Oktavianus Tombi
Program Studi Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Bosowa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REHABILITASI DAN PENERAPAN SANKSI HUKUM TERHADAP PECANDU NARKOTIKA DI KOTA KENDARI Oktavianus Tombi; Yulia A. Hasan; Waspada Santing
Indonesian Journal of Legality of Law Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Legality of Law, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ijlf.v8i2.6109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana penerapan ketentuan rehabilitasi bagi pecandu narkotika di Kota Kendari serta mengidentifikasi berbagai faktor yang menjadi penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris dengan pendekatan kualitatif, yang memadukan kajian normatif terhadap peraturan perundang-undangan dengan studi empiris melalui pengamatan dan wawancara langsung kepada pihak-pihak terkait, termasuk Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan rehabilitasi bagi pecandu narkotika di Kota Kendari masih belum optimal. Banyak pecandu maupun korban penyalahgunaan narkotika belum menunjukkan pemulihan total dan tidak memanfaatkan fasilitas rehabilitasi secara maksimal. Selain itu, masih ditemukan kecenderungan pecandu yang kembali menggunakan narkotika setelah menjalani proses rehabilitasi. Beberapa faktor yang menjadi hambatan utama antara lain: (1) substansi hukum terkait tindak pidana narkotika yang belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat; (2) keterbatasan sarana dan prasarana rehabilitasi yang tidak sebanding dengan jumlah pengguna narkotika yang membutuhkan layanan tersebut; dan (3) kultur masyarakat yang masih memandang rehabilitasi sebagai bentuk hukuman, bukan sebagai proses penyembuhan. Meski demikian, BNNP Kendari telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi hambatan tersebut, termasuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga pemasyarakatan serta menyusun program-program kolaboratif guna meningkatkan efektivitas layanan rehabilitasi di daerah tersebut. This study aims to determine and understand how the implementation of rehabilitation provisions for drug addicts in Kendari City and identify various factors that inhibit its implementation. This study uses a normative-empirical method with a qualitative approach, which combines normative studies of laws and regulations with empirical studies through direct observation and interviews with related parties, including the Southeast Sulawesi Provincial National Narcotics Agency (BNNP). The results of the study indicate that the implementation of rehabilitation for drug addicts in Kendari City is still not optimal. Many addicts and victims of drug abuse have not shown total recovery and do not utilize rehabilitation facilities optimally. In addition, there is still a tendency for addicts to return to using drugs after undergoing the rehabilitation process. Several factors that are the main obstacles include: (1) the legal substance related to drug crimes that are not fully understood by the community; (2) limited rehabilitation facilities and infrastructure that are not comparable to the number of drug users who need these services; and (3) community culture that still views rehabilitation as a form of punishment, not as a healing process. However, BNNP Kendari has made various efforts to overcome these obstacles, including building synergy with local governments and correctional institutions and developing collaborative programs to improve the effectiveness of rehabilitation services in the area.