Ely Rudyatmi
Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROGRAM EKONOMI SIRKULAR TEMPE BERBASIS KOMUNITAS Siti Harnina Bintari; Ely Rudyatmi; Saiful Ridlo; Wiwi Isnaeni; Endah Peniati; Eko Farida; Nyimas Evinda Yunierra; Nayla Leonita Julianda; Futihatir Rohmah
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiatif pangan berbasis masyarakat, seperti industri tempe berbasis ekonomi sirkular, sering dievaluasi menggunakan indikator tunggal yang mengabaikan keterkaitan antara kemampuan individu dan konteks pendukung. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi profil multidimensi kemampuan-konteks dalam program pemberdayaan masyarakat pada industri tempe berbasis ekonomi sirkular di Sumurrejo, Jawa Tengah, Indonesia, serta mengidentifikasi aspek yang berkaitan dengan persepsi keberhasilan program. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan analisis data sekunder dari instrumen evaluasi administratif yang terdiri atas 80 item dalam delapan domain, melibatkan 79 responden. Analisis meliputi statistik deskriptif, estimasi konsistensi internal, korelasi peringkat Spearman, analisis komponen utama eksploratori, dan regresi multivariat yang tahan terhadap heteroskedastisitas. Hasil menunjukkan profil kemampuan-konteks yang positif tetapi tidak merata, dengan skor rata-rata berkisar antara 3,78 pada keterampilan praktis dan 4,44 pada akses terhadap layanan publik. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemudahan akses kelembagaan lebih tinggi dibandingkan kemampuan praktis yang dirasakan peserta. Analisis bivariat menunjukkan bahwa keterampilan memiliki korelasi terkuat dengan peningkatan kesehatan yang dirasakan (ρ = 0,82). Analisis regresi menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan yang dirasakan (β = 0,52) dan akses terhadap layanan publik (β = 0,28) berhubungan positif dengan persepsi keberhasilan program secara keseluruhan. Pemetaan dimensi eksploratori turut memperlihatkan perbedaan antara kondisi kontekstual dan respons yang berorientasi pada kemampuan individu. Ketidakseimbangan tersebut menunjukkan bahwa akses institusional yang tinggi tidak otomatis menjamin penguasaan keterampilan praktis. Simpulannya bahwa intervensi mendatang perlu mengintegrasikan penguatan hubungan kelembagaan dengan praktik produksi terbimbing serta memverifikasi keberhasilan melalui indikator objektif lingkungan, kinerja usaha, dan penyelesaian layanan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan industri tempe berbasis ekonomi sirkular secara inklusif.