Prosiding Seminar Nasional Biologi
Vol. 14 (2026)

PROGRAM EKONOMI SIRKULAR TEMPE BERBASIS KOMUNITAS

Siti Harnina Bintari (Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
Ely Rudyatmi (Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
Saiful Ridlo (Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
Wiwi Isnaeni (Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
Endah Peniati (Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
Eko Farida (Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
Nyimas Evinda Yunierra (Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
Nayla Leonita Julianda (Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
Futihatir Rohmah (Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang)



Article Info

Publish Date
06 Nov 2026

Abstract

Inisiatif pangan berbasis masyarakat, seperti industri tempe berbasis ekonomi sirkular, sering dievaluasi menggunakan indikator tunggal yang mengabaikan keterkaitan antara kemampuan individu dan konteks pendukung. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi profil multidimensi kemampuan-konteks dalam program pemberdayaan masyarakat pada industri tempe berbasis ekonomi sirkular di Sumurrejo, Jawa Tengah, Indonesia, serta mengidentifikasi aspek yang berkaitan dengan persepsi keberhasilan program. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan analisis data sekunder dari instrumen evaluasi administratif yang terdiri atas 80 item dalam delapan domain, melibatkan 79 responden. Analisis meliputi statistik deskriptif, estimasi konsistensi internal, korelasi peringkat Spearman, analisis komponen utama eksploratori, dan regresi multivariat yang tahan terhadap heteroskedastisitas. Hasil menunjukkan profil kemampuan-konteks yang positif tetapi tidak merata, dengan skor rata-rata berkisar antara 3,78 pada keterampilan praktis dan 4,44 pada akses terhadap layanan publik. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemudahan akses kelembagaan lebih tinggi dibandingkan kemampuan praktis yang dirasakan peserta. Analisis bivariat menunjukkan bahwa keterampilan memiliki korelasi terkuat dengan peningkatan kesehatan yang dirasakan (ρ = 0,82). Analisis regresi menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan yang dirasakan (β = 0,52) dan akses terhadap layanan publik (β = 0,28) berhubungan positif dengan persepsi keberhasilan program secara keseluruhan. Pemetaan dimensi eksploratori turut memperlihatkan perbedaan antara kondisi kontekstual dan respons yang berorientasi pada kemampuan individu. Ketidakseimbangan tersebut menunjukkan bahwa akses institusional yang tinggi tidak otomatis menjamin penguasaan keterampilan praktis. Simpulannya bahwa intervensi mendatang perlu mengintegrasikan penguatan hubungan kelembagaan dengan praktik produksi terbimbing serta memverifikasi keberhasilan melalui indikator objektif lingkungan, kinerja usaha, dan penyelesaian layanan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan industri tempe berbasis ekonomi sirkular secara inklusif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

semnasbiologi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Prosiding Seminar Nasional Biologi, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Biologi diterbitkan secara berkala 12 ...