Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Model Kepemimpinan Islami Untuk Generasi Z: Perspektif Komunikasi Rahman Zaki Rizaldy; Riky Supratama
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 03 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model kepemimpinan Islami yang relevan bagi Generasi Z melalui perspektif komunikasi modern. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis bagaimana nilai-nilai inti kepemimpinan Islami seperti amanah, kejujuran, keadilan, dan musyawarah diintegrasikan dalam pola komunikasi yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z yang sangat dekat dengan teknologi digital. Generasi Z dikenal sebagai generasi yang adaptif, cepat menerima informasi, dan lebih merespons gaya komunikasi visual, interaktif, dan partisipatif. Dalam konteks tersebut, pemimpin Islami dituntut untuk mampu memadukan prinsip syariah dengan pendekatan komunikasi kreatif agar pesan kepemimpinan dan dakwah dapat tersampaikan secara efektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Islami mampu memperkuat kepercayaan, meningkatkan efektivitas komunikasi organisasi, serta menciptakan interaksi yang harmonis antara pemimpin dan anggota. Selain itu, adaptasi pemimpin terhadap platform digital seperti media sosial terbukti meningkatkan keterhubungan dan kedekatan emosional dengan Generasi Z. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan Islami tetap relevan dan dapat diimplementasikan secara optimal apabila dikemas dalam komunikasi yang adaptif terhadap tuntutan zaman.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Perilaku Konsumtif (Hedonisme) Siswa pada Era E-Commerce Seprila Tri Aldi; Riky Supratama
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 03 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era e-commerce telah membawa perubahan signifikan terhadap pola konsumsi remaja, termasuk siswa sekolah menengah, yang semakin rentan terhadap perilaku konsumtif dan gaya hidup hedonis. Kemudahan akses belanja online, promosi digital yang agresif, dan paparan media sosial menjadi faktor utama yang memicu meningkatnya perilaku impulsif dalam konsumsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi perilaku konsumtif siswa di tengah dominasi budaya digital. Melalui sintesis literatur dan analisis konseptual, penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti moderasi (i‘tidāl), qana‘ah, dan larangan isrāf serta tabdzir memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk kontrol diri, kesadaran etis, dan pola konsumsi yang sehat. PAI juga memiliki fungsi preventif dan kuratif melalui internalisasi nilai, penguatan literasi finansial syariah, serta pembentukan karakter spiritual yang mampu menahan pengaruh hedonisme digital. Selain itu, integrasi pendekatan ekonomi syariah dalam materi PAI terbukti efektif dalam mendorong pola belanja rasional dan sesuai kebutuhan. Temuan ini menegaskan bahwa PAI dapat menjadi benteng moral yang relevan dan adaptif dalam menghadapi tantangan konsumtivisme modern. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui penggabungan perspektif pendidikan agama, psikologi digital, dan ekonomi syariah untuk memperkuat strategi pendidikan dalam menekan perilaku konsumtif siswa pada era e-commerce.
Evaluasi Penerapan Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Sabyli Hikmah Mukaddar; Riky Supratama
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 03 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada beberapa SMA di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Fokus penelitian diarahkan pada pelaksanaan pembelajaran, respons guru dan siswa, serta hambatan yang muncul selama penerapan kurikulum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tiga guru PAI, sepuluh siswa, dan satu kepala sekolah sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi perangkat pembelajaran. Analisis dilakukan menggunakan proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah memberikan dampak positif terhadap dinamika pembelajaran PAI. Guru mulai menerapkan strategi pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Siswa pun menunjukkan peningkatan motivasi belajar, keterlibatan dalam kegiatan kelas, serta pemahaman nilai-nilai keislaman seperti akhlak, ibadah, dan toleransi. Integrasi budaya lokal Maluku turut memperkaya proses pembelajaran sehingga materi lebih mudah dipahami dan dirasakan relevan oleh siswa. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah kendala signifikan dalam pelaksanaan kurikulum, antara lain keterbatasan infrastruktur digital, minimnya bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik daerah kepulauan, serta rendahnya tingkat pelatihan guru. Kondisi geografis wilayah yang tersebar juga berdampak pada pemerataan akses pendidikan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di wilayah Salahutu memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, namun perlu diperkuat dengan dukungan sarana, pelatihan, dan kebijakan yang lebih komprehensif.
REVIEW OF MULTIPLE INTELLIGENCE IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LEARNING: STRATEGY AND IMPLEMENTATION IN PESANTREN Riky Supratama; Husna Nashihin; Ridho Muttaqin; J Joni; Triana Hermawati
Proceeding of International Conference of Islamic Education Vol. 3 (2025): Proceeding of International Conference on Islamic Education
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the extent to which the methods and applications of the theory of multiple intelligence are in harmony with the perspective of Islamic education. The foundation of this study refers to the concept of compound intelligence developed by Howard Gardner. The main focus of this research is the strategy and application of the theory of multiple intelligence in the learning process of Islamic Religious Education in the pesantren environment. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and data analysis based on the Miles and Huberman model. The results of this study are expected to provide a more comprehensive insight into how the theory of multiple intelligences can be applied in Islamic religious learning. In addition, this research also aims to dig deeper into how this concept can optimize the cognitive and emotional potential of every student in the Islamic education system.
Peran Pendidikan Islam dalam Penguatan Ketahanan Moral Generasi Alpha Angga Saputra; Riky Supratama
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0p5awx39

