Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The effect of biomass ratio and CaO/Si catalyst on hydrogen production from corncob–wood pellet gasification Purbo Suwandono; Widya Wijayanti; Nova Risdiyanto Ismail; Dzulfikar Johan Akbar; Wisnu Setyo Catur Pambudi
Jurnal Polimesin Vol 23, No 6 (2025): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v23i6.7803

Abstract

Biomass co-gasification combined with catalytic upgrading offers a promising pathway for enhancing hydrogen-rich syngas production. This study investigates co-gasification of corncob and wood pellets in an updraft fixed-bed reactor, integrated with ex-situ CaO/Si catalytic upgrading. Nine experimental runs were conducted by varying the corncob: pellet ratio (1:1–3:1), catalyst loading (6–10 wt% of 80 g biomass), and CaO/Si ratio (1:1–3:1), while reactor geometry, inlet air speed (10 m/s), and run duration (1500 s) were kept constant. The product gas was routed through an ex-situ catalyst bed, cooled in a condenser, and then analyzed using calibrated MQ sensors (H₂, CH₄, CO, CO₂). Gas composition was monitored using calibrated MQ sensors to provide comparative trends among operating conditions. The best performance was observed in Run 7 (50:50 biomass ratio, 10 wt% catalyst, CaO/Si = 2:1), achieving peak H₂ at 8000 ppm and CH₄ at 46,000 ppm, while CO₂ decreased to 16,000 ppm compared with several other runs. This outcome was consistent with CO₂ sorption by CaO, which can shift reactions toward higher H₂ formation (e.g., via the WGS equilibrium), and was supported by downstream upgrading reactions in the hot-gas line. The results suggest that combining biomass blending with ex-situ CaO/Si upgrading can improve the characteristics of hydrogen-enriched syngas within the investigated operating range.Biomass co-gasification combined with catalytic upgrading offers a promising pathway for enhancing hydrogen-rich syngas production. This study investigates co-gasification of corncob and wood pellets in an updraft fixed-bed reactor, integrated with ex-situ CaO/Si catalytic upgrading. Nine experimental runs were conducted by varying the corncob: pellet ratio (1:1–3:1), catalyst loading (6–10 wt% of 80 g biomass), and CaO/Si ratio (1:1–3:1), while reactor geometry, inlet air speed (10 m/s), and run duration (1500 s) were kept constant. The product gas was routed through an ex-situ catalyst bed, cooled in a condenser, and then analyzed using calibrated MQ sensors (H₂, CH₄, CO, CO₂). Gas composition was monitored using calibrated MQ sensors to provide comparative trends among operating conditions. The best performance was observed in Run 7 (50:50 biomass ratio, 10 wt% catalyst, CaO/Si = 2:1), achieving peak H₂ at 8000 ppm and CH₄ at 46,000 ppm, while CO₂ decreased to 16,000 ppm compared with several other runs. This outcome was consistent with CO₂ sorption by CaO, which can shift reactions toward higher H₂ formation (e.g., via the WGS equilibrium), and was supported by downstream upgrading reactions in the hot-gas line. The results suggest that combining biomass blending with ex-situ CaO/Si upgrading can improve the characteristics of hydrogen-enriched syngas within the investigated operating range.
ANALISIS HUBUNGAN DAYA LISTRIK DENGAN BIAYA BULANAN PELANGGAN Igo Dwi Pranata; Alif Fachrudin Budiman Pangarsa; Nova Risdiyanto Ismail; Chauliah Fatma Putri
Prosidia Widya Saintek Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara daya listrik dan biaya bulanan pelanggan pada Kabupaten Malang. Data yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 3 kelompok daya listrik yaitu rumah berdaya listrik 1300 Va, 900 Va, dan 450 Va dan biaya pembayaran listrik bulanan yang menjadi sampel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis varians satu arah (One-Way Analysis of Variance atau One-Way ANOVA) untuk menguji perbedaan rata-rata biaya listrik pada masing-masing kelompok daya. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan biaya listrik bulanan antar kelompok daya listrik yang diamati. Pelanggan dengan daya listrik daya listrik yang lebih tinggi cenderung memiliki biaya bulanan yang lebih besar dibandingkan pelanggan dengan daya yang lebih rendah. Dengan demikian, daya listrik memiliki hubungan yang signifikan terhadap biaya bulanan pelanggan dan dapat mempengaruhi tingkat konsumsi energi listrik rumah tangga.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN BALAI SERBAGUNA RT 02 RW 15 PERUMAHAN CANDIRENGGO ASRI SINGOSARI MALANG Nova Risdiyanto Ismail; Chauliah Fatma Putri; Mufidatul Ma'sumah; Alfiana Alfiana; Nasharuddin Mas
Prosidia Widya Saintek Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balai warga merupakan fasilitas sosial yang berperan penting dalam mendukung aktivitas kemasyarakatan di lingkungan permukiman. RT 02 RW 15 Perumahan Candirenggo Asri, Singosari, Malang belum memiliki fasilitas bersama yang representatif, sehingga kegiatan warga seperti rapat RT, kegiatan PKK, musyawarah lingkungan, dan kegiatan sosial masih dilaksanakan di rumah warga dengan kapasitas terbatas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam perencanaan dan pembangunan Balai Serbaguna RT 02 RW 15 agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pengurus RT dan warga, survei lokasi, identifikasi kebutuhan ruang, penyusunan desain bangunan, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), sosialisasi hasil perencanaan, penggalangan dana swadaya, serta pengawasan pembangunan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan Tim PKM Universitas Widya Gama Malang membantu warga memperoleh desain dan perencanaan anggaran yang lebih terarah. Balai Serbaguna yang dibangun telah dimanfaatkan untuk pertemuan warga, kegiatan PKK, kegiatan sosial, dan koordinasi keamanan lingkungan. Keberadaan balai ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan interaksi sosial, partisipasi masyarakat, kebersamaan, dan kepedulian warga dalam menjaga fasilitas umum.