Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Mewujudkan Generasi Cerdas melalui Sosialisasi Nomophobia di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Surakarta Wahyudi, M. Agus; Abdillah, Muhaimin; Astuti, Purnama; Mustofa, Ali; Purwandari, Eny; Bakri, Syamsul
Community Empowerment Vol 6 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.234 KB) | DOI: 10.31603/ce.4523

Abstract

Penggunaan smartphone sebagai media pembelajaran tanpa adanya batasan-batasan pemakaian dapat menjadikan mahasiswa lebih leluasa dalam pemakaiannya. Dalam kondisi pandemi mengakibatkan banyak aktivitas dilakukan melalui media smartphone, termasuk kegiatan pembelajaran. Penggunaan smartphone yang tanpa batas dapat menjadikan terjadinya gangguan pada penggunanya yang dikenal dengan nomophobia atau ketakutan yang muncul dikarenakan tidak bisa jauh dari smartphone. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dilakukan di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Surakarta mengangkat tema “Nomophobia”. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan di era digital ini. Metode dalam pengabdian ini menggunakan model Soft Program. Kegiatan ini berisi tentang sosialisasi nomophobia, dan mendeskripsikan fenomena nomophobia pada mahasiswa di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Surakarta. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat dua motif pemakaian smartphone, yakni motif masa lalu dan motif harapan. Dampak dari kegiatan ini telah memberikan pemahaman para mahasiswa terkait bahayanya menggunakan smartphone yang berlebihan atau nomophobia, sehingga mahasiswa memiliki self control dalam menggunakan smartphone.
Model Hubungan Religiositas dan Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Melalui Mediasi Strategi Koping Abdillah, Muhaimin; Prihartanti, Nanik; Purwandari, Eny
Jurnal Aspirasi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v12i2.2205

Abstract

Well-being achievement and the ability to have self-actualization are everyone’s desire. However, the daily routine causes fluctuation of minds and feelings that affect mental state. College students are one of vulnerable groups who are prone to get stress or mental health problems. Suicides committed by college students prove a condition of low psychological well-being. This research aims to find the model of college students’ psychological well-being which is predicted by religiosity and social support with coping strategy as the mediator. Researchers used convenience sampling technique to get 145 respondents consisting of 33 males (23%) and 112 females (77%). SEM (Structural Equation Modeling) is used to analyze finding data. The results showed that coping strategy can mediate the correlation between religiosity with psychological well-being. Coping strategy cannot be proved as a mediator in the correlation between social support and psychological well-being. Social support has a positive significant correlation with psychological well-being without a coping strategy as a mediator.AbstrakMencapai sejahtera dan mampu beraktualisasi diri merupakan keinginan setiap individu. Namun, rutinitas sehari-hari memungkinkan adanya fluktuasi pikiran dan perasaan yang memprediksi kondisi mental. Mahasiswa termasuk salah satu kelompok rentan yang mudah mengalami gangguan kesehatan mental. Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa membuktikan kondisi kesejahteraan psikologis yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model kesejahteraan psikologis mahasiswa dengan faktor religiositas dan dukungan sosial yang dimediasi strategi koping. Responden dalam penelitian ini didapat dengan teknik convenience sampling berjumlah 145 mahasiswa yang terdiri dari 33 laki-laki (23%) dan 112 perempuan (77%). Analisis SEM (Structural Equation Modelling) digunakan sebagai metode analisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya mediasi yang signifikan oleh strategi koping dalam korelasi religiositas dengan kesejahteraan psikologis. Strategi koping tidak terbukti mampu menjadi mediator hubungan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis. Dukungan sosial memiliki hubungan secara langsung yang signifikan dengan kesejahteraan psikologis.
The Effectiveness of Classical Guidance Through Cinematherapy Techniques to Increase Self-Confidence of Students in Class VIII of SMP Negeri 1 Samarinda in the Academic Year 2024/2025 Sasmito Jati , Ma'shum; Sari Pratiwi, Yasintha; Abdillah , Muhaimin
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4561

