Yayi Sulistiorini
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Tradisi Lokal Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta: Studi Kasus Di Madrasah Yayi Sulistiorini; Ahmad Zainuri; Mukti Ali; Abdur Razzaq; Muhammad Jhoni
Alhamdulillah : Jurnal Agama Islam Vol. 5 No. 01 (2026): Alhamdulillah : Jurnal Agama Islam
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/alhamdulillah.v5i01.570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui integrasi tradisi lokal dengan pendekatan kurikulum berbasis cinta di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Lampung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pembelajaran PAI yang masih berfokus pada aspek kognitif dan belum optimal dalam menginternalisasikan nilai-nilai afektif dalam kehidupan peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, humanis, dan menyentuh dimensi emosional serta sosial siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan kepala madrasah, guru, dan siswa, serta dokumentasi yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran PAI di madrasah ini ditandai dengan perubahan pendekatan dari teacher-centered menjadi student-centered, serta dari pembelajaran yang bersifat normatif menuju pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Integrasi tradisi lokal seperti nilai piil pesenggiri, nemui nyimah, sakai sambayan, serta budaya gotong royong, sopan santun, dan kebersamaan dari masyarakat Lampung, Jawa, Sunda, dan Ogan, mampu menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman. Selain itu, pendekatan kurikulum berbasis cinta menciptakan suasana pembelajaran yang dialogis, humanis, dan partisipatif, sehingga siswa lebih aktif, nyaman, dan mampu menginternalisasikan nilai empati, kepedulian, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi tradisi lokal dalam kurikulum berbasis cinta tidak hanya memperkuat aspek afektif dalam pembelajaran PAI, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa yang lebih humanis dan responsif terhadap fenomena krisis moral. Dengan demikian, model pembelajaran ini relevan sebagai alternatif dalam mengembangkan pendidikan agama Islam yang kontekstual, holistik, dan berkelanjutan.