Febria Pasaribu
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Pendidikan dalam Mencegah Perilaku Intoleransi pada Remaja (The Role of Education in Preventing Intolerant Behavior in Adolescents) Theresia Siagian; Febria Pasaribu; Mehran Ranieri Pasaribu; Ruth Febiola Sihotang; Intan Aprilia Sitorus; Sri Yunita
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4832

Abstract

Meningkatnya gejala intoleransi di kalangan remaja menjadi salah satu persoalan sosial yang patut diwaspadai karena dapat mengganggu keharmonisan hidup bersama dan mengancam persatuan bangsa. Pendidikan memegang peranan penting dalam mencegah tumbuhnya sikap intoleran, baik melalui jalur formal di sekolah maupun melalui pendidikan nonformal dan informal dikeluarga sertamasyarakat. Prosespendidikanyang menekankan pada internalisasi nilai toleransi, penghargaan terhadap keragaman, serta kemampuan berpikir kritis mampu membentuk remaja yang terbuka, menghormati perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Tulisan ini berupaya mengkaji peran pendidikan sebagai sarana pencegahan intoleransi di kalangan remaja. Metode yang digunakan berupa kajian pustaka dengan menelaah teori dan hasil penelitian yang relevan mengenai hubungan pendidikan dan pembentukan sikap toleran. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan berkontribusi besar dalam menumbuhkan kesadaran multikultural, menanamkan nilai-nilai demokratis, serta mengembangkan keterampilan sosial untuk mendukung terciptanya kehidupan yang rukun. Oleh karena itu, penguatan kurikulum yang berlandaskan nilai toleransi, keteladanan guru, serta dukungan keluarga dan lingkungan sosial merupakan faktor utama dalam menekan perilaku intoleransi di kalangan remaja.
Kewarganegaraan dan Peranannya dalam Membentuk Identitas Nasional Yoni Lamtiur Silalahi; Febria Pasaribu; Ruth Tri Raja Gukguk
Journal of Civic and Character Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i1.7506

Abstract

Krisis moral dan individualisme modern menjadi tantangan besar bagi masyarakat masa kini. Perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan budaya menyebabkan nilai-nilai moral tradisional semakin melemah. Dalam situasi ini, nilai Kristiani menawarkan fondasi etis yang stabil, transenden, dan relevan untuk membentuk kembali tatanan sosial. Nilai-nilai seperti kasih, keadilan, pengampunan, komunitas, integritas, dan spiritualitas menunjukkan kemampuan untuk menata ulang relasi sosial, memperbaiki perilaku manusia, serta mengarahkan budaya ke arah yang lebih manusiawi. Ajaran Alkitab tentang kasih, keadilan, pengendalian diri, dan kesatuan komunitas menegaskan bahwa kehidupan manusia hanya dapat berjalan harmonis bila berakar pada kebenaran ilahi. Melalui pendekatan teologis dan analisis moral, penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai Kristiani mampu menjadi fondasi pembaruan budaya dan menghadirkan transformasi yang berkelanjutan di tengah krisis moral dan individualisme modern.