Yuliansyah
Politeknik Negeri Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Food Security Based on Population Factors in the Perspective of Public Governance: A Conceptual Study: Ketahanan Pangan Berbasis Faktor Kependudukan dalam Perspektif Tata Kelola Publik: Kajian Konseptual Syafrullah Muhammad Deddy; Yuliansyah; Fadlurrahman -; Ikhtiara Seiren
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpp.v11i2.7108

Abstract

Purpose : This study aims to analyze the relationship between population factors and food security within the perspective of public governance through a conceptual approach. Design/methodology/approach : This study employs a qualitative approach with a conceptual paper design. Data were collected through literature review from relevant academic sources, including international and national journal articles. The analysis was conducted using descriptive-qualitative techniques by synthesizing theoretical concepts to develop an integrative conceptual framework. Findings : The findings indicate that population dynamics, such as population growth, density, urbanization, and demographic structure, significantly influence food demand, distribution, and consumption patterns. Public governance plays a mediating role in managing these dynamics through policy coordination, data-based decision-making, and adaptive governance mechanisms. The study proposes a conceptual model integrating population factors, public governance, and food security. Practical Implication : The study highlights the importance of strengthening data-driven public governance by integrating population data into food policy planning. It also emphasizes cross-sectoral coordination to ensure more targeted and effective food security policies. Originality/value : This study contributes to the literature by developing an integrative conceptual model that links population dynamics, public governance, and food security, offering a multidisciplinary perspective that is still limited in previous studies. Paper type : Conceptual Paper.
Penguatan Label dan Jaminan Halal pada Produk Pempek di Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pondok Pesantren Al-Amalul Khair Abi Burhan; Ira Gusti Riani; Nancy Eka Putri Manurung; Yuliansyah; Nur Hamizah Binti Maidin; Maryansa Rabhani; Dinda Sofie Yasmine Aurora
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1773

Abstract

Mayoritas penduduk di Indonesia beragama Islam. Agama Islam menjadi salah satu sumber hukum yang berlaku, salah satunya mengatur cara mengonsumsi makanan halal. Makanan halal saat ini diatur oleh Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Peraturan ini mengatur segala bentuk pembuatan produk makanan halal yang dapat dikonsumsi oleh umat Islam. Wilayah Indonesia sebagian besar berupa perairan dengan sumber makanan perikanan yang melimpah dan halal. Salah satu pangan yang berasal dari ikan adalah pempek. Pempek dibuat dari daging ikan giling yang dicampur dengan tepung tapioka dan rempah-rempah serta dipadukan dengan saus cuka pedas. Namun, meskipun bahan-bahan pembuat pempek pada umumnya halal, ada kemungkinan pempek yang dihasilkan tidak halal akibat adanya penambahan beberapa bahan non-halal maupun proses pengolahan menggunakan peralatan yang tercampur dengan proses pengolahan non halal. Penguatan label dan jaminan halal pada produk pempek di Pondok Pesantren Al-Amalul Khair dilakukan untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang cara memproduksi pempek yang halal dan dapat dipercaya oleh konsumen. Pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Al-Amalul Khair, bekerja sama dengan Mahasiswa Politeknik Merlimau Malaka, dilakukan dengan survey pre-test dan post-test serta memberikan lokakarya pembuatan pempek halal dan seminar tentang proses pembuatan pempek hingga mendapatkan sertifikasi halal yang diakui oleh Republik Indonesia. Seminar dan workshop yang dilakukan memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang pempek halal berdasarkan hasil post-test yaitu pengetahuan tentang informasi makanan halal meningkat 86,2%, pemahaman tentang kewajiban label halal meningkat 89,7%, pengetahuan tentang pempek halal meningkat 84,2%, pengetahuan tentang alasan kehalalan pempek meningkat 82,8%, dan kesadaran tentang pengolahan pempek meningkat 86,2%.