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the effectiveness of classical guidance through cinematherapy techniques on students' self-confidence. This type of research is quantitative by using experimental research method with the research design used is pre-experimental design with one group pretest-posttest design type. The instrument used in this study was a self-confidence scale with a Likert model. The population in this study were all 8th grade students of SMP Negeri 1 Samarinda. The sample used was 30 students with a sampling technique in the form of purposive sampling. The data analysis technique used was parametric statistics paired t test. Classical guidance services cinematherapy technique was carried out as many as 4 meetings. The results showed that the tcount value was greater than the ttable value, so it could be concluded that Ha was accepted and H0 was rejected. The pretest average score is 91.7 and the posttest average score is 113.5 so that classical guidance through cinematherapy techniques is effective for increasing student confidence. Classical guidance through cinematherapy technique can be one of the strategies to increase students' self-confidence.
ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI SKALA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA Abdillah, Muhaimin; Pratiwi, Yashinta Sari; Sugianto, Arif
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 8 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i8.871-877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk skala kesejahteraan psikologis berdasarkan model enam dimensi yang dikembangkan oleh Ryff dan Keyes dalam konteks mahasiswa Indonesia. Sebanyak 145 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surakarta berpartisipasi sebagai responden. Instrumen yang digunakan terdiri atas 23 item yang disebarkan melalui Google Form. Analisis faktor konfirmatori (CFA) dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian model teoretis dengan data empiris melalui software Lisrel. Hasil uji analisis faktor konfirmatori pertama memiliki performa psikometrik rendah yang ditandai dengan nilai faktor loading item dibawah 0,40, p 0,05, dan RMSEA 0,8. Setelah dilakukan penyesuaian model, diperoleh model lima faktor yang menunjukkan kriteria model yang fit. Temuan ini mengindikasikan bahwa lima dimensi kesejahteraan psikologis lebih stabil secara psikometrik dalam konteks mahasiswa dan budaya kolektivistik. Hasil penelitian menegaskan pentingnya mempertimbangkan konteks budaya dalam validasi konstruk psikologis. Pada masyarakat kolektivistik seperti Indonesia, dimensi interpersonal dalam kesejahteraan psikologis tidak selalu terwakili secara optimal oleh item yang dikembangkan dalam konteks Barat.
Mengukur kemampuan berpikir kritis digital siswa SMK: validasi instrumen berbasis Rasch Model Nanda Alfan Kurniawan; Destanika Dhiffa Ralianti; Randi Saputra; Muhaimin Abdillah
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trend pengukuran kemampuan berpikir kritis siswa SMK semakin meningkat pada 5 tahun terakhir. Kemampuan berpikir kritis digital menjadi fenomena baru yang penting dieksplorasi namun masih memilki keterbatasan dalam instrumentasi khususnya untuk mendukung kesiapan karier siswa SMK, Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi instrumen kemampuan berpikir kritis digital berbasis indikator Watson-Glaser melalui pemodelan Rasch. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XI SMK di Jawa Timur dengan desain survei kuantitatif observasional. Instrumen yang dikembangkan terdiri dari 44 butir pernyataan dengan aspek argumentasi, asumsi, deduksi, interpretasi, dan kesimpulan. Analisis Rasch dilakukan menggunakan aplikasi Winsteps 3.73 untuk menilai validitas, reliabilitas, serta kualitas item. Hasil penelitian menunjukkan instrument memiliki keberterimaan pada kategori baik mendekatai ideal berdasarkan penilaian statistik dan Rasch. Temuan ini mengindikasikan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki kualitas item yang sangat baik dan layak digunakan oleh guru bimbingan dan konseling dalam mengukur kemampuan berpikir kritis digital siswa SMK sekaligus mengakomodasi sumber data dalam pengembangan program layanan bimbingan dan konseling karier di SMK. Abstract. The trend of measuring critical thinking skills of vocational high school students has increased in the last 5 years. Digital critical thinking skills are a new phenomenon that is important to explore but still has limitations in instrumentation, especially to support career readiness of vocational high school students. This study aims to develop and validate a digital critical thinking ability instrument based on Watson-Glaser indicators through Rasch modeling. The study was conducted on 11th grade vocational high school students in East Java with an observational quantitative survey design. The developed instrument consisted of 44 statement items with aspects of argumentation, assumptions, deductions, interpretations, and conclusions. Rasch analysis was carried out using the Winsteps 3.73 application to assess validity, reliability, and item quality. The results showed that the instrument had an acceptability in the good category approaching ideal based on statistical and Rasch assessments. These findings indicate that the developed instrument has very good item quality and is suitable for use by guidance and counseling teachers in measuring digital critical thinking skills of vocational high school students while accommodating data sources in developing career guidance and counseling service programs in vocational high schools.
Sistem Pakar Berbasis Certainty Factor untuk Identifikasi Tingkat Stres Akademik dan Rekomendasi Konseling Mahasiswa M. Ari Prayogo; I Wayan Sugianta Nirawana; Muhaimin Abdillah
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 7 No 2 (2026): July 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v7i2.10609

