Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan Islam dalam Penguatan Ketahanan Moral Generasi Alpha Angga Saputra; Riky Supratama
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0p5awx39

Abstract

Generasi Alpha menghadapi tantangan etis yang semakin kompleks sebagai akibat dari dominasi teknologi digital, arus globalisasi, serta transformasi pola interaksi sosial yang mempengaruhi pembentukan nilai dan karakter mereka. Fenomena seperti penurunan kapasitas regulasi diri, berkurangnya sensitivitas empati, dan pergeseran orientasi nilai mengindikasikan adanya degradasi resiliensi moral pada generasi ini. Dalam konteks tersebut, pendidikan Islam memainkan peran strategis sebagai fondasi penguatan karakter melalui internalisasi akhlak mulia, teladan Nabi Muhammad SAW, serta habituasi nilai-nilai Islam yang relevan dengan dinamika kehidupan kontemporer. Melalui pendekatan kualitatif yang berbasis pada kajian literatur, berbagai penelitian mengungkapkan bahwa institusi keluarga sebagai agen pendidikan primer dan utama, lembaga pendidikan formal sebagai mediator nilai, serta lingkungan sosial sebagai arena praktik moral, memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat resiliensi moral generasi muda. Selain itu, integrasi pendidikan Islam dengan ekosistem digital merupakan imperatif yang tidak dapat dielakkan, mengingat rutinitas harian Generasi Alpha yang sangat terintegrasi dengan teknologi. Pemanfaatan platform digital untuk dakwah, pembelajaran interaktif, dan habituasi karakter berbasis nilai-nilai Islam dapat meningkatkan efektivitas proses pembinaan moral. Dengan implementasi strategi yang integratif, adaptif, dan kontekstual, pendidikan Islam mampu membangun fondasi resiliensi moral yang solid, sehingga Generasi Alpha dapat menavigasi tantangan etis era digital dengan disposisi yang bijak, berintegritas, dan berakhlak mulia.
Integrasi Nilai-Nilai Tradisional dan Modern dalam Kurikulum Pendidikan Islam di Era Kontemporer Abdullah Azzam; Angga Saputra
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/madj4q87

Abstract

Perkembangan modern yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi menuntut penyesuaian sistem pendidikan Islam agar tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan urgensi integrasi nilai-nilai tradisional dan modern dalam kurikulum pendidikan Islam di era kontemporer. Nilai-nilai tradisional, yang bersumber dari Al-Qur'an, Sunnah, dan ilmu para ulama klasik, menekankan spiritualitas, moralitas, dan pengembangan akhlak mulia. Sementara itu, nilai-nilai modern seperti rasionalitas, inovasi, dan keterampilan abad ke-21 dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka dan analisis deskriptif terhadap berbagai sumber akademik terkait kurikulum pendidikan Islam dan teori integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua nilai ini menghasilkan kurikulum yang menyeimbangkan dimensi spiritual dan intelektual, moralitas dan profesionalisme, serta berorientasi pada kebutuhan akhirat dan duniawi. Dengan demikian, kurikulum pendidikan Islam integratif dapat menjadi solusi strategis untuk membangun generasi Muslim yang berkarakter, berpikir kritis, adaptif, dan berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri keislamannya.