Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kampus Berdampak: Konservasi Pakan Lebah Kelulut di Desa Telaga Langsat, Tanah Laut Wiwin Tyas Istikowati; Sunardi Sunardi; Ratih Afrida Lismana; Dimas Fajar Nugroho; Muhammad Rizki Romadhon; Enos Tangke Arung; Swandari Paramita
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21697

Abstract

Pengembangan budidaya lebah kelulut (Trigona spp.) di Desa Telaga Langsat, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, menghadapi tantangan signifikan terkait ketersediaan pakan yang stabil, terutama di luar musim berbunga dan ancaman bencana ekologis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan utama untuk meningkatkan resiliensi ekosistem pakan kelulut lokal melalui introduksi dua spesies tanaman nektar unggul, yaitu Xanthostemon chrysanthus (Golden Penda) dan Antigonon leptopus (Air Mata Pengantin), sekaligus meningkatkan estetika lanskap desa. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) yang meliputi sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi penanaman yang dilaksanakan melalui aksi gotong royong. Tahap persiapan melibatkan pengukuran awal pengetahuan mitra (pre-test), dan penanaman dilakukan dengan teknik berbasis agroforestri. Evaluasi program dilaksanakan menggunakan indikator kuantitatif berupa tingkat partisipasi sosial, peningkatan pengetahuan mitra (post-test), dan Tingkat Kelangsungan Hidup (Survival Rate, SR) tanaman yang dimonitoring selama tiga bulan pertama. Dari total 500 bibit yang diintroduksi, Tingkat Kelangsungan Hidup mencapai 91,0%, didukung oleh partisipasi gotong royong warga desa yang mencapai 87,5%. Peningkatan pengetahuan mitra mengenai manajemen pakan terukur sebesar 35% pada skor post-test. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa model intervensi dual-spesies pakan dapat menciptakan jaring pengaman ekologis bagi kelulut dan meningkatkan ketahanan ekonomi mitra, memperkuat implementasi Kampus Berdampak. Secara konklusif, program ini berhasil mengintegrasikan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS) ULM dengan nilai-nilai kolektif lokal (gotong royong) untuk menciptakan solusi yang adaptif dan berkelanjutan terhadap krisis pakan di tingkat desa.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK TURUNAN HASIL OLAHAN MADU DAN BEE POLLEN LEBAH KELULUT PADA KELOMPOK PETERNAK LEBAH MILENIAL DESA TELAGA LANGSAT, TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN Wiwin Tyas Istikowati; Sunardi Sunardi; Ratih Afrida Lismana Sari; Enos Tangke Arung; Swandari Paramita; Julinda Romauli Manullang; Dimas Fajar Nugroho; Muhammad Rizky Romadhon
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2816

Abstract

This community service activity was motivated by the significant potential for developing honey and bee pollen businesses from stingless bees (Trigona sp.) in Telaga Langsat Village, Tanah Laut Regency, South Kalimantan. Although the stingless bee population is quite abundant and millennial breeders have been active in cultivation, utilization of the harvest is still limited to the sale of raw honey with low economic value. Therefore, this activity aims to increase the added value of products through training in the manufacture of processed honey and bee pollen derivative products, such as honey jam. The implementation method included socialization, technical demonstrations, and direct practical assistance with a participatory approach. Evaluation was carried out through observation of participant skills, satisfaction questionnaires, and product feasibility tests. The results of the activity showed an 85% increase in participants' knowledge and skills, and the production of processed product prototypes ready for commercial development. This activity successfully fostered entrepreneurial motivation among young breeders and opened up opportunities for local economic development based on stingless bee farming products.