Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGEDUKASI KOMUNITAS ORANG MUDA TENTANG PENGELOLAAN MODAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN PRODUKSI KERAJINAN BERBASIS BUDAYA Ignatia Thomasita Bau Mau; Hedwigh Hendrikus Temai Lejap; Eugenius Dwi Ardhika Irianto; Adiutrix Maria Irayanti Seran
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 2 (Oktober 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i2.3081

Abstract

The Hamutuk Ita Bele Creative Community is a community-based organization engaged in preserving the culture of East Nusa Tenggara (NTT) through the production of local handicrafts. However, this community faces various challenges, especially in capital and financial management, which hinder the sustainability and development of its business. This Community Service (PKM) activity aims to increase the community's capacity in financial management and investment through five strategic stages, starting with basic financial management education. Initial implementation focused on cash recording, simple budget preparation, and collective fund management simulations. The results of the activity showed that the community did not yet have a structured financial system, limited capital, and difficulty in establishing partnerships. Further stages such as optimizing capital use, business diversification strategies, and access to financing have not been fully implemented due to the weak basic capacity. However, this activity has a positive impact in the form of increasing financial awareness of community members and practical learning for students in applying financial management concepts. With a gradual and collaborative approach, this program is expected to strengthen the sustainability of culture-based communities as a whole.
Pendampingan Perencanaan Keuangan Adaptif Untuk Optimalisasi Modal Usaha Skala Kecil Berbasis Simulasi Keuangan Sederhana Ignatia Thomasita Bau Mau; Kristina Wada Betu; Alfonsus Rodriguez Suninono; Henny Manafe; Paskalis Seran; Hedwigh Hendrikus Temai Lejap; Grace Monika Corebima
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol.7 No 2 (Oktober 2026)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v7i2.4524

Abstract

Komunitas Kreatif Hamutuk Ita Bele di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, merupakan kelompok usaha kreatif berbasis budaya Nusa Tenggara Timur yang menghadapi kendala dalam perencanaan dan pengelolaan modal usaha. Penggunaan modal yang masih dilakukan secara spontan menyebabkan kesulitan dalam menentukan prioritas kebutuhan usaha, mengendalikan biaya produksi, dan merencanakan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam menyusun perencanaan keuangan yang adaptif melalui simulasi keuangan sederhana. Metode yang digunakan meliputi empat tahapan, yaitu penyusunan rencana kebutuhan minimal usaha, pelatihan simula si keuangan sederhana, integrasi perencanaan keuangan dan produksi, serta pendampingan implementasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra berhasil menyusun dokumen rencana kebutuhan minimal usaha sebagai dasar pengelolaan modal yang lebih terarah. Melalui pelatihan simulasi keuangan, peserta mampu memahami hubungan antara modal, biaya produksi, pendapatan, dan keuntungan serta melakukan perhitungan sederhana secara mandiri. Pada tahap integrasi perencanaan keuangan dan produksi, mitra mampu menyusun rencana produksi yang lebih realistis berdasarkan kemampuan modal dan target penjualan. Selain itu, pendampingan implementasi mendorong mitra untuk menggunakan dokumen perencanaan dalam pengambilan keputusan usaha dan memanfaatkan lembaga keuangan formal melalui keanggotaan koperasi simpan pinjam. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas perencanaan usaha, efisiensi penggunaan modal, serta mendukung keberlanjutan usaha kreatif berbasis budaya lokal melalui pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur dan terukur.