Nurlaelah Abbas
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DINAMIKA KONFLIK SYIAH: AKAR HISTORIS, GEOPOLITIK KONTEMPORER, DAN UPAYA REKONSILIASI Muhammad Munzir Azyumardi; Nurlaelah Abbas; Indo Santalia
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 10, No 2 (2025): J-Alif, Volume 10, Nomor 2, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v10i2.6440

Abstract

The conflict between Shia and Sunni Islam has deep historical roots, originating from the succession dispute following the death of Prophet Muhammad. The events at Saqifah and the contested role of Ali ibn Abi Talib marked the beginning of political divergence that eventually evolved into theological conflict, particularly through the Shia doctrine of Imamah, which stands in contrast to the Sunni concept of the caliphate. Over time, these differences solidified into distinct sectarian identities and have contributed to ongoing tensions, especially in the geopolitical sphere after the 1979 Islamic Revolution in Iran. Contemporary crises in Iraq, Syria, and Yemen illustrate how sectarian sentiments are often exploited for political purposes. Nevertheless, various reconciliation efforts have emerged, including the Amman Message and other inter-sectarian dialogues. This article aims to trace the historical origins of the Shia–Sunni conflict, analyze its contemporary geopolitical implications, and evaluate the challenges and prospects for peaceful coexistence within the Muslim world.
Evolusi Pemikiran Islam dari Periode Klasik, Pertengahan, hingga Modern: Analisis Historis dan Perkembangan Epistemologis A. Nurhalifa Jumastan; Nurlaelah Abbas; Mahmuddin
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 6 No. 01 (Januari) (2026): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12259/jsib.v6i01 (Januari).48878

Abstract

Pemikiran Islam merupakan hasil interaksi antara ajaran normatif Al-Qur’an dan Hadis dengan konteks sejarah, sosial, budaya, dan intelektual yang terus berkembang sepanjang zaman. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah perkembangan pemikiran Islam serta periodisasinya yang meliputi periode klasik, pertengahan, dan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-historis dengan menelusuri dinamika pemikiran Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga era modern. Pada periode klasik (650–1250 M), pemikiran Islam berkembang pesat seiring meluasnya wilayah kekuasaan Islam dan kontak intelektual dengan peradaban Persia, Yunani, serta Romawi, sehingga melahirkan perkembangan ilmu fikih, teologi, filsafat, dan sains. Periode pertengahan (1250–1800 M) ditandai dengan kemunduran politik dan ilmiah akibat runtuhnya Baghdad serta melemahnya pusat-pusat peradaban, meskipun sejumlah kerajaan besar seperti Utsmani, Safawiyah, dan Mughal tetap menjadi penopang budaya dan keagamaan. Sementara itu, periode modern (1800 M–sekarang) menunjukkan munculnya kembali semangat pembaruan (tajdid) sebagai respons terhadap kolonialisme Barat, kemunduran internal, dan tuntutan modernitas, sehingga melahirkan tokoh-tokoh reformis di dunia Islam dan Nusantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Islam bersifat dinamis dan terus bertransformasi sesuai tantangan zaman, serta memiliki relevansi penting bagi pengembangan umat Islam pada masa kini dan masa depan.
Tinjauan Umum Aliran Khawarij, Murji’ah, Jabariyah dan Qadariyah Muh. Syahril Sabirin; Usman Jafar; Nurlaelah Abbas
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The death of the Prophet Muhammad (peace be upon him) gave rise to political and theological dynamics within the Muslim community. The conflicts during the period of the Rightly Guided Caliphs, particularly following the arbitration (tahkim) between Ali ibn Abi Talib and Muawiyah ibn Abi Sufyan, resulted not only in political fragmentation but also in the emergence of various theological schools in Islam. This study aims to examine the historical background and main doctrines of the Khawarij, Murji’ah, Jabariyah, and Qadariyah, especially concerning issues of faith, major sins, and divine decree (qada and qadar). This research employs a qualitative-descriptive method with a library research approach by analyzing relevant books, journals, and scholarly articles. The findings indicate that the Khawarij and Murji’ah emerged as responses to political conflict, while the Jabariyah and Qadariyah developed due to differing interpretations of human will and freedom within God’s decree.