Hermin Endratno
Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Modal Sosial dan Modal Sumber Daya Manusia Terhadap Intensi Berwirausaha: Peran Modal Psikologis Sebagai Mediasi Gefira Amalia Husein; Akhmad Darmawan; Hermin Endratno; Arini Hidayah
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v7i1.5437

Abstract

This study examines the influence of social capital and human capital on theentrepreneurial intentions of former Indonesian migrant workers (PMI purna), withpsychological capital positioned as a mediating variable. Grounded in the Theory ofPlanned Behavior (TPB), the research analyzes how social networks, skills, workexperience, and psychological readiness shape entrepreneurial intentions amongreturnees. A descriptive quantitative approach was employed through thedistribution of Likert-scale questionnaires to 100 purposively selected respondentsfrom a popolation of 476 former Indonesian migrant workers in Cihonje Village,Banyumas Regency. The four variables, namely social capital, human capital,psychological capital, and entrepreneurial intention, were measured using validatesindicators and analiyzed with PLS-SEM.The finding indicate that social capital and human capital positively andsignificantly influence entrepreneurial intentions. Psychological capital alsodemonstrates a strong direct effect and serves as a partial mediator thatstrengthens the relationship between both forms of capital and entrepreneurialintention. The R-Square value of 0,803 reflects strong predictive power of themodel, while the value of 0,604 for psychological capital confirms its essentialmediating role. These results highlight the importance of social support,competence development, and psychological readiness in fostering entrepreneurialbehavior. The study recommends empowerment programs that integrate social,skill-bassed and psychological components to enchance the economicindependence of former Indonesian migrant workers.
Pengaruh Flash Sale, Gratis Ongkir, Motivasi Belanja Hedonis Terhadap Pembelian Impulsive Dengan Emosi Positif Sebagai Variabel Intervening Navrila Aida Pangesti; Tri Septin Muji Rahayu; Herni Justiana Astuti; Hermin Endratno
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2026): November - Januari
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i1.2158

Abstract

Perkembangan marketplace mendorong perubahan perilaku belanja Generasi Z, terutama kecenderungan melakukan pembelian impulsive. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh flash sale, gratis ongkir, dan motivasi belanja hedonis terhadap pembelian impulsive dengan emosi positif sebagai variabel mediasi pada Generasi Z pengguna Shopee di Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 177 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa flash sale tidak berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsive, sedangkan gratis ongkir dan motivasi belanja hedonis berpengaruh positif dan signifikan. Tidak terdapat pengaruh langsung antara emosi positif dengan pembelian impulsive serta emosi positif tidak berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara variabel flash sale, gratis ongkir, dan motivasi belanja hedonis terhadap pembelian impulsive. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelian impulsive Generasi Z lebih dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan berbelanja dan dorongan kesenangan secara langsung dibandingkan kondisi emosional sesaat. Oleh sebab itu, strategi promosi marketplace sebaiknya lebih menekankan pada gratis ongkir dan pengalaman pengguna yang positif, daripada hanya bergantung pada sesi flash sale. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Stimulus–Organism–Response belum sepenuhnya mendukung perilaku pembelian impulsive pada Generasi Z.
Pengaruh Work Life Balance dan Work Engagement Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi Maharani Lulu Nafiza; Hermin Endratno; Muchammad Agung Miftahuddin; Alfato Yusnar Kharismasyah
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2026): November - Januari
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i1.2160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work life balance dan work engagement terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada RSU Ananda Purwokerto. Populasi penelitian berjumlah 242 karyawan dengan jumlah sampel sebanyak 151 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria responden merupakan tenaga kesehatan yang mencakup tenaga medis non-dokter dan tenaga non-medis serta telah bekerja minimal satu tahun. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance dan work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, serta keduanya berdampak positif terhadap kepuasan kerja. Namun, kepuasan kerja hanya memediasi pengaruh work engagement terhadap kinerja, sedangkan pengaruh work life balance terhadap kinerja berlangsung secara langsung tanpa melalui kepuasan kerja. Temuan ini memberikan kontribusi bagi manajemen RSU Ananda Purwokerto dalam memahami faktor-faktor yang dapat meningkatkan kinerja karyawan. Oleh karena itu, organisasi perlu menciptakan kondisi kerja yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, meningkatkan keterlibatan karyawan, serta memperkuat kepuasan kerja guna mencapai kinerja yang optimal.