Pingsan (sinkop) merupakan kondisi hilangnya kesadaran sementara yang terjadi akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Kejadian pingsan sering ditemukan pada remaja usia sekolah dan dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti kelelahan, dehidrasi, kurangnya asupan makanan, anemia, tekanan darah rendah, serta paparan panas yang berlebihan. Penatalaksanaan Pertolongan Pertama pada Kejadian Pingsan dilaksanakan di SMP Swasta Mariana Medan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kejadian pingsan di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan media PowerPoint, leaflet, dan video edukasi yang disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, serta demonstrasi pertolongan pertama. Materi yang diberikan meliputi pengertian pingsan, faktor penyebab dan faktor risiko, tanda dan gejala, dampak dan komplikasi, penatalaksanaan pertolongan pertama, serta upaya pencegahan kejadian pingsan di lingkungan sekolah. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 14 siswa (60,9%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pertolongan pertama pada kejadian pingsan setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan. Siswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi diskusi dan demonstrasi. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa mampu menerapkan pengetahuan dan memberikan pertolongan pertama yang tepat apabila terjadi kejadian pingsan di lingkungan sekolah, serta semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan yang teratur, istirahat yang cukup, dan menjaga kondisi fisik untuk mencegah terjadinya pingsan.