Anggoro Adit Haptono
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Generasi Z Dalam Penggunaan MyBCA Menggunakan TAM Wahyu Pratama Andhika Maheswara; Muhammad Alvian Jaya; Anggoro Adit Haptono
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 12 No. 2 (2025): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v12i2.1541

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi layanan perbankan dari konvensional ke digital. Generasi Z, sebagai generasi yang tumbuh terbiasa menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari menjadi target utama layanan ini. Dikarenakan, adopsi aplikasi mobile banking seperti MyBCA relatif tinggi. Dalam penelitian ini dilakukan analisa penyebab yang memengaruhi adopsi MyBCA oleh Generasi Z di Indonesia menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Data diperoleh dari responden melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan SEM. Berdasarkan data karakteristik responden, diketahui bahwa mayoritas peserta penelitian merupakan mahasiswa (61%) yang tergolong dalam kategori usia Generasi Z. Sebagian besar dari mereka tercatat menggunakan aplikasi MyBCA secara rutin, yaitu sebanyak 1–2 kali per minggu (64,3%). Variabel Perceived Ease of Use, Perceived Credibility, dan Normative Pressure tidak memengaruhi secara signifikan terhadap Attitude Toward Use. Attitude Toward Use tidak memengaruhi Adoption Intention secara signifikan. Temuan ini memberikan masukan bagi pengembangan strategi peningkatan adopsi mobile banking di kalangan Generasi Z.
Perancangan Aplikasi Kegawatdaruratan Terintegrasi "Sigap 24/7" dengan Pendekatan User Centered Design Wahyu Pratama Andhika Maheswara; Muhammad Alvian Jaya; Anggoro Adit Haptono; Iqbal Ramadhani Mukhlis; Prasasti Karunia Farista Ananto
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 12 No. 2 (2025): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v12i2.1576

Abstract

Tingginya tingkat kegawatdaruratan di Indonesia, dengan rata-rata 2.500 bencana alam dan 18.000 kasus kecelakaan lalu lintas per tahun (BNPB, 2023), menuntut sistem penanganan yang responsif. Penelitian ini mengembangkan "Sigap 24/7", aplikasi kegawatdaruratan berbasis Android yang diuji coba pada 150 pengguna dengan pendekatan User-Centered Design (UCD). Hasil pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi respon darurat sebesar 65% dibanding sistem konvensional, dengan waktu rata-rata pelaporan berkurang dari 4,2 menit menjadi 1,5 menit. Aplikasi ini menawarkan dua mode pelaporan: (1) layanan SOS dengan akurasi GPS 98,7% dalam radius 50 meter, dan (2) layanan Non-SOS yang meningkatkan kelengkapan data insiden sebesar 80% melalui formulir terstruktur. Uji coba multi-instansi melibatkan 5 lembaga darurat menunjukkan peningkatan koordinasi sebesar 72% dalam simulasi penanganan bencana. Evaluasi SUS (System Usability Scale) menghasilkan skor 86,4/100, menunjukkan tingkat penerimaan pengguna yang sangat baik. Solusi ini berpotensi mengurangi waktu respon darurat hingga 40% sekaligus meningkatkan akurasi data insiden untuk penanganan yang lebih tepat.
EDUKASI AGAMA DI ERA DIGITAL: ANALISA PODCAST LOGIN SEBAGAI PEMANFAATAN PLATFORM YOUTUBE UNTUK PENYEBARAN DAKWAH DAN PEMBELAJARAN KEAGAMAAN Hidayatulloh, Ragil; Anggoro Adit Haptono; Taufiq Tri Winardi; Wahyu Pratama Andhika Maheswara; Muhammad Alvian Jaya; Erwin Kusumastuti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.14239

Abstract

Freedom of religious preaching in Indonesia, although guaranteed constitutionally, often triggers disputes amidst diversity of beliefs. Da'wah activities based on the enlightenment of the people, of course, must require a comprehensive understanding of religious tolerance. Tolerance, which etymologically means patience, open-mindedness or showing patience, must be reflected in the implementation of da'wah activities. Religious tolerance is very important when viewed from the condition of nations and countries with multi-ethnic, cultural and religious social life. In the context of the developing digital era, YouTube has modernized methods of religious preaching and learning, providing a broad platform for the dissemination of religious teachings. Analysis of religious content on YouTube reveals the importance of the integrity of the host, the relevance of the material, and the interactivity of the platform in educating and increasing tolerance and understanding between religious believers. Although YouTube facilitates widespread access to religious information, challenges regarding the credibility and veracity of information demand strong digital literacy from users. Face-to-face learning methods are still needed in Islam as a foundation for understanding religion, emphasizing the importance of direct interaction in religious education. This study highlights the need for innovative approaches in creating da'wah content on YouTube to attract young people in particular, strengthen their religious awareness, and synchronize da'wah and religious education with the needs of today's digital generation.