Taufik Hidayat
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP OPTIMALISASI RETENSI MEMORI SISWA PADA MATERI PEMBELAJARAN DI KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR Madina Madina; Makmun Makmun; Tri Wahyuningsih; Taufik Hidayat
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11813

Abstract

Memory retention is an important factor influencing the learning success of upper elementary school students, as it relates to their ability to store and recall information that has been learned. In classroom practice, teachers often apply uniform instructional approaches that do not fully accommodate the diversity of students’ learning styles. This condition may hinder the effective transfer of information into long-term memory. This study aims to identify the characteristics of learning styles among upper elementary school students, examine the mechanisms of memory retention, analyze the influence of learning styles on memory retention, and identify effective instructional strategies for optimizing students’ memory retention. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method based on the PRISMA protocol. Literature searches were conducted across eight academic databases covering publications from 2021 to 2025. Of the 487 articles initially identified, 62 met the inclusion criteria and were analyzed using content analysis and thematic synthesis techniques. The findings indicate that the most widely used learning style models are VAK/VARK and Kolb’s Experiential Learning Model, with multimodal learning preferences being the most dominant among students. Memory retention is influenced by the processes of encoding, storage, and retrieval, while instructional effectiveness is affected by the alignment between teaching strategies and students’ learning characteristics. Retrieval practice, spaced practice, multimodal learning, and differentiated instruction were found to be the most effective strategies for enhancing memory retention. The study concludes that optimizing memory retention depends not only on students’ learning styles but also on teachers’ ability to design adaptive, varied, and student-centered learning experiences. ABSTRAK Retensi memori merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan belajar siswa kelas tinggi sekolah dasar karena berkaitan dengan kemampuan menyimpan dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Dalam praktik pembelajaran, guru masih sering menggunakan pendekatan yang seragam sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi keragaman gaya belajar siswa. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan informasi tidak tersimpan secara optimal dalam memori jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik gaya belajar siswa kelas tinggi sekolah dasar, mengkaji mekanisme retensi memori, menganalisis pengaruh gaya belajar terhadap retensi memori, serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif untuk mengoptimalkan retensi memori siswa. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada delapan basis data akademik dengan rentang publikasi tahun 2021–2025. Dari 487 artikel yang ditemukan, sebanyak 62 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik content analysis dan thematic synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa model gaya belajar yang paling banyak digunakan adalah VAK/VARK dan Experiential Learning Kolb, dengan kecenderungan dominasi gaya belajar multimodal. Retensi memori dipengaruhi oleh proses encoding, storage, dan retrieval, sedangkan efektivitas pembelajaran dipengaruhi oleh kesesuaian strategi pembelajaran dengan karakteristik belajar siswa. Strategi retrieval practice, spaced practice, pembelajaran multimodal, dan pembelajaran berdiferensiasi terbukti efektif dalam meningkatkan retensi memori. Temuan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi retensi memori tidak hanya ditentukan oleh gaya belajar siswa, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif, variatif, dan berpusat pada kebutuhan belajar siswa.    
PENGEMBANGAN SMART UNO SAINS BERBASIS KOOPERATIF TIPE TGT PADA MATERI PERUBAHAN WUJUD ZAT KELAS IV Noor Rahmah; Ince Raudhiah Zahra; Taufik Hidayat; Muhammad Nur Mannan; Nur Annisa
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.13408

Abstract

The scarcity of engaging science learning media in primary schools often leads to low student enthusiasm and difficulties in grasping abstract concepts, making cooperative game-based media development an urgent instructional necessity. This study aimed to develop and determine the feasibility of Smart UNO Sains (SUS) integrated with the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model for changes in the states of matter topic in fourth-grade elementary school. This study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The study was conducted during the second semester of the 2025/2026 academic year at SD Negeri 019 Sungai Kunjang, Samarinda, involving 3 media experts, 3 subject matter experts, 2 fourth-grade teachers, and fourth-grade students (10 students for small-scale and 29 students for large-scale trials). Data were gathered via observations, interviews, and questionnaires, then analyzed using qualitative and quantitative descriptive techniques. The results indicated that Smart UNO Sains achieved an average material validity of 87.90% (very valid) and media validity of 87.25% (very valid). The practicality evaluation yielded 85.00% from teacher responses (very practical), 84.84% from the small-scale trial (very practical), and 92.24% from the large-scale trial (very practical). Thus, the TGT-based Smart UNO Sains is proven highly feasible and practical for primary science learning. ABSTRAK Keterbatasan variasi media pembelajaran sains di sekolah dasar memicu rendahnya antusiasme dan pemahaman siswa pada materi abstrak, sehingga inovasi media berbasis permainan kooperatif sangat mendesak untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media Smart UNO Sains (SUS) berbasis model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada materi perubahan wujud zat kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian dilaksanakan pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 di SD Negeri 019 Sungai Kunjang, Samarinda, yang melibatkan 3 ahli media, 3 ahli materi, 2 guru kelas IV, serta siswa kelas IV (10 siswa uji coba skala kecil dan 29 siswa uji coba skala besar). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Smart UNO Sains memperoleh rata-rata skor validitas materi sebesar 87,90% (sangat valid) dan validitas media sebesar 87,25% (sangat valid). Uji kepraktisan memperoleh respons guru sebesar 85,00% (sangat praktis), uji coba skala kecil sebesar 84,84% (sangat praktis), dan uji coba skala besar mencapai 92,24% (sangat praktis). Dengan demikian, media Smart UNO Sains berbasis TGT dinyatakan sangat layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran IPA di sekolah dasar.