Abstract

Generasi Alpha menghadapi tantangan etis yang semakin kompleks sebagai akibat dari dominasi teknologi digital, arus globalisasi, serta transformasi pola interaksi sosial yang mempengaruhi pembentukan nilai dan karakter mereka. Fenomena seperti penurunan kapasitas regulasi diri, berkurangnya sensitivitas empati, dan pergeseran orientasi nilai mengindikasikan adanya degradasi resiliensi moral pada generasi ini. Dalam konteks tersebut, pendidikan Islam memainkan peran strategis sebagai fondasi penguatan karakter melalui internalisasi akhlak mulia, teladan Nabi Muhammad SAW, serta habituasi nilai-nilai Islam yang relevan dengan dinamika kehidupan kontemporer. Melalui pendekatan kualitatif yang berbasis pada kajian literatur, berbagai penelitian mengungkapkan bahwa institusi keluarga sebagai agen pendidikan primer dan utama, lembaga pendidikan formal sebagai mediator nilai, serta lingkungan sosial sebagai arena praktik moral, memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat resiliensi moral generasi muda. Selain itu, integrasi pendidikan Islam dengan ekosistem digital merupakan imperatif yang tidak dapat dielakkan, mengingat rutinitas harian Generasi Alpha yang sangat terintegrasi dengan teknologi. Pemanfaatan platform digital untuk dakwah, pembelajaran interaktif, dan habituasi karakter berbasis nilai-nilai Islam dapat meningkatkan efektivitas proses pembinaan moral. Dengan implementasi strategi yang integratif, adaptif, dan kontekstual, pendidikan Islam mampu membangun fondasi resiliensi moral yang solid, sehingga Generasi Alpha dapat menavigasi tantangan etis era digital dengan disposisi yang bijak, berintegritas, dan berakhlak mulia.
Tekstualisasi Dan Kontekstualisasi Hadis Larangan Berpergian Bagi Perempuan Tanpa Mahram Riky Supratama; Hilalludin Hilalludin
Fikr: Jurnal Pemikiran Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Fikr: Jurnal Pemikiran Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul `'Ulum Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62448/fjpsi.v1i1.229

Abstract

This research examines the prohibition on women traveling without a mahram from both textual and contextual perspectives. The study begins by presenting the text of a hadith from Sahih Muslim, which states that a woman is not allowed to travel for three days unless accompanied by a mahram. It then explores the concept of mahram in Islam, including kinship, breastfeeding, and marital relations. In the textual analysis phase, the research reviews the opinions of the four major schools of thought (Hanafi, Maliki, Shafi’i, and Hanbali), which generally require the presence of a mahram for women traveling, especially for pilgrimage (hajj). The study also presents variations among scholars regarding the distance allowed for a woman’s journey and the conditions for safe travel. In the contextualization phase, the research critiques the purely textual approach by considering modern contexts where security measures for women have greatly improved. It finds that the original reason for the prohibition was to protect women’s safety and honor, which was relevant to the historical context. Therefore, modern social and security contexts should be considered in implementing the hadith to make its interpretation more relevant to contemporary women’s needs