Zulfa Amirah Rachman
Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Menangani Adiksi Game Online Pada Siswa Zulfa Amirah Rachman; Dwi Nugroho Hidayanto; Muhaimin Abdillah
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.32438

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa peran guru bimbingan dan konseling dalam menangani adiksi game online pada siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Samarinda. Adiksi game online adalah perilaku tidak sehat yang dialami individu disebabkan oleh kecanduan bermain game online, dimana mereka bermain game online secara berlebihan dan terus-menerus sehingga sulit untuk berhenti dan mereka merasa ketergantungan dengan game. Apabila kecanduan game online tidak mendapatkan penanganan maka peserta didik di sekolah akan sulit fokus pada materi pembelajaran dikarenakan tidak memiliki kemampuan yang baik dalam mengatur waktu belajar dan bermain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK di SMPN 5 Samarinda telah memahami perannya dengan sangat baik, tetapi masih terdapat beberapa usaha yang perlu dilakukan dalam menangani adiksi game online seperti home visit agar mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai kebiasaan siswa ketika di rumah sehingga guru BK dapat bekerja sama dengan orang tua siswa untuk mengurangi perilaku adiksi game online yang dialami oleh anaknya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa guru BK dapat mengklasifikasikan tingkat kecanduan siswa dalam bermain game online, sehingga diperoleh informasi yang lebih spesifik mengenai kondisi siswa yang mengalami kecanduan game online, dengan demikian maka peran guru BK akan lebih mudah disesuaikan dengan penanganan yang akan diberikan kepada siswa sesuai dengan tingkat kecanduan game online yang dialami.