3) kemudian data tersebut dianalisis; 4) dan selanjutnya data diurai atau diklasifikasi dalam kategori-kategori untuk dijadikan kerangka demi memudahkan dalam membuat sistematika penelitian. Dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa hasil kajian tesis didominasi oleh penelitian yang berkaitan dengan pendidikan dan keguruan. Sementara itu kajian dalam bidang hukum atau syariah menempati urutan kedua. Selanjutnya penelitian tentang tafsir dan hadis dan pemikiran Islam serta ekonomi Islam menempati urutan berikutnya. Sedangkan penelitian dalam bidang dakwah dan sastra Arab masih sangat jarang dilakukan. Implikasi dari penelitian adalah bahwa dengan adanya hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa masih terdapat kajian-kajian yang sangat menarik yang dapat dijadikan obyek penelitian oleh para mahasiswa pasacasarjana UIN Alauddin Makassar.
Respon Masyarakat Kota Makassar Terhadap Program Studi Ilmu Hadis Di UIN Alauddin Makassar Mahmuddin Mahmuddin
AL-Fikr Vol 20 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program studi Ilmu Hadis sebagai program studi yang baru dikembangkan di UIN Alauddin Makassar tepatnya di fakultas ushuluddin, filsafat dan politik. Penelitian dilakuan untuk menjawab permasalahan yaitu bagaiman respon masyarakat Makassar dengan kehadiran program studi ilmu hadis. penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dengan metode kualitatif.Faktor penyebab kurang minatnya masyarakat Makassar melanjutkan studi di prodi ilmu hadis yaitu antara lain, sejak lama timbul kesan bahwa kajian hadis merupakan salah satu kajian yang sangat sulit dilakukan serta prospek alumni prodi ilmu hadis kurang digunakan. Untuk mengatasi hambatan di atas, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah hendaknya kajian-kajian yang diprioritaskan pada prodi ilmu hadis adalah hal-hal yang berkaitan dengan problema yang terjadi di masyarakat dan sesuai dengan kebutuhannya. Para pimpinan fakultas dapat bekerjasam dengan pemerintah daerah untuk merekrut lulusan/alumni prodi ilmu hadis untuk mengisi lowongan-lowongan tertuntu di kantor pemerintah seperti pada Bagian Agama dan Sosial.
Pengaruh Faham Asy’ariy pada Pemikiran Masyarakat Tradisional Mahmuddin Mahmuddin
AL-Fikr Vol 21 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asy’ariy mewakili teologi tradisional, karena mengambil pososi antara ekstrimrasional dan salafiyah. Faham Asy’ari telah memberi pengaruh terhadap polapikir umat, baik pada bidang teologi, tasauf dan fiqh (hukum), sehingga tidakdapat dipungkiri paham ini akan tetap eksis dalam dunia Islam. Asy’ariy sangatmementingkan kedua sumber (al-Qur'ân dan Sunnah) ajaran Islam dari padapenalaran, seperti yang dilakukan Mu’tazilah dan filosof yang membangunargumen mereka dengan landasan rasio. Mereka berusaha menyuguhkanpandanganya dengan membuat sintesis antara pandangan ortodoks (salaf) danpandangan rasional Mu’tazilah. Ia begitu cepat berkembang karena didukungoleh para penguasa pemerintahan, ulama serta pandangan kalam yang dogmatisdan rasional bersifat yang sederhana sehingga dapat diterima masyarakattradisional.
PEMIKIRAN POLITIK IBNU TAIMIYAH Mahmuddin Mahmuddin
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.872 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v6i2.7175

Abstract

Konsep politik Islam yang ditunjukkan oleh al-Qur’an dan petunjuk Nabi saw. memunculkan beragam pandangan mulai dari yang radikal sampai yang moderat. Persoalan tentang negara, pelaksanaan syariat serta jihad merupakan isu yang sering diperbincangkan. Sebuah negara didirikan untuk menerapkan hukum Islam dan syariat secara utuh, sementara jihad dengan melakukan pemberontakan tidak disepakati oleh Ibnu Taimiyah. Baginya, prinsip-prinsip mereka yang mengikuti Nabi saw. dan jama’ah kaum muslimin adalah mengedepankan persatuan, meninggalkan perang terhadap penguasa dan meninggalkan pemberontakan bersenjata.
AL-MAS'UL 'AN RA'IYYAH DALAM HADIS NABI SAW (Kajian Interpretasi Tekstual dan Kontekstual) Mutakdir Mutakdir; Mahmuddin Mahmuddin; Tasmin Tangngareng
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1651.167 KB) | DOI: 10.24090/jimrf.v9i1.4124

