Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DI TACCIRI, KEL. LEMBANG PARANG, KEC. BAROMBONG, KAB. GOWA TAHUN 2025 Dardin Dardin; Inriyani Inriyani
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak besar terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial korban. Menurut World Health Organization (WHO), kekerasan seksual adalah setiap tindakan seksual yang dilakukan melalui paksaan, ancaman, atau tanpa persetujuan. UNICEF juga mendefinisikan kekerasan seksual sebagai tindakan yang memanfaatkan tubuh seseorang untuk kepentingan seksual, baik secara fisik maupun nonfisik, termasuk eksploitasi dan pelecehan seksual online. Di Indonesia, perlindungan korban telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), yang memberikan payung hukum bagi pencegahan, penanganan, dan pemulihan korban. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, faktor risiko, dampak, serta langkah pencegahan dan penanganan awal. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, dan demonstrasi penanganan awal kepada korban. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang kekerasan seksual dan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman.
PENDAMPINGAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) PADA PASIEN HALUSINASI Fardi Fardi; Dardin Dardin; Sudirman Sudirman
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 04 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi merupakan salah satu gejala utama gangguan jiwa yang paling sering ditemukan pada pasien skizofrenia. Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stimulasi Persepsi Halusinasi merupakan intervensi keperawatan jiwa yang efektif untuk membantu pasien mengenali dan mengontrol halusinasinya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan mendampingi pasien halusinasi dalam menerapkan TAK secara terstruktur. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan asesmen awal, pengorganisasian kelompok, pendampingan pelaksanaan TAK dalam 5 sesi utama, serta evaluasi kemampuan individu. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pasien dalam mengenali jenis, isi, waktu, dan frekuensi halusinasi, serta peningkatan keterampilan mengontrol halusinasi melalui teknik menghardik dan bercakap-cakap. Kegiatan pendampingan ini terbukti efektif dalam meningkatkan koping positif pasien dan direkomendasikan untuk terus dilakukan secara berkesinambungan.
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PELATIHAN MITIGASI BENCANA DAN PENYELAMATAN LAUT BERBASIS KOLABORASI LINTAS SEKTORAL DI PANTAI BABATOA, POLEWALI MANDAR Firmansyah Firmansyah; Dardin Dardin; Inriyani Inriyani
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 04 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat pesisir Pantai Babatoa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar menghadapi kerentanan tinggi terhadap bahaya hidrometeorologi, gempa bumi pemicu tsunami, serta kecelakaan aktivitas kelautan, yang diperberat oleh rendahnya pengetahuan dan keterampilan tanggap darurat warga lokal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan, sikap, serta keterampilan teknis mitigasi dan evakuasi mandiri masyarakat setempat. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Mei 2026 melalui kolaborasi terintegrasi lintas sektoral bersama TNI, POLRI, SAR/BASARNAS, BPBD, Polairud, dan Civitas Akademika STIKes Bhayangkara Makassar. Metode pelaksanaan mencakup edukasi massal interaktif, peragaan pertolongan pertama pada kecelakaan laut (water rescue dan basic life support), serta simulasi jalur evakuasi gempa-tsunami. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test serta lembar observasi partisipasi aktif warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman kognitif warga mengenai rantai keselamatan dan tanggap bencana sebesar 42,1% (p < 0,001), diiringi terbentuknya kesadaran kolektif serta pemangkasan waktu respons evakuasi mandiri menjadi 7–9 menit. Kolaborasi multi-sektor ini terbukti efektif mengakselerasi transfer keterampilan teknis kegawatdaruratan bagi masyarakat rentan di kawasan pesisir