Abstract

Academic stress is a common problem experienced by students due to high academic demands, which impacts academic achievement and mental health. Therefore, an early detection mechanism is needed to help identify the level of academic stress quickly and objectively as a basis for providing appropriate counseling services. This study aims to develop a Certainty Factor-Based Expert System to identify students' academic stress levels and provide counseling recommendations based on the diagnosis results. The Certainty Factor method is implemented by combining the Expert Certainty Factor (Expert CF), User Certainty Factor (User CF), and Rule Certainty Factor (Rule CF) to accommodate uncertainty in the inference process, while the knowledge base is compiled through knowledge acquisition from guidance and counseling experts based on the Perception of Academic Stress (PAS) indicator. The results show that the system is able to identify academic stress levels based on the symptoms selected by students, generate a Certainty Factor value as a level of confidence in the diagnosis, and provide counseling recommendations that are appropriate to the identified stress categories. In the test scenario, the system generated a Certainty Factor value of 77.6%, indicating a Moderate Stress category (S2). This research contributes to the development of an expert system that integrates the identification of academic stress levels and counseling recommendations in one web-based application so that it can support the early detection process and decision-making for students, academic advisors, and counselors.
The Epistemology of Ṭarīqa: Reframing Sufi Orders as Systems of Spiritual Education M. Agus Wahyudi; Ady Muh. Zainul Mustofa; Muhaimin Abdillah; Nur Sidik
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 2 No. 1 (2026): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.2.1.77

Abstract

This study examines the epistemological foundations of ṭarīqa (Sufi orders) by reconstructing their role as systems of spiritual education within the broader framework of Islamic pedagogy. In modern academic discourse, tarekat are often reduced to mere ritual practices or socio-religious institutions. In contrast, this study argues that tarekat constitute a structured epistemological system that integrates revelation, spiritual experience, and authoritative guidance. Employing a qualitative approach based on library research, alongside conceptual and epistemological analysis, this study investigates both classical and contemporary sources to identify the key components of knowledge production, transmission, and validation within ṭarīqa. The findings reveal that the epistemology of tarekat consists of three interrelated elements: (1) sources of knowledge that are textual, experiential, and authoritative; (2) methods of knowledge acquisition grounded in practice and experiential engagement through ṭarīqa rituals; and (3) mechanisms of validation based on spiritual authority and the continuity of sanad. The learning process within ṭarīqa is inherently transformative, emphasizing the internalization of spiritual values through disciplined practices such as bay‘ah, dhikr, riyāḍah, mujāhadah, and sulūk under the guidance of a murshid. This process reflects a holistic educational model that integrates cognitive, affective, and spiritual dimensions in shaping individual consciousness and character. Accordingly, this study offers a new conceptual framework for understanding tarekat as a transformative system of Sufi education, with significant implications for the development of contemporary Islamic pedagogy.
Psychometric Evaluation of Tangney's The 10-Item Brief Self-Control Scale: Evidence from Indonesian Adolescence Nanda Alfan Kurniawan; Destanika Dhiffa Ralianti; Syarifudin; Muhaimin Abdillah; Kmas M. Eka Fhitrah; Aisyi Salsabila Hanum
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5281

