Kecepatan spindle dan feed rate merupakan hal yang sangat berpengaruh pada proses pembubutan dalam industri manufaktur. Salah satu indikator utama kualitas hasil pembubutan adalah kekasaran permukaan, karena berpengaruh terhadap umur pakai, performa, dan keandalan komponen mesin. Pada praktik bengkel permesinan, khususnya pada pembubutan material baja paduan AISI 4140, sering terjadi ke tidak konsistenan kualitas permukaan akibat penentuan parameter pemotongan yang masih bergantung pada pengalaman operator dan belum terstandar secara teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan putaran spindle dan feed rate terhadap tingkat kekasaran permukaan material AISI 4140 pada proses bubut konvensional, serta menentukan kombinasi parameter pemotongan yang menghasilkan nilai kekasaran permukaan paling optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Proses pembubutan dilakukan menggunakan mesin bubut TOS TRENCIN SN 71 C dengan variasi kecepatan putaran spindle 250 RPM, 360 RPM, dan 500 RPM, serta variasi feed rate 0,09 mm/rev, 0,16 mm/rev, dan 0,23 mm/rev. Parameter pemotongan lainnya dijaga konstan, yaitu kedalaman pemotongan 0,5 mm dan penggunaan pahat insert carbide Sandvik Coromant. Pengukuran kekasaran permukaan dilakukan menggunakan surface roughness tester TIME 3200 dengan parameter Ra. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa feed rate merupakan parameter yang paling dominan mempengaruhi kekasaran permukaan (p-value 0,02 < 0,05). Nilai rata – rata kekasaran permukaan terbaik yang diperoleh adalah 0,945 µm dengan kelas kekasaran N6 dengan penggunaan parameter kecepatan spindle 500 RPM dan kecepatan feed rate 0,09 mm/rev.