Abstract

This writing aims to describe al-Maus’ul ‘an Ra‘iyyah in prophet’s hadis (Textual and Contextual Interpretation Studys). Sentence al-Mas’ul ‘an Ra‘iyyah means a leader’s respomsibility. In hadith mentioned that all in the world is leader and will be asked his responsibility in here after. Human being created by Allah, has two big tasks and responsibility. First: as a servant who is obliged to increase worship. Second: as a messenger. Task and responsibility is trustworthy Allah, honestly many human being skill in carrying out the trustworthy so that responsibility report rejected by Allah. Thats why, to further analyze about al-Mas’ul ‘an Ra‘iyyah in hadith prophet saw. the auther collects meaningfull data Ra‘iyyah (leader) by searching hadith’s saw, in this process the researcher finded four terms, are term Khalifah, term Imam, term Ulim Amri dan term Sultan. Then the researcher analyzed the hadith al-Mas’ul ‘an Ra‘iyyah contained in the Sahih al-Bukhari, then Textual and Contextual Interpretation Study
Religion, Radicalism and National Character: In Perspective of South Sulawesi Local Wisdom Mahmuddin Mahmuddin
ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/esensia.v18i2.1481

Abstract

It is widely believed that Indonesia is encountering an issue of disharmony due to a number of horizontal conflicts which are based on ethnics, religions, and races. In addition, there are many social issues also happen in recent years that stimulate the conflicts. For example, the rampant of drugs users across the country and the increase of significant number of terrorists in many regions in Indonesia. The writer believes that one of the main reasons of these conflicts is lacking of understanding nation charachter as well as local wisdoms that owned by certain community. In the mean time, Indonesia as country is rich of characters that can unite community under the flag of nation and diminish conflicts among them. In the context of South Sulawesi region, there are, at least, three different characters that can decrease the emergence of radicalism. Firstly, respect to the difference. Secondly, they are open-minded. Thirdly, maintaining tradition of ashame (siri) as a local genius. These characters are social capitals of South Sulawesi communities in tackling radicalism understanding. The writer come to conclude that if every single ethnics in Indonesia make their local genius as their philosophy in daily life, the radicalism movement might be tackled across the country.[Dipercaya secara luas bahwa Indonesia menghadapi masalah ketidakharmonisan karena sejumlah konflik horizontal yang didasarkan pada etnis, agama, dan ras. Selain itu, ada banyak masalah sosial juga terjadi dalam beberapa tahun terakhir yang merangsang konflik. Misalnya, merajalela pengguna narkoba di seluruh negeri dan meningkatnya jumlah teroris yang signifikan di banyak wilayah di Indonesia. Penulis percaya bahwa salah satu alasan utama dari konflik ini adalah kurangnya pemahaman tentang karakter bangsa dan juga kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat tertentu. Sementara itu, Indonesia sebagai negara kaya akan karakter yang bisa menyatukan masyarakat di bawah bendera negara dan mengurangi konflik di antara mereka. Dalam konteks wilayah Sulawesi Selatan, setidaknya ada tiga karakter berbeda yang dapat menurunkan kemunculan radikalisme. Pertama, hargai perbedaannya. Kedua, mereka berpikiran terbuka. Ketiga, menjaga tradisi ashame (siri) sebagai jenius lokal. Karakter ini adalah ibu kota sosial masyarakat Sulawesi Selatan dalam mengatasi pemahaman radikalisme.  Penulis kemudian menyimpulkan bahwa jika setiap etnis di Indonesia membuat jenius lokal mereka sebagai filosofi mereka dalam kehidupan sehari-hari, gerakan radikalisme dapat ditangani di seluruh negeri.]
Fitrah Penampilan Diri (Studi Mengenai Anjuran Mencabut Bulu Ketiak) Zikriadi; Abustani Ilyas; Mahmuddin
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v2i1.154

