Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Soygurt Berbasis Isolat Protein Kedelai dengan Penambahan Whey Tahu sebagai Inovasi Pangan Fermentasi: The Development of Science and Technology in the Field of Food Has Driven the Emergence of Various Innovations in the Composition of Functional Food Products Dhea Nicky; Siti Harnina Bintari
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i3.20216

Abstract

This research aims to develop a soygurt formulation based on soy protein isolate with the addition of tofu whey and to analyze the resulting physicochemical and organoleptic characteristics. Soy whey contains nutrients such as dissolved proteins, simple sugars, and minerals, which have the potential to support the fermentation process. The research was conducted experimentally on a household scale using four treatments of tofu whey concentration, namely 0%, 10%, 20%, and 30%. The parameters observed included pH value, total acidity, visual viscosity, and sensory evaluation of taste, aroma, texture, color, and overall impression by 25 respondents. The results show that the addition of tofu whey lowers the pH and increases the total acidity as the concentration of whey increases. The viscosity level also increases, especially at concentrations of 20–30%. The formulation with 20% tofu whey produced the best organoleptic balance, with the highest scores in taste, aroma, texture, and overall impression. These results indicate that tofu whey has the potential to be used as an additive in the development of plant-based fermented products, while also supporting the utilization of tofu whey waste into practical and functional food products.
PROGRAM EKONOMI SIRKULAR TEMPE BERBASIS KOMUNITAS Siti Harnina Bintari; Ely Rudyatmi; Saiful Ridlo; Wiwi Isnaeni; Endah Peniati; Eko Farida; Nyimas Evinda Yunierra; Nayla Leonita Julianda; Futihatir Rohmah
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiatif pangan berbasis masyarakat, seperti industri tempe berbasis ekonomi sirkular, sering dievaluasi menggunakan indikator tunggal yang mengabaikan keterkaitan antara kemampuan individu dan konteks pendukung. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi profil multidimensi kemampuan-konteks dalam program pemberdayaan masyarakat pada industri tempe berbasis ekonomi sirkular di Sumurrejo, Jawa Tengah, Indonesia, serta mengidentifikasi aspek yang berkaitan dengan persepsi keberhasilan program. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan analisis data sekunder dari instrumen evaluasi administratif yang terdiri atas 80 item dalam delapan domain, melibatkan 79 responden. Analisis meliputi statistik deskriptif, estimasi konsistensi internal, korelasi peringkat Spearman, analisis komponen utama eksploratori, dan regresi multivariat yang tahan terhadap heteroskedastisitas. Hasil menunjukkan profil kemampuan-konteks yang positif tetapi tidak merata, dengan skor rata-rata berkisar antara 3,78 pada keterampilan praktis dan 4,44 pada akses terhadap layanan publik. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemudahan akses kelembagaan lebih tinggi dibandingkan kemampuan praktis yang dirasakan peserta. Analisis bivariat menunjukkan bahwa keterampilan memiliki korelasi terkuat dengan peningkatan kesehatan yang dirasakan (ρ = 0,82). Analisis regresi menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan yang dirasakan (β = 0,52) dan akses terhadap layanan publik (β = 0,28) berhubungan positif dengan persepsi keberhasilan program secara keseluruhan. Pemetaan dimensi eksploratori turut memperlihatkan perbedaan antara kondisi kontekstual dan respons yang berorientasi pada kemampuan individu. Ketidakseimbangan tersebut menunjukkan bahwa akses institusional yang tinggi tidak otomatis menjamin penguasaan keterampilan praktis. Simpulannya bahwa intervensi mendatang perlu mengintegrasikan penguatan hubungan kelembagaan dengan praktik produksi terbimbing serta memverifikasi keberhasilan melalui indikator objektif lingkungan, kinerja usaha, dan penyelesaian layanan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan industri tempe berbasis ekonomi sirkular secara inklusif.