Muhaimin Abdillah
Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Mewujudkan Generasi Cerdas melalui Sosialisasi Nomophobia di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Surakarta Wahyudi, M. Agus; Abdillah, Muhaimin; Astuti, Purnama; Mustofa, Ali; Purwandari, Eny; Bakri, Syamsul
Community Empowerment Vol 6 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.234 KB) | DOI: 10.31603/ce.4523

Abstract

Penggunaan smartphone sebagai media pembelajaran tanpa adanya batasan-batasan pemakaian dapat menjadikan mahasiswa lebih leluasa dalam pemakaiannya. Dalam kondisi pandemi mengakibatkan banyak aktivitas dilakukan melalui media smartphone, termasuk kegiatan pembelajaran. Penggunaan smartphone yang tanpa batas dapat menjadikan terjadinya gangguan pada penggunanya yang dikenal dengan nomophobia atau ketakutan yang muncul dikarenakan tidak bisa jauh dari smartphone. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dilakukan di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Surakarta mengangkat tema “Nomophobia”. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan di era digital ini. Metode dalam pengabdian ini menggunakan model Soft Program. Kegiatan ini berisi tentang sosialisasi nomophobia, dan mendeskripsikan fenomena nomophobia pada mahasiswa di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Surakarta. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat dua motif pemakaian smartphone, yakni motif masa lalu dan motif harapan. Dampak dari kegiatan ini telah memberikan pemahaman para mahasiswa terkait bahayanya menggunakan smartphone yang berlebihan atau nomophobia, sehingga mahasiswa memiliki self control dalam menggunakan smartphone.
Model Hubungan Religiositas dan Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Melalui Mediasi Strategi Koping Abdillah, Muhaimin; Prihartanti, Nanik; Purwandari, Eny
Jurnal Aspirasi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v12i2.2205

Abstract

Well-being achievement and the ability to have self-actualization are everyone’s desire. However, the daily routine causes fluctuation of minds and feelings that affect mental state. College students are one of vulnerable groups who are prone to get stress or mental health problems. Suicides committed by college students prove a condition of low psychological well-being. This research aims to find the model of college students’ psychological well-being which is predicted by religiosity and social support with coping strategy as the mediator. Researchers used convenience sampling technique to get 145 respondents consisting of 33 males (23%) and 112 females (77%). SEM (Structural Equation Modeling) is used to analyze finding data. The results showed that coping strategy can mediate the correlation between religiosity with psychological well-being. Coping strategy cannot be proved as a mediator in the correlation between social support and psychological well-being. Social support has a positive significant correlation with psychological well-being without a coping strategy as a mediator.AbstrakMencapai sejahtera dan mampu beraktualisasi diri merupakan keinginan setiap individu. Namun, rutinitas sehari-hari memungkinkan adanya fluktuasi pikiran dan perasaan yang memprediksi kondisi mental. Mahasiswa termasuk salah satu kelompok rentan yang mudah mengalami gangguan kesehatan mental. Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa membuktikan kondisi kesejahteraan psikologis yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model kesejahteraan psikologis mahasiswa dengan faktor religiositas dan dukungan sosial yang dimediasi strategi koping. Responden dalam penelitian ini didapat dengan teknik convenience sampling berjumlah 145 mahasiswa yang terdiri dari 33 laki-laki (23%) dan 112 perempuan (77%). Analisis SEM (Structural Equation Modelling) digunakan sebagai metode analisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya mediasi yang signifikan oleh strategi koping dalam korelasi religiositas dengan kesejahteraan psikologis. Strategi koping tidak terbukti mampu menjadi mediator hubungan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis. Dukungan sosial memiliki hubungan secara langsung yang signifikan dengan kesejahteraan psikologis.
The Effectiveness of Classical Guidance Through Cinematherapy Techniques to Increase Self-Confidence of Students in Class VIII of SMP Negeri 1 Samarinda in the Academic Year 2024/2025 Sasmito Jati , Ma'shum; Sari Pratiwi, Yasintha; Abdillah , Muhaimin
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4561

