Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN HIPERTENSI DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DI TACCIRI, KEL. LEMBANG PARANG, KEC. BAROMBONG, KAB. GOWA TAHUN 2025 Andi Suriyani; Dewi Hestiani
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling sering terjadi di seluruh dunia dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah yang persisten hingga mencapai atau melebihi 140/90 mmHg. Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer karena umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, namun dapat menyebabkan kerusakan organ yang serius dalam jangka panjang. WHO menekankan bahwa faktor risiko hipertensi meliputi pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, obesitas, konsumsi alkohol berlebihan, dan stres. Sementara itu, UNICEF menyoroti bahwa beban hipertensi tidak hanya berdampak pada individu dewasa, namun juga memberikan pengaruh pada kesehatan keluarga, terutama jika terjadi pada orang tua yang menjadi penanggung jawab kesejahteraan anak. Dampak hipertensi menurut WHO meliputi komplikasi seperti penyakit kardiovaskular, stroke, gangguan ginjal, serta penurunan kualitas hidup akibat gejala kronis dan pengobatan jangka panjang. Selain itu, beban ekonomi akibat penanganan medis dan kehilangan produktivitas turut menambah dampak jangka panjang pada masyarakat. Dengan memahami faktor risiko, pencegahan, dan konsekuensi hipertensi, diharapkan upaya promotif dan preventif dapat ditingkatkan guna menurunkan angka kejadian dan komplikasi penyakit ini.
EDUKASI PENYAKIT HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DI POSYANDU ASOKA, KEL. BONGAYA, KEC. TAMALATE, KOTA MAKASSAR 2026 Andi Suriyani; Dewi Hestiani; Nurmi Nurmi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 04 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi merupakan Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg, sedangkan diabetes mellitus merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan insulin. Secara global, jumlah penderita hipertensi mencapai sekitar 1,28 miliar orang dan diabetes mellitus lebih dari 422 juta orang. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% dan diabetes mellitus sekitar 10,9%, dengan kecenderungan peningkatan kasus di berbagai daerah termasuk Kota Makassar. Kedua penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, serta gangguan saraf yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat, aktivitas fisik teratur, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kegiatan penyuluhan kesehatan menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat guna mencegah dan mengendalikan hipertensi dan diabetes mellitus
SKRINING PERKEMBANGAN ANAK STUNTING MENGGUNAKAN KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) DI KECAMATAN MARISO Rezeki Nur; Kasmawati Karim; Andi Suriyani; Dewi Hestiani
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 04 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang tidak hanya berkaitan dengan hambatan pertumbuhan linear, tetapi juga perlu mendapat perhatian terhadap proses perkembangan anak. Skrining perkembangan penting dilakukan untuk mengidentifikasi secara dini anak yang membutuhkan pemantauan dan stimulasi perkembangan yang sesuai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining perkembangan pada anak stunting menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, dengan melibatkan 12 anak stunting. Skrining perkembangan dilakukan menggunakan KPSP yang disesuaikan dengan usia anak, kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif dan dikelompokkan dalam kategori sesuai, meragukan, dan penyimpangan. Hasil skrining menunjukkan bahwa 7 anak (58,3%) berada pada kategori perkembangan sesuai, 4 anak (33,3%) kategori meragukan, dan 1 anak (8,3%) kategori penyimpangan. Secara keseluruhan, 5 dari 12 anak (41,7%) memperoleh hasil skrining yang belum berada pada kategori perkembangan sesuai. Skrining perkembangan menggunakan KPSP dapat mendukung identifikasi dini masalah perkembangan pada anak stunting serta menjadi dasar pemberian edukasi kepada orang tua, pemantauan perkembangan, dan tindak lanjut sesuai kebutuhan anak.