Abstract

Kontrol diri merupakan keterampilan psikologis kunci yang berpengaruh terhadap keberhasilan akademik, kesehatan mental, dan penyesuaian diri remaja. Brief Self-Control Scale (BSCS) banyak digunakan secara internasional, namun belum memiliki bukti psikometrik yang kuat dalam konteks Indonesia. Variasi bahasa, norma sosial, dan pola regulasi diri pada remaja Indonesia berpotensi memengaruhi akurasi pengukuran, sehingga uji validitas dan reliabilitas ulang menjadi penting untuk memastikan kesesuaian instrumen bagi penelitian dan asesmen berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi validitas dan reliabilitas BSCS 10 item pada 97 siswa Sekolah Menengah Atas menggunakan analisis korelasi item-total dan Cronbach’s Alpha. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar item memenuhi kriteria validitas, sementara satu item menunjukkan performa lemah. Reliabilitas keseluruhan berada pada α = 0,669, yang memadai untuk penelitian eksploratif. Temuan ini memberikan dasar empiris bahwa BSCS dapat digunakan dalam studi kontrol diri pada populasi Indonesia, namun diperlukan penyempurnaan dan pengujian lanjutan untuk penerapan yang lebih akurat dalam pendidikan karakter, promosi kesehatan mental, serta program intervensi yang selaras dengan tujuan SDG 3 dan SDG 4.
Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Menangani Adiksi Game Online Pada Siswa Zulfa Amirah Rachman; Dwi Nugroho Hidayanto; Muhaimin Abdillah
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.32438

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa peran guru bimbingan dan konseling dalam menangani adiksi game online pada siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Samarinda. Adiksi game online adalah perilaku tidak sehat yang dialami individu disebabkan oleh kecanduan bermain game online, dimana mereka bermain game online secara berlebihan dan terus-menerus sehingga sulit untuk berhenti dan mereka merasa ketergantungan dengan game. Apabila kecanduan game online tidak mendapatkan penanganan maka peserta didik di sekolah akan sulit fokus pada materi pembelajaran dikarenakan tidak memiliki kemampuan yang baik dalam mengatur waktu belajar dan bermain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK di SMPN 5 Samarinda telah memahami perannya dengan sangat baik, tetapi masih terdapat beberapa usaha yang perlu dilakukan dalam menangani adiksi game online seperti home visit agar mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai kebiasaan siswa ketika di rumah sehingga guru BK dapat bekerja sama dengan orang tua siswa untuk mengurangi perilaku adiksi game online yang dialami oleh anaknya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa guru BK dapat mengklasifikasikan tingkat kecanduan siswa dalam bermain game online, sehingga diperoleh informasi yang lebih spesifik mengenai kondisi siswa yang mengalami kecanduan game online, dengan demikian maka peran guru BK akan lebih mudah disesuaikan dengan penanganan yang akan diberikan kepada siswa sesuai dengan tingkat kecanduan game online yang dialami.
Efektivitas Bimbingan Kelompok dengan Teknik Reframing untuk Mengatasi Rendahnya Kepercayaan Diri Siswa Berbicara di Depan Umum Siti Hartina; Syarifudin Syarifudin; Yasintha Sari Pratiwi; Muhaimin Abdillah
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v6i2.1111

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of group guidance with reframing techniques in overcoming students' low confidence in public speaking. The study was conducted at SMK Negeri 7 Samarinda, Samarinda City. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The research subjects were 16 students divided into an experimental group and a control group of 8 students each. The data collection technique used a public speaking confidence scale in the form of a Likert scale. The instrument has been tested for validity with the Pearson correlation technique and tested for reliability using Alpha Cronbach. In addition to the scale, data were also obtained through observation and interviews to describe the conditions and behavior of students during the service process and after the treatment process was carried out. Data analysis techniques in this study included prerequisite analysis and hypothesis testing. Prerequisite analysis was carried out with a normality test using Shapiro-Wilk and a homogeneity test using the Levene test through the SPSS version 25 program. Furthermore, hypothesis testing was carried out using an independent samples t-test. Score improvement analysis was also carried out using N-gain to measure changes in pre-test and post-test scores in each group. The results showed a significant difference between the experimental and control groups after treatment, with a 2-tailed significance value of 0.028 (p < 0.05). The experimental group's posttest average was 88.2, higher than the control group's 76.3. The experimental group's average N-gain score was 0.6945, higher than the control group's 0.3296. These findings indicate that group guidance with the reframing technique is significantly effective, based on the difference in posttest scores and N-gain scores, in increasing students' confidence in public speaking and can be an alternative service for guidance and counseling teachers in schools.