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the effectiveness of classical guidance through cinematherapy techniques on students' self-confidence. This type of research is quantitative by using experimental research method with the research design used is pre-experimental design with one group pretest-posttest design type. The instrument used in this study was a self-confidence scale with a Likert model. The population in this study were all 8th grade students of SMP Negeri 1 Samarinda. The sample used was 30 students with a sampling technique in the form of purposive sampling. The data analysis technique used was parametric statistics paired t test. Classical guidance services cinematherapy technique was carried out as many as 4 meetings. The results showed that the tcount value was greater than the ttable value, so it could be concluded that Ha was accepted and H0 was rejected. The pretest average score is 91.7 and the posttest average score is 113.5 so that classical guidance through cinematherapy techniques is effective for increasing student confidence. Classical guidance through cinematherapy technique can be one of the strategies to increase students' self-confidence.
ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI SKALA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA Abdillah, Muhaimin; Pratiwi, Yashinta Sari; Sugianto, Arif
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 8 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i8.871-877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk skala kesejahteraan psikologis berdasarkan model enam dimensi yang dikembangkan oleh Ryff dan Keyes dalam konteks mahasiswa Indonesia. Sebanyak 145 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surakarta berpartisipasi sebagai responden. Instrumen yang digunakan terdiri atas 23 item yang disebarkan melalui Google Form. Analisis faktor konfirmatori (CFA) dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian model teoretis dengan data empiris melalui software Lisrel. Hasil uji analisis faktor konfirmatori pertama memiliki performa psikometrik rendah yang ditandai dengan nilai faktor loading item dibawah 0,40, p 0,05, dan RMSEA 0,8. Setelah dilakukan penyesuaian model, diperoleh model lima faktor yang menunjukkan kriteria model yang fit. Temuan ini mengindikasikan bahwa lima dimensi kesejahteraan psikologis lebih stabil secara psikometrik dalam konteks mahasiswa dan budaya kolektivistik. Hasil penelitian menegaskan pentingnya mempertimbangkan konteks budaya dalam validasi konstruk psikologis. Pada masyarakat kolektivistik seperti Indonesia, dimensi interpersonal dalam kesejahteraan psikologis tidak selalu terwakili secara optimal oleh item yang dikembangkan dalam konteks Barat.
Pengaruh Model Pembelajaran SAVI dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMK Kehutanan Negeri Samarinda Arif Sugianto; Atin Nuryadin; Muhaimin Abdillah; Muhammad Saparuddin
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Somatic, Auditory, Visualization, Intellectual (SAVI) dan minat belajar terhadap hasil belajar fisika siswa SMK. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar fisika yang disebabkan oleh kurangnya variasi model pembelajaran yang mampu mengaktifkan seluruh potensi belajar siswa serta rendahnya minat belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen faktorial 2×2. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMK Negeri di Samarinda, dengan sampel sebanyak 60 siswa yang dibagi secara acak ke dalam kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan angket minat belajar. Analisis data dilakukan menggunakan analisis varians dua arah (ANAVA dua arah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran SAVI terhadap hasil belajar fisika siswa. Selain itu, terdapat pengaruh yang signifikan dari minat belajar terhadap hasil belajar fisika. Lebih lanjut, ditemukan adanya interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar dalam memengaruhi hasil belajar siswa. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI efektif untuk meningkatkan hasil belajar fisika, terutama bagi siswa dengan minat belajar tinggi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya guru dalam mengintegrasikan pendekatan pembelajaran aktif yang memperhatikan variasi gaya belajar dan tingkat minat siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran SAVI; Minat Belajar; Hasil Belajar Fisika; SMK
Mengukur kemampuan berpikir kritis digital siswa SMK: validasi instrumen berbasis Rasch Model Alfan Kurniawan, Nanda; Dhiffa Ralianti, Destanika; Saputra, Randi; Abdillah, Muhaimin
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 15 No. 2 (2025): In Press
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trend pengukuran kemampuan berpikir kritis siswa SMK semakin meningkat pada 5 tahun terakhir. Kemampuan berpikir kritis digital menjadi fenomena baru yang penting dieksplorasi namun masih memilki keterbatasan dalam instrumentasi khususnya untuk mendukung kesiapan karier siswa SMK, Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi instrumen kemampuan berpikir kritis digital berbasis indikator Watson-Glaser melalui pemodelan Rasch. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XI SMK di Jawa Timur dengan desain survei kuantitatif observasional. Instrumen yang dikembangkan terdiri dari 44 butir pernyataan dengan aspek argumentasi, asumsi, deduksi, interpretasi, dan kesimpulan. Analisis Rasch dilakukan menggunakan aplikasi Winsteps 3.73 untuk menilai validitas, reliabilitas, serta kualitas item. Hasil penelitian menunjukkan instrument memiliki keberterimaan pada kategori baik mendekatai ideal berdasarkan penilaian statistik dan Rasch. Temuan ini mengindikasikan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki kualitas item yang sangat baik dan layak digunakan oleh guru bimbingan dan konseling dalam mengukur kemampuan berpikir kritis digital siswa SMK sekaligus mengakomodasi sumber data dalam pengembangan program layanan bimbingan dan konseling karier di SMK. Abstract. The trend of measuring critical thinking skills of vocational high school students has increased in the last 5 years. Digital critical thinking skills are a new phenomenon that is important to explore but still has limitations in instrumentation, especially to support career readiness of vocational high school students. This study aims to develop and validate a digital critical thinking ability instrument based on Watson-Glaser indicators through Rasch modeling. The study was conducted on 11th grade vocational high school students in East Java with an observational quantitative survey design. The developed instrument consisted of 44 statement items with aspects of argumentation, assumptions, deductions, interpretations, and conclusions. Rasch analysis was carried out using the Winsteps 3.73 application to assess validity, reliability, and item quality. The results showed that the instrument had an acceptability in the good category approaching ideal based on statistical and Rasch assessments. These findings indicate that the developed instrument has very good item quality and is suitable for use by guidance and counseling teachers in measuring digital critical thinking skills of vocational high school students while accommodating data sources in developing career guidance and counseling service programs in vocational high schools.
Confirmatory Factor Analysis of Social Support Scale Among University Students: Analisis Faktor Konfirmatori Skala Dukungan Sosial Pada Mahasiswa Muhaimin Abdillah; Nanda Alfan Kurniawan; Kmas M. Eka Fhitrah
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 1 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i1.5963

Abstract

Elevated levels of social support are not only instrumental in assisting university students with managing developmental stress but are also closely associated with their psychological well-being. However, within the Indonesian higher education context, the psychometric evaluation, particularly the construct validity and reliability of social support instruments remains underexplored. This study aimed to assess the construct validity and examine the factorial structure of a social support scale among Indonesian undergraduate students. Utilizing Confirmatory Factor Analysis (CFA), data from 145 participants were analyzed to evaluate the model fit and factor structure. Initial analysis indicated that, although the hypothesized three-factor model exhibited substantial item loadings, its overall model fit did not meet acceptable thresholds, suggesting a need for refinement. Subsequent CFA of the revised model confirmed an improved fit to the empirical data. Ultimately, only seven items demonstrated satisfactory psychometric properties in this student population. These results offer valuable implications for improving both assessment practices and the quality of counseling services within university settings.