Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENYULUHAN PERSIAPAN PERENCANAAN KEHAMILAN SEHAT PADA WANITA USIA SUBUR KUBANG JAYA, PETIR, SERANG Novitasari Novitasari; Rismawati Rismawati; Qonita Qonita
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persiapan perencanaan kehamilan sehat pada wanita usia subur (WUS) penting untuk menurunkan risiko kehamilan berisiko, namun pengetahuan prakonsepsi masih rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyuluhan persiapan perencanaan kehamilan sehat sebagai dasar pelaksanaan kegiatan di Kampung Kubang Petir. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain one group pretest–posttest pada 18 wanita usia subur melalui penyuluhan menggunakan media poster, presentasi PowerPoint, diskusi kelompok, serta pemberian tablet zat besi (Fe). Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesiapan wanita usia subur dalam merencanakan kehamilan sehat setelah mengikuti penyuluhan, serta interaksi dalam kelompok kecil dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman. Disimpulkan bahwa penyuluhan persiapan perencanaan kehamilan sehat merupakan intervensi edukatif yang efektif untuk meningkatkan kesiapan prakonsepsi serta berpotensi mencegah kehamilan berisiko dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
“GEMA PRESA” (GERAKAN MASYARAKAT PEDULI PRAKONSEPSI) : EDUKASI TERPADU PERSIAPAN KEHAMILAN SEHAT BAGI WANITA USIA SUBUR DI POSYANDU SARIKAYA Novitasari Novitasari; Rismawati Rismawati; Qonita Qonita
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persiapan kehamilan sehat merupakan tahapan penting yang harus dilakukan oleh wanita usia subur (WUS) sebelum memasuki masa kehamilan. Kondisi fisik, mental, status gizi, serta kesiapan kesehatan secara menyeluruh pada masa prakonsepsi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan kehamilan dan kesehatan ibu serta bayi (Indonesia, 2022, 2023) Penyuluhan kesehatan di tingkat masyarakat menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan wanita usia subur (Notoatmodjo, 2018; Sadiyah et al., 2024)
FERTILITAS DAN INFERTILITAS PADA PASANGAN USIA REPRODUKTIF: SCOPING REVIEW Novitasari Novitasari; Rismawati Rismawati; Qonita Qonita
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 3 (2026): July - September
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i3.820

Abstract

Fertilitas dan infertilitas merupakan isu utama dalam kesehatan reproduksi global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis, hormonal, lingkungan, serta kondisi medis tertentu. Infertilitas memengaruhi sekitar 8–12% pasangan di seluruh dunia, sedangkan studi lain menegaskan bahwa angka ini cenderung meningkat seiring perubahan gaya hidup dan paparan faktor risiko. Faktor ovarium, tuba, spermatogenesis, usia reproduktif, hingga kondisi metabolik seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) berperan penting dalam menentukan fertilitas.  Menganalisis secara komprehensif bukti ilmiah mengenai faktor determinan fertilitas dan infertilitas pada pasangan usia reproduktif, serta menggambarkan implikasi klinis dan rekomendasi berbasis bukti.  scoping review, disusun melalui penelusuran artikel ilmiah pada PubMed Central, BioMed Central, dan Google Scholar Open Access. Artikel yang dipertimbangkan merupakan publikasi full-text berbahasa Inggris, dengan rentang tahun 2016–2025.  Sebagian besar studi menegaskan bahwa infertilitas pada wanita berkaitan dengan gangguan ovulasi, kerusakan tuba, penurunan cadangan ovarium, dan endometriosis, sedangkan infertilitas pada pria umumnya dipengaruhi kualitas sperma, varikokel, infeksi saluran reproduksi, dan faktor genetik. Selain itu, faktor usia, obesitas, merokok, stres oksidatif, dan paparan lingkungan toksik juga dikaitkan dengan penurunan peluang kehamilan. Teknologi reproduksi berbantu (ART) seperti IVF dan ICSI terbukti membantu meningkatkan fertilitas, namun keberhasilannya sangat bergantung pada usia dan kondisi dasar pasangan. Infertilitas disebabkan oleh interaksi multifaktorial yang mencakup aspek biologis, hormonal, dan lingkungan. Deteksi dini gangguan reproduksi, edukasi mengenai gaya hidup sehat, serta akses ke layanan fertilitas sangat penting untuk meningkatkan peluang kehamilan.
Pengaruh Konsumsi Daun Kelor (Moringa Oleifera) dengan Kelancaran Pemberian ASI pada Ibu Nifas Lilis Kholisah; Tiara Rizky Novita; Rismawati Rismawati; Mutia Aisyah Hutabarat
Jurnal Bidan Komunitas Vol 9, No 3 (2026): EDISI SEPTEMBER
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v9i3.7142

Abstract

Pendahuluan: ASI merupakan cairan putih yang dihasilkan oleh kelenjar payudara wanita melalui proses laktasi. ASI adalah jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi sosial, maupun spiritual. ASI mengandung nutrisi, hormon, unsur kekebalan tubuh, pertumbuhan, antialergi, serta antiinflamasi. Nutrisi dalam ASI mencakup hampir 200 unsur zat makanan. Tujuan: untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi konsumsi daun kelor (Moringa Oleifera) dengan kelancaran pemberian ASI pada ibu nifas. Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment dan rancangan Static Group Comparison. (2) Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas yang menyusui sebanyak 34 orang, dengan teknik pengambilan sampel sampling jenuh. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan independent sample t-test. Hasil: hasil beda retara pada kelompok kontrol -464,706 dengan Pvalue 0,002, serta beda retara pada kelompok eksperimen -652,941 dengan pvalue 0,000. Kesimpulan: konsumsi daun kelor (Moringa oleifera) berpengaruh signifikan terhadap kelancaran pemberian ASI pada ibu nifas, sehingga dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu meningkatkan produksi ASI.