Teguh Dwi Putra
Progaram Studi Budidaya Ternak, Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DI KECAMATAN JAYALOKA KABUPATEN MUSI RAWAS MENUJU PEMBANGUNAN PETERNAKAN BERKELANJUTAN Bagus Dimas Setiawan; Putri Zulia Jati; Teguh Dwi Putra; Betty Herlina; Zulhapi Utama Adlan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.23427

Abstract

Pengembangan peternakan ruminansia memerlukan perencanaan berbasis ketersediaan sumber daya pakan agar dapat berlangsung secara berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang penting adalah analisis daya dukung lahan, yang menggambarkan kemampuan suatu wilayah dalam menyediakan pakan bagi populasi ternak tanpa menurunkan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung lahan dan kapasitas peningkatan populasi ternak ruminansia di Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas, sebagai dasar perencanaan pembangunan peternakan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder tahun 2025. Analisis meliputi perhitungan Location Quotient (LQ) untuk menentukan wilayah basis ternak ruminansia, estimasi produksi pakan dari lahan garapan dan limbah pertanian, serta analisis Potensi Maksimum Sumber Daya Lahan (PMSL) dan Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia (KPPTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi hijauan pakan di Kecamatan Jayaloka mencapai 8.262 ton bahan kering per tahun dengan potensi maksimum sumber daya lahan sebesar 3.592 satuan ternak (ST). Populasi riil ternak ruminansia sebesar 1.554 ST masih berada di bawah daya dukung lahan, sehingga terdapat peluang peningkatan populasi ternak sebesar 2.038 ST. Wilayah dengan potensi pengembangan tertinggi adalah Desa Ngestiboga II, Kertosono, dan Margatunggal. Berdasarkan analisis LQ, terdapat beberapa desa yang berperan sebagai sentra pengembangan sapi potong, kambing, dan kerbau. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Kecamatan Jayaloka memiliki daya dukung lahan hijauan yang memadai untuk mendukung pengembangan peternakan ruminansia secara berkelanjutan apabila dikelola secara optimal dan terintegrasi dengan pemanfaatan sumber daya pakan lokal.