Yan Indra Siregar
Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Pembelajaran dan Partisipasi Sosial Siswa Tuna Rungu di SLB B Karya Murni Fakhri Adam Angriawan Lubis; Khairul Anwar; Habibi Rahmat Gotama; Muhammad Tarmizi; Yan Indra Siregar; Ahmad Syabaruddin
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pembelajaran, strategi komunikasi, dan partisipasi sosial siswa tunarungu di SLB B Karya Murni. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru, orang tua, dan siswa, serta analisis dokumen (RPP, silabus, dan catatan kemajuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), adaptasi bahan ajar, dan metode multisensoris meningkatkan pemahaman konsep akademik (Marschark & Hauser, 2012; Knoors & Marschark, 2014). Namun, tantangan masih ditemukan pada ketersediaan sumber belajar visual, pelatihan guru, dan integrasi sosial di lingkungan sekolah umum (Smith & Tyack, 2011; Ewing & Brister, 2010). Rekomendasi menyarankan penguatan pelatihan guru, pengembangan bahan ajar visual, dan program inklusi berbasis komunitas.
Pengenalan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus Tunalaras (Emosional dan Perilaku) dalam Konteks Pendidikan Inklusif Gabriel Pasaribu; Agustina Nababan; Joice Tabita Ginting; Yoseph Hardy Napitupulu; Yan Indra Siregar; Ahmad Syabaruddin
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4858

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengenal karakteristik anak berkebutuhan khusus tunalaras (gangguan emosional dan perilaku) dalam konteks pendidikan inklusif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunalaras menghadapi hambatan utama dalam regulasi emosi, kontrol perilaku, serta interaksi sosial yang memengaruhi proses belajar. Mereka sering menunjukkan perilaku impulsif, agresif, pasif, atau mudah marah, sehingga membutuhkan strategi pembelajaran adaptif. Pendekatan individual, penggunaan media visual, penguatan positif, serta pembelajaran berbasis aktivitas terbukti lebih efektif membantu anak berpartisipasi dalam kelas inklusif. Selain itu, dukungan lingkungan sekolah yang kondusif dan penerimaan sosial sangat penting bagi perkembangan mereka. Pengenalan karakteristik anak tunarasa sejak dini membantu guru merancang strategi pembelajaran yang inklusif dan responsif. Dengan demikian, pendidikan inklusif tidak hanya menjamin akses setara, tetapi juga mendukung perkembangan akademik dan sosial-emosional anak tunalaras
Perkembangan Kemampuan Berbahasa Pada Anak Autisme Imam Rahman Kaloko; Daud Silalahi; Jonatan Purba; Fandi Ahmad Rambe; Yan Indra Siregar; Ahmad Syabaruddin
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4876

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk meneliti perkembangan berbahasa pada anak autisme. Proses yang dialami serta gejala-gejala yang timbul dalam berbahasa yang dapat menyebabkan gangguan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dengan melakukan wawancara kepada pemilik sekaligus terapis bagi anak penderita autisme. Hasil dari penelitian kemudian diamati, dianalisis dan diakhiri dengan kesimpulan. Ada beberapa faktor yang dapat dilakukan untuk meminimalisir gejala-gejala serta meningkatkan kemampuan berbahasa. Hal ini tentu harus dilakukannya kerjasama yang baik antara orang tua dan terapis.
Anak Kebutuhan Khusus (ABK) Khusus Tunanetra Riski Alfisyahri Hasibuan; Edward Siburian; Daramendra Ebetd Tarigan; Khairil Anwar Simatupang; Yan Indra Siregar; Ahmad Syabaruddin
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendidikan dan layanan khusus bagi anak tunanetra di SLB. Anak tunanetra adalah bagian dari anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mengalami kehilangan fungsi visual. Mereka menjalani aktivitas sehari-hari dan berkomunikasi dengan lingkungan menggunakan indera non-visual seperti pendengaran, sentuhan, penciuman, dan perasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah guru-guru di SLB . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan layanan khusus di SLB berjalan dengan baik dan efektif dalam membantu siswa tunanetra mengembangkan kemampuan mereka. Sekolah menerapkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan individual siswa, menggunakan metode dan media pembelajaran seperti Braille, serta menyediakan berbagai alat bantu dan program ekstrakurikuler untuk mendukung perkembangan bakat dan keterampilan siswa. Guru memainkan peran penting dalam mengatasi kesulitan belajar siswa melalui pendekatan yang sabar dan telaten, sementara peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak tunanetra di rumah juga sangat penting.
Analisis Hambatan Dan Solusi Dalam Pendidikan Anak Tuna Rungu Di Sekolah Reguler Oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan Rico Samuel; Aditia Ekel Suranta Sitepu; Samuel Raja Purba; Marcel Haryadi Tambunan; Yan Indra Siregar; Ahmad Syabaruddin
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4885

Abstract

Anak tuna rungu yang belajar di sekolah reguler sering mengalami berbagai hambatan, baik dalam komunikasi, interaksi sosial, maupun pemahaman materi pembelajaran. Permasalahan utama terletak pada keterbatasan guru dalam menggunakan bahasa isyarat, kurangnya fasilitas pendukung, serta adanya stigma dari teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan yang dialami anak tuna rungu di sekolah reguler serta menemukan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan instrumen berupa observasi, wawancara, dan angket kepada guru, siswa, serta orang tua. Hasil analisis menunjukkan bahwa komunikasi adalah faktor penghambat terbesar, sementara solusi efektif meliputi pelatihan guru, penggunaan media visual, dan dukungan teknologi. Kesimpulannya, pendidikan inklusif memerlukan kolaborasi semua pihak agar anak tuna rungu dapat berkembang optimal di sekolah reguler.
Neurodiversity vs Diagnosa Tradisional: Dampak Psikososial dan Kebijakan dalam Komunitas Autis di Asia Tenggara Intan Khairati Arsyika; Arjuna Crespo Saragih; Ali Sahbana; Romi Jeksen Sitanggang; Yan Indra Siregar; Ahmad Syabaruddin
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani ketegangan konseptual antara pendekatan diagnosis tradisional dan perspektif neurodiversity dalam memahami autisme, serta menelaah implikasinya terhadap kebijakan dan praktik psikososial di kawasan Asia Tenggara. Kajian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis terhadap penelitian ilmiah, laporan kebijakan publik, serta publikasi organisasi advokasi autisme di beberapa negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Analisis dilakukan dengan menelaah pola pergeseran paradigma dari orientasi medis menuju pendekatan sosial dan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka diagnosis tradisional masih mendominasi praktik kesehatan dan pendidikan karena terkait erat dengan sistem layanan, kebijakan negara, dan keterbatasan sumber daya profesional. Namun, dalam satu dekade terakhir, wacana neurodiversity semakin berkembang dan diadopsi oleh komunitas akademik, lembaga pendidikan, serta organisasi non-pemerintah. Pergeseran ini melahirkan inisiatif kebijakan inklusif, pelatihan guru adaptif, dan model intervensi berbasis kekuatan individu autis. Studi ini merekomendasikan integrasi antara pendekatan medis dan perspektif neurodiversity untuk menciptakan strategi intervensi psikososial yang lebih manusiawi, partisipatif, dan sesuai konteks budaya Asia Tenggara. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan praktisi kesehatan dalam merumuskan program inklusi yang lebih adil dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi individu autis sebagai bagian dari keberagaman masyarakat.