p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sangkala
Sahru Romadloni
Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Perkuliahan Sejarah Kuliner sebagai Mata Kuliah Penciri di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi Slamet Affandi Sulaiman; I Kadek Yudiana; Sahru Romadloni
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.899

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis desain kurikulum, implementasi perkuliahan, dan kontribusi Mata Kuliah Sejarah Kuliner sebagai mata kuliah penciri terhadap capaian profil lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dan dilaksanakan pada semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Sumber data meliputi Rencana Pembelajaran Semester, modul Sejarah Kuliner, dokumen profil lulusan, sebaran mata kuliah, observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan dosen pengampu, Ketua Program Studi, serta mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah. Analisis dilakukan secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, penarikan simpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain mata kuliah memuat substansi sejarah sosial-budaya, gastronomi, tradisi pangan, teknik pengolahan, penugasan observasi-wawancara, serta luaran artikel dan video dokumentasi. Implementasi pembelajaran menggabungkan pembahasan konseptual, eksplorasi sumber, observasi, wawancara, produksi artikel atau video, dan refleksi. Mata kuliah ini berkontribusi terhadap profil calon pendidik sejarah, peneliti pendidikan sejarah, pramuwisata sejarah dan budaya, serta kreator konten sejarah melalui pengembangan kompetensi riset, storytelling, literasi budaya, komunikasi, dan portofolio digital. Penguatan rubrik kinerja dan pengelolaan portofolio digital diperlukan agar kontribusi mata kuliah dapat diukur secara lebih sistematis
Etnohistoris Batik Gajah Oling pada Umah Batik Sayuwiwit Temenggungan Banyuwangi Sebagai Upaya Ketahanan Budaya Abdul Hadi; Sahru Romadloni; Dian Arief Pradana
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.1023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Umah Batik Sayuwiwit dalam melestarikan Batik Gajah Oling sebagai batik khas Banyuwangi serta mengkaji dimensi etnohistoris Batik Gajah Oling sebagai bentuk ketahanan budaya masyarakat Osing. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnohistoris. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling yang melibatkan pemilik Umah Batik Sayuwiwit, perajin batik, dan masyarakat yang memahami sejarah serta perkembangan Batik Gajah Oling. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan teori, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umah Batik Sayuwiwit berkontribusi dalam pelestarian Batik Gajah Oling melalui pemertahanan teknik produksi tradisional, pelestarian motif khas, pewarisan keterampilan membatik kepada generasi muda, serta promosi budaya lokal. Kajian etnohistoris menunjukkan bahwa Batik Gajah Oling mengandung nilai historis, filosofis, dan spiritual yang merepresentasikan identitas budaya masyarakat Osing serta berfungsi sebagai simbol memori kolektif yang diwariskan secara turun-temurun. Keberlangsungan praktik membatik dan pemaknaan budaya terhadap Batik Gajah Oling mencerminkan ketahanan budaya masyarakat Osing dalam mempertahankan identitas lokal di tengah arus modernisasi dan globalisasi.
Eksistensi Grup Madyo Utomo Dalam Melestarikan Kesenian Janger Di Banyuwangi, 1942-2026 Wahyu Alfariski; Sahru Romadloni; I Kadek Yudiana
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.1095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah berdirinya, eksistensi, strategi pelestarian, dan nilai-nilai karakter yang diterapkan dalam Grup Janger Madyo Utomo sebagai salah satu kelompok seni tradisional di Banyuwangi pada periode 1942–2026. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh utama Grup Janger Madyo Utomo, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grup Janger Madyo Utomo berdiri secara resmi pada tahun 1942 dan mampu mempertahankan eksistensinya melalui sistem pewarisan keluarga, regenerasi anggota, kepemimpinan yang konsisten, inovasi pengembangan lakon, evaluasi rutin pertunjukan, serta dukungan masyarakat dan pemerintah desa. Penelitian juga menemukan bahwa kelompok ini menghadapi tantangan berupa menurunnya minat masyarakat terhadap seni tradisional dan belum optimalnya pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pelestarian budaya. Selain itu, nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, profesionalitas, kerendahan hati, dan sikap saling menghargai menjadi fondasi utama dalam menjaga identitas kelompok. Disimpulkan bahwa keberlanjutan Grup Janger Madyo Utomo tidak hanya ditentukan oleh kualitas pertunjukan, tetapi juga oleh strategi pelestarian yang adaptif, kuatnya sistem pewarisan budaya, serta internalisasi nilai-nilai karakter yang mendukung pelestarian kesenian Janger Banyuwangi
Analisis Makna Simbolik Tradisi Ider Bumi di Desa Labanasem Kabupaten Banyuwangi Moh Chairul Ibad; Sahru Romadloni; I Kadek Yudiana
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.1157

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbolik Tradisi Ider Bumi di Desa Labanasem, Kabupaten Banyuwangi, serta mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi. Pengumpulan data dilakukan pada Juni 2026 bertepatan dengan pelaksanaan Tradisi Ider Bumi tanggal 24 Juni 2026. Informan penelitian berjumlah lima orang yang dipilih secara purposive, terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, panitia pelaksana, dan perangkat desa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Ider Bumi dilaksanakan setiap 10 Muharram melalui rangkaian salawat, salat hajat, arak-arakan mengelilingi desa, pengumandangan azan, doa Asyura, pembagian jenang suro, dan penanaman batu. Tradisi tersebut mengandung makna perlindungan spiritual, ungkapan syukur, dan pelestarian budaya, serta merepresentasikan nilai religius, gotong royong, tanggung jawab, kerukunan, dan pelestarian kearifan lokal masyarakat Desa Labanasem