Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN PEMASARAN DIGITAL UMKM PRO FARM MELALUI SOSIALISASI, PELATIHAN, DAN MARKETPLACE ONLINE Tatik Amani; Ahmad Iskandar Rahmansyah; Aries Budi Widayanto; Siti Masluha
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 2 (Oktober 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i2.3525

Abstract

Pro Farm, a producer of goat-manure organic fertilizer in Dringu, Probolinggo, faces marketing constraints due to reliance on offline sales and local promotions. This community program aims to strengthen competitiveness through a simple, measurable, capacity-fit digital marketing rollout. The intervention comprised three stages: (1) socialization to align understanding, select priority channels (Instagram, Shopee, Tokopedia, Lazada), and set performance indicators; (2) training on promotional content and account management—product photography, short video, copywriting, scheduling, and responsive service; and (3) assisted setup of social media and online stores, including storefront curation, product descriptions, reply templates, and daily operating procedures. Results indicate improved organizational readiness: objectives, posting cadence, content pillars, and style standards were agreed; an active Instagram account and marketplace shops present clear information with consistent calls to action; the service flow from comments to chat to checkout was shortened; and weekly metric tracking began (follower growth, reach, storefront visits, chat–order ratio, review quality). Findings emphasize that digital adoption depends less on budget and more on consistent execution, continuous learning, and role governance. Recommended next steps include strengthening social proof, optimizing keywords, testing content variants, fostering local collaborations, and securing accounts via two-factor authentication and access management. The three-stage model is replicable for agribusiness MSMEs with local adaptations, enabling market expansion, revenue growth, and business sustainability, grounded in field data and customer needs.
Pengaruh Return On Equity dan Cash Ratio Terhadap Harga Saham dengan Good Corporate Governance sebagai Variabel Moderasi Mohammad Hadiyanto; Judi Suharsono; Ahmad Iskandar Rahmansyah
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 10: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i10.19475

Abstract

Perbedaan hasil penelitian mengenai pengaruh Return on Equity (ROE) dan Cash Ratio terhadap harga saham serta masih terbatasnya penelitian yang mengkaji peran Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel moderasi mendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh ROE dan Cash Ratio terhadap harga saham serta menguji kemampuan GCG yang diproksikan dengan proporsi komisaris independen dalam memoderasi hubungan tersebut pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 48 perusahaan sebagai sampel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan Cash Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Selain itu, GCG yang diproksikan dengan komisaris independen mampu memperkuat pengaruh ROE terhadap harga saham, namun tidak mampu memoderasi pengaruh Cash Ratio terhadap harga saham. Temuan ini menunjukkan bahwa profitabilitas merupakan faktor yang lebih dipertimbangkan investor dibandingkan likuiditas, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap informasi profitabilitas perusahaan.