Abstract

This research discusses the nature of self-appearance or (personal grooming) which contains suggestions, one of which is to remove armpit hair. This research is included in a literature review, the object of this study is hadiths related to personal grooming, the approach used is maqasid al-shari'ah al-syatibi. The results of the study reveal that self-appearance is part of aesthetics and in Islam it is included in adab or ethics as part of the sunnahs of human nature. The benefits of shaving the armpit hair are cleanliness and health, so removing it is a sunnah and is liked.
Trilogi Kecerdasan dan Kaitannya dengan wahyu (Analisis Tentang Potensi IQ, EQ, dan SQ Abdul Pandi; Muhammad Amri; Mahmuddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v1i2.212

Abstract

This research is entirely in the nature of library research. Data collected through library research consisting of source data (primary) in the form of books relating to critical studies of Islamic thought. Data processing is entirely "qualitative", because the data encountered is descriptive in the form of verbal statements. As for the method of analysis using "inductive", deductive" and comparative techniques". The results of this study indicate that. IQ, EQ, and SQ, are brain-centered human intelligence forces that have different orientations and functions, but all three can work well together. IQ that is centered on the left brain gives birth to rational or logical intelligence. EQ or Emotional intelligence is centered on the right brain which gives birth to ethical intuitive emotional intelligence. SQ is centered on the network between the two giving birth to a unitive and transcendent spiritual, with this power humans can find meaning behind all the life experiences that have been lived. IQ, EQ, and SQ, based on the view of the Koran, humans have various psychological potentials and these potentials determine human quality. These potentials are spirit, aql, qalb, and nafs. By modern findings these potentials are then translated into IQ, EQ, and SQ. The potentials given by Allah SWT make it possible to bring people who are desired by Allah SWT to worship Allah or become perfect human beings and or vice versa become humans who are disobedient to Allah SWT.
Aspek-Aspek Ketuhanan dalam Teologi Islam: Analisis Tiga Mazhab: Mu’tazilah, Asyariyah, Al-Maturidiyah Syawal Kurnia Putra; Muhammad Amri; Mahmuddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v1i3.239

Abstract

This article discusses the debate over divinity aspects in Islamic theology, using the literature study method. The purpose of this paper is to find out the meaning of monotheism in Islamic theology and debates related to divine aspects in Islamic theology. The results of this writing show that religion is a belief that has long existed throughout human civilization. As for the debate on the divine aspect in Islamic theology related to the nature of God, the Mu`tazilah argue that Allah is All-Knowing with His essence, not with knowledge, power and life, because all of these are attributes while attributes are something outside of matter. While the Asy`ariyah, argue that God has properties. God's justice, according to Asy'ariyah, God does as He wills, so God does not put all people into heaven unjust and if God puts all people into hell God is not unjust. Meanwhile, the understanding of justice for the Mu`tazilah implies obligations that must be respected by God. Regarding the power and will of God's Mutlat, Mu'tazilah argues that God's absolute power has been limited by the freedom that has been given to humans in determining wills and actions. whereas Asy`ari said that God is absolute in His will and power
AHMADIYAH (Analisis Kritis Terhadap Teologi dan Pemikirannya) Riski Ayu Amaliah; Muhammad Amri; Mahmuddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v1i3.249

Abstract

The purpose of this study is to discuss critical analysis of Ahmadiyya theology and thought using literature. The purpose of this writing is to find out about the history of the birth of Ahmadiyah, the life history of Mirza Gulam Ahmad, the understanding of Ahmadiyya which is considered controversial and the development of Ahmadiyya in Indonesia. The results of this paper show that Ahmadiyya emerged in the 19th century when Muslims were experiencing a setback. Ahmadiyah was founded by Mirza Gulam Ahmad who is considered a messenger of Allah SWT, and has even proclaimed himself the promised Messiah and al-Mahdi. Ahmadiyah is divided into two, namely Ahmadiyah Qadian and Ahmadiyah Lahore. Mirza Gulam Ahmad's thoughts are considered heretical by some people, because many of his thoughts are contrary to the values of Islamic teachings. The development of Ahmadiyya in Indonesia started with the establishment of Qadian schools for young people. In addition, its development is also through books and magazine publications originating from abroad.