Adam Rizki Purnawan
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Permainan Tradisional Dalam Mengurangi Kecanduan Gadget dan Bullying Pada Anak Rasyidah Primadita Anggraini; Farhatul Adawi; Adam Rizki Purnawan; Ammalia Nur Medina Putri Hardandy; Farhan Matluba; Muhammad Miftahul Ulum; Striniricwari Erif Machmud; Aisyah Madu Retno; Qamaruz Zaman; Muhammad Abdullah Ubaidi; Dias Fitria; Alfi Laila; Muhammad Syavicky; Nidaaur Rohmawati; Sofyan Hadi
Khidmah Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): Februari 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/y4dmkh61

Abstract

Menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai warisan bangsa di tengah kehidupan sehari hari. Permainan tradisional dipilih sebagai media utama  karena mampu mendorong interaksi sosial, kolaborasi, dan pengembangan karakter yang positif di kalangan anak-anak Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang dipilih karena melibatkan secara aktif masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan ini melibatkan kerjasama antara panitia dan masyarakat setempat dalam merancang dan melaksanakan kegiatan festival permainan tradisional. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan anak-anak dalam aktivitas yang melibatkan fisik dan sosial, serta mendidik mereka mengenai nilai budaya lokal. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam partisipasi anak-anak dalam permainan tradisional, yang berdampak positif terhadap pengurangan jumlah waktu yang dihabiskan di depan layar gadget dan menurunkan insiden bullying. Hasil pelaksanan kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan ini cukup efektif, dapat dilihat dari anak anak yang sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu bermain gadget, setelah mengikuti festival ini mereka lebih memilih bermain permainan tradisional di halaman rumahnya  bersama teman sebayanya yang lebih seru dibanding bermain gadget. Dengan demikian, pengabdian  ini menggarisbawahi pentingnya penerapan permainan tradisional sebagai alat, tidak hanya untuk mengalihkan perhatian dari gadget, tetapi juga untuk membentuk karakter dan menciptakan lingkungan bermain yang sehat, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas masa kanak-kanak. Dalam hal ini dibuktikan dengan adanya festival yang diadakan mahasiswa KKN juga terlihat perkembangan kreativitas anak yang mulai berkembang seperti dalam halnya bermain dan belajar, anak-anak mulai menyadari senangnya bermain bersama secara langsung dengan teman sebayanya.
Nrimo Ing Pandum Sebagai Pendekatan Indegenous Counseling dalam Bimbingan dan Konseling Islam untuk Mengatasi Quarter Life Crisis Adam Rizki Purnawan
Sociocouns: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6 No 1 (2026): Sociocouns: Journal of Islamic Guidance and Counseling
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/sjigc.v6i1.638

Abstract

Fenomena quarter life crisis (QLC) pada fase dewasa awal ditandai oleh kecemasan arah hidup, kebingungan identitas, dan tekanan sosial yang berdampak pada ketidakstabilan psikologis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi falsafah hidup Jawa nrimo ing pandum sebagai pendekatan indigenous counseling dalam Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) untuk menghadapi QLC, serta menganalisis apakah sikap menerima dalam konsep tersebut bersifat adaptif dan mendorong proaktivitas individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data diperoleh melalui kajian literatur berupa buku, artikel ilmiah, dan jurnal yang relevan dengan tema QLC, nrimo ing pandum, indigenous counseling, dan BKI. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nrimo ing pandum dapat berfungsi sebagai kerangka kognitif-spiritual yang membantu individu merekonstruksi QLC sebagai fase pertumbuhan, bukan kegagalan hidup. Selain itu, nilai penerimaan, syukur, sabar, dan tawakal dalam nrimo ing pandum mampu menyeimbangkan locus of control internal dan eksternal sehingga individu tetap proaktif, realistis, dan resilien dalam menghadapi tantangan kehidupan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa nrimo ing pandum memiliki relevansi kuat sebagai pendekatan konseling Islam yang holistik, kontekstual, dan berbasis kearifan lokal dalam menangani